
BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat merilis perkembangan ekspor dan impor Jabar Januari 2026. Nilai ekspor Jabar pada Januari 2026 mencapai US$3,14 miliar, naik 3,75 persen dibandingkan Januari 2025.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, kontribusi ekspor Januari 2026 masih didominasi oleh sektor industri sebesar 98,77 persen, diikuti sektor migas 0,43 persen, sektor pertanian 0,79 persen, dan sektor tambang 0,01 persen.
Ada tiga golongan barang yang menyumbang ekspor terbesar yaitu kendaraan dan bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik, serta mesin dan peralatan mekanis.
“Negara tujuan ekspor terbesar yaitu ke Amerika Serikat senilai US$527,75 juta. Angka ini meningkat US$28,22 juta dibandingkan Januari 2025. Kemudian, ekspor ke Filipina senilai US$261,28 juta atau naik US$1,14 juta,” kata Margaretha dalam konpres Berita Resmi Statistik BPS Jabar, Senin (2/3/2026).
Negara pengimpor
Sedangkan impor Jawa Barat pada Januari 2026 mencapi US$1,02 miliar. Angka ini turun 5,51 persen dibandingkan Januari 2025, sedangkan dibandingkan Desember 2025 turun 5,76 persen.
Menurut negara asal impor, Tiongkok masih menjadi yang terbesar dengan nilai mencapi US$393,16 juta, diikuti Korea Selatan senilai US$107,67 juta, dan Jepang senilai US$100,22 juta.
Dikatakan Ari, dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa neraca perdagangan Jawa Barat mengalami surplus senilai US$2,12 miliar. Jawa Barat mengalami surplus dengan Amerika Serikat sebesar US$504,1 juta, dengan Filipina surplus US$259,16 juta, Thailand surplus US$162,21 juta dan dengan Vietnam surplus US$126,86 juta. (Ro/yy/N-01)






