Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, PBB minta Kembali ke Meja Perundingan

MASYARAKAT dunia cemas akan terjadinya konflik regional menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu. Apalagi Iran kemudian menjawab serangan tersebut dengan meledakan sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Arab dengan rudal.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk pun mendesak semua pihak kembali bernegosiasi, dengan mengatakan bahwa serangan hanya akan mengakibatkan kehancuran dan penderitaan.

“Saya mengecam serangan militer oleh Israel dan Amerika Serikat, dan serangan balasan Iran. Seperti biasa, dalam setiap konflik bersenjata, warga sipillah yang akhirnya harus membayar,” kata Turk dalam sebuah pernyataannya.

“Untuk itu saya mengimbau semua pihak kembali ke meja perundingan guna mencari solusi,” katanya.

Dialog damai

Seruan agar mereka yang berkonflik kembali berdialog juga disampaikan sejumlah negara. Salah satunya datang dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) melakukan percakapan telepon dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Ia mendesak penghentian eskalasi dan kembali ke dialog.

BACA JUGA  Al Green Siap Makzulkan Trump Dalam 30 Hari

“Kedua pihak menekankan perlunya penghentian segera terhadap tindakan eskalasi apa pun dan kembali ke meja dialog untuk menjaga keamanan regional dan mencegah pergeseran menuju konfrontasi lebih luas,” demikian pernyataan itu.

Senada, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia juga sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran. Kemlu RI pun menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.

“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” tulis Kemlu RI.

Munafik

Pada bagian lain, Rusia menyerukan warganya untuk meninggalkan Iran.  Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa perundingan dengan AS hanyalah kedok.

“Penjaga perdamaian itu berulah lagi. Perundingan dengan Iran hanyalah kedok. Semua orang tahu itu. Jadi siapa yang lebih sabar menunggu akhir yang menyedihkan,” kata Medvedev.

Berbeda dengan Rusia, China belum memberi respons. Namun sejak Jumat negara itu meminta warganya untuk keluar dari Iran. “Warga negara China yang saat ini berada di Iran disarankan untuk meningkatkan tindakan pencegahan keselamatan dan mengungsi sesegera mungkin,” kata kementerian luar negeri dalam pernyataannya.

BACA JUGA  AS, Denmark, dan Greenland Bahas Isu Pengambilalihan

Menahan diri

Sementara itu, Uni Eropa menyerukan agar warga sipil dilindungi dalam konflik yang mungkin terjadi. Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, juga mendesak semua pihak untuk menahan diri.

Pada bagian lain, pemerintah Inggris khawatir serangan kedua pihak dapat memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Ia mendesak warganya di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA untuk mencari perlindungan.

“Kami tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut menjadi konflik regional yang lebih luas,” kata juru bicara pemerintah Inggris.

Demikian halnya dengan Prancis yang mengatakan bahwa prioritas Paris adalah keselamatan warganya.

“Prioritas kami adalah perlindungan warga negara kami, perlindungan pasukan kami di wilayah tersebut, dan pemantauan situasi secara real-time,” kata Alice Rufo, wakil menteri pertahanan.

BACA JUGA  Paus Serukan Gencatan Senjata di Gaza

Ketahanan energi

Di sisi lain, Uni Afrika Uni memperingatkan bahwa konflik dapat berisiko membahayakan masyarakat di benua itu.

“Eskalasi lebih lanjut berisiko memperburuk ketidakstabilan global, dengan implikasi serius bagi pasar energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi, khususnya di Afrika, di mana konflik dan tekanan ekonomi tetap akut,” kata kepala badan pan-Afrika tersebut, Mahamoud Ali Youssouf.

Sebelumnya dilaporkan ledakan besar terdengar di ibu kota Teheran, serta sejumlah kota besar lainnya termasuk Isfahan dan Shiraz akibat serangan udara Israel dan AS. Tidak lama Iran melakukan balasan dengan menyerang pangkalan militer AS di Bahrain, UEA, dan Oman. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Penalti Peralta Antar Persib Kalahkan The Cong-Viettel

PERSIB Bandung mengamankan poin penuh setelah menundukkan The Cong-Viettel dengan skor 1-0 pada matchday kedua Grup E ACL 2 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (14/10) malam. Gol tunggal…

BNPB Hormati Proses Hukum yang Dijalani KPK

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghormati proses hukum yang dijalani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Berton SP Panjaitan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

FBI Apresiasi Ditressiber Polda Jateng atas Pengungkapan Kasus Pig Butchering Scam

  • October 15, 2026
FBI Apresiasi Ditressiber Polda Jateng atas Pengungkapan Kasus Pig Butchering Scam

Warga Diajak Teladani Semangat dan Keberanian para Pejuang

  • October 15, 2026
Warga Diajak Teladani Semangat dan Keberanian para Pejuang

Wamendikdasmen Harap Dewan Pendidikan Bisa Tingkatkan Mutu Layanan

  • October 14, 2026
Wamendikdasmen Harap Dewan Pendidikan Bisa Tingkatkan Mutu Layanan

Respons Berbagai Musibah Pemkab Garut Gelar Doa Bersama

  • October 14, 2026
Respons Berbagai Musibah Pemkab Garut Gelar Doa Bersama

Bupati Garut Soroti Kesenjangan Partisipasi Sekolah Swasta

  • October 14, 2026
Bupati Garut Soroti Kesenjangan Partisipasi Sekolah Swasta

Penalti Peralta Antar Persib Kalahkan The Cong-Viettel

  • October 14, 2026
Penalti Peralta Antar Persib Kalahkan The Cong-Viettel