Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, PBB minta Kembali ke Meja Perundingan

MASYARAKAT dunia cemas akan terjadinya konflik regional menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu. Apalagi Iran kemudian menjawab serangan tersebut dengan meledakan sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Arab dengan rudal.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk pun mendesak semua pihak kembali bernegosiasi, dengan mengatakan bahwa serangan hanya akan mengakibatkan kehancuran dan penderitaan.

“Saya mengecam serangan militer oleh Israel dan Amerika Serikat, dan serangan balasan Iran. Seperti biasa, dalam setiap konflik bersenjata, warga sipillah yang akhirnya harus membayar,” kata Turk dalam sebuah pernyataannya.

“Untuk itu saya mengimbau semua pihak kembali ke meja perundingan guna mencari solusi,” katanya.

Dialog damai

Seruan agar mereka yang berkonflik kembali berdialog juga disampaikan sejumlah negara. Salah satunya datang dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) melakukan percakapan telepon dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Ia mendesak penghentian eskalasi dan kembali ke dialog.

BACA JUGA  Demokrat Resmi Majukan Kamala Harris Jadi Capres AS

“Kedua pihak menekankan perlunya penghentian segera terhadap tindakan eskalasi apa pun dan kembali ke meja dialog untuk menjaga keamanan regional dan mencegah pergeseran menuju konfrontasi lebih luas,” demikian pernyataan itu.

Senada, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia juga sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran. Kemlu RI pun menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.

“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” tulis Kemlu RI.

Munafik

Pada bagian lain, Rusia menyerukan warganya untuk meninggalkan Iran.  Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa perundingan dengan AS hanyalah kedok.

“Penjaga perdamaian itu berulah lagi. Perundingan dengan Iran hanyalah kedok. Semua orang tahu itu. Jadi siapa yang lebih sabar menunggu akhir yang menyedihkan,” kata Medvedev.

Berbeda dengan Rusia, China belum memberi respons. Namun sejak Jumat negara itu meminta warganya untuk keluar dari Iran. “Warga negara China yang saat ini berada di Iran disarankan untuk meningkatkan tindakan pencegahan keselamatan dan mengungsi sesegera mungkin,” kata kementerian luar negeri dalam pernyataannya.

BACA JUGA  Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Tewas dalam Serangan Israel-AS

Menahan diri

Sementara itu, Uni Eropa menyerukan agar warga sipil dilindungi dalam konflik yang mungkin terjadi. Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, juga mendesak semua pihak untuk menahan diri.

Pada bagian lain, pemerintah Inggris khawatir serangan kedua pihak dapat memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Ia mendesak warganya di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA untuk mencari perlindungan.

“Kami tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut menjadi konflik regional yang lebih luas,” kata juru bicara pemerintah Inggris.

Demikian halnya dengan Prancis yang mengatakan bahwa prioritas Paris adalah keselamatan warganya.

“Prioritas kami adalah perlindungan warga negara kami, perlindungan pasukan kami di wilayah tersebut, dan pemantauan situasi secara real-time,” kata Alice Rufo, wakil menteri pertahanan.

BACA JUGA  Amerika Serikat Keluar Dari Keanggotaan WHO

Ketahanan energi

Di sisi lain, Uni Afrika Uni memperingatkan bahwa konflik dapat berisiko membahayakan masyarakat di benua itu.

“Eskalasi lebih lanjut berisiko memperburuk ketidakstabilan global, dengan implikasi serius bagi pasar energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi, khususnya di Afrika, di mana konflik dan tekanan ekonomi tetap akut,” kata kepala badan pan-Afrika tersebut, Mahamoud Ali Youssouf.

Sebelumnya dilaporkan ledakan besar terdengar di ibu kota Teheran, serta sejumlah kota besar lainnya termasuk Isfahan dan Shiraz akibat serangan udara Israel dan AS. Tidak lama Iran melakukan balasan dengan menyerang pangkalan militer AS di Bahrain, UEA, dan Oman. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pupus Mimpi Arsenal, Sejarah itu Jadi Milik PSG

AMBISI Paris Saint-Germain untuk menjadi tim kedua setelah Real Madrid yang bisa mempertahankan trofi Liga Champions di era modern akhirnya tercapai. Kesuksesan itu didapat Les Parisien setelah mengalahkan Arsenal melalui…

Untung Rugi Indonesia Jadi Lokasi MRO Hercules di Asia

AMERIKA Serikat dikabarkan menawarkan Indonesia untuk menjadi lokasi MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) pesawat angkut C-130 Hercules se-Asia. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin seusai bertemu Menteri…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pupus Mimpi Arsenal, Sejarah itu Jadi Milik PSG

  • May 31, 2026
Pupus Mimpi Arsenal, Sejarah itu Jadi Milik PSG

Andoni Iraola Jadi Kandidat Terdepan Pelatih Liverpool

  • May 31, 2026
Andoni Iraola Jadi Kandidat Terdepan Pelatih Liverpool

Untung Rugi Indonesia Jadi Lokasi MRO Hercules di Asia

  • May 31, 2026
Untung Rugi Indonesia Jadi Lokasi MRO Hercules di Asia

Presiden Tunjuk AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat

  • May 30, 2026
Presiden Tunjuk AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat

Pisah Jalan dengan Slot, Liverpool Mulai Berburu Pelatih Baru

  • May 30, 2026
Pisah Jalan dengan Slot, Liverpool Mulai Berburu Pelatih Baru

Rayakan Iduladha, Telkomsel Perluas Penyaluran Hewan Kurban

  • May 30, 2026
Rayakan Iduladha, Telkomsel  Perluas Penyaluran Hewan Kurban