Kemenhaj Jabar Pastikan Jemaah Umrah Mereka Aman

KONFLIK di Timur Tengah menjadi perhatian Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat. Mereka pun memastikan tidak ada jemaah umrah asal Jabar yang tertahan di Makkah maupun Madinah hingga hari ini.

Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar, Boy Hari Novian kemarin bahwa kondisi jemaah hingga saat ini relatif aman dan aktivitas ibadah pun tetap berjalan normal, sebab konflik tidak berdampak langsung ke Tanah Suci.

”Untuk jemaah umrah sampai saat ini tidak ada permasalahan. Konfliknya tidak langsung sampai ke Makkah dan Madinah,” ungkapnya.

Sesuai jadwal

Menurut Boy, saat ini penerbangan Saudi Airlines masih berjalan sesuai jadwal. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, jemaah asal Jabar tetap pulang ke Indonesia sesuai agenda kepulangan masing-masing.

BACA JUGA  Pemkab Bandung Gelar Pelayanan Kontrasepsi Jangka Panjang

Sementara terkait kabar 58.000 WNI yang disebut tertahan di Arab Saudi, Boy meluruskan bahwa mereka bukan tertahan, tapi memang masih menjalankan ibadah dan belum memasuki jadwal kepulangan.

 “Itu bukan tertahan, memang belum jadwalnya pulang. Ada yang baru datang, ada yang masih melaksanakan umroh. Umrah itu ada yang 9 hari, ada yang 12 hari, jadi sesuai jadwal,” jelasnya.

Dari data yang diminta ke pusat lanjut Boy, diperkirakan sekitar 4.000 hingga 5.000 jemaah asal Jabar masih berada di Makkah dan Madinah.

Penundaan di maskapai asing

Jumlah tersebut berangsur berkurang mengikuti jadwal kepulangan masing-masing. Memang ada beberapa penerbangan yang mengalami penundaan, terutama maskapai seperti Qatar dan Emirates.

BACA JUGA  Jumlah Penduduk Miskin di Jabar Sebanyak 3,67 Juta Jiwa

“Jadi yang tertunda itu yang memakai Qatar dan Emirates. Itu pun tidak dibatalkan, hanya ditunda kepulangannya, Sedangkan maskapai seperti Lion, Garuda dan Saudi Airlines masih berjalan normal,” tuturnya.

Meski begitu, Boy mengimbau calon jemaah yang akan berangkat agar menunda perjalanan hingga situasi benar-benar kondusif. Imbauan tersebut juga disampaikan kepada penyelenggara perjalanan umrah (PPU) dan jemaah mandiri.

Siaga di bandara

Kanwil Kemenhaj Jabar juga terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji dan KJRI di Jeddah.

“Petugas pun disiagakan di bandara untuk membantu jemaah yang terdampak, seperti memfasilitasi refund, penggantian maskapai, atau perpanjangan hotel. Alhamdulillah, berdasarkan laporan dan komunikasi kami dengan jemaah di sana, kondisi aman,” sambungnya. (zahra/N-01)

BACA JUGA  Jemaah Haji Wafat Asal Jabar Berjumlah 44 Orang

Dimitry Ramadan

Related Posts

Wabup Sidoarjo Desak Percepatan Infrastruktur di Dusun Kepetingan

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan, pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memprioritaskan pembangunan di wilayah blank spot seperti Kepetingan. Ia menilai, ketimpangan ekonomi di wilayah tersebut berakar pada minimnya fasilitas…

Terapkan WFH-WFO, Pemkot Bandung Dorong ASN Lebih Adaptif dan Produktif

PEMERINTAH Kota Bandung terus mendorong transformasi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) melalui penerapan sistem kerja fleksibel Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO). Kepala BKPSDM Kota Bandung,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

InJourney Community Care Latih 300 Siswa untuk Hadapi Gempa

  • April 24, 2026
InJourney Community Care Latih 300 Siswa untuk Hadapi Gempa

UGM Resmi Tetapkan 16 Anggota MWA Terpilih

  • April 24, 2026
UGM Resmi Tetapkan 16 Anggota MWA Terpilih

Wabup Sidoarjo Desak Percepatan Infrastruktur di Dusun Kepetingan

  • April 24, 2026

Rayakan Hari Bumi 2026, Masyarakat Diminta Jaga Lingkungan

  • April 24, 2026
Rayakan Hari Bumi 2026, Masyarakat Diminta Jaga Lingkungan

Terapkan WFH-WFO, Pemkot Bandung Dorong ASN Lebih Adaptif dan Produktif

  • April 24, 2026
Terapkan WFH-WFO, Pemkot Bandung Dorong ASN Lebih Adaptif dan Produktif

BPS Luncurkan Sensus Ekonomi 2026 Perdana di Kota Bandung

  • April 24, 2026
BPS Luncurkan Sensus Ekonomi 2026 Perdana di Kota Bandung