Senat Unsil Tasikmalaya Tetapkan Tiga Calon Rektor

SIDANG Terbuka Senat Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi ajang adu gagasan 7 bakal calon rektor yang digelar di ruang Auditorium Lantai III Gedung Rektorat Kampus 2, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Sebenarnya ada delapan nama balon terdaftar sebelumnya, tetapi satu kandidat mengundurkan diri. Adapun ketujuh balon tersisa yang tampil sesuai nomer urut yakni Dr Ade Rustiana, Drs, M.Si, Dr Iman Hilman, M.Pd,; Dr Nana, M.Pd; Dr. Acep Zoni Saeful Mubarok, M.Ag,; Dr Ai Sri Kosnayani, S.Pd, M.Si, ; Dr Asep Suryana Abdurrahmat, S.Pd, M.Kes, dan Prof Dr Eng, Ir Aripin, IPU, Asean Eng.

Rektor Unsil Tasikmalaya, Nundang Busaeri mengatakan, kampus kini berada di fase kemajuan signifikan setelah meraih akreditasi institusi unggul dan ini bukan garis finish, tapi amanah besar menjaga kepercayaan publik dan mempercepat internasionalisasi serta inovasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun, capaian harus menjadi pondasi kepemimpinan baru dan berharap balon rektor menyampaikan visi yang berkelanjutan, transformatif bukan sekadar ganti slogan.

BACA JUGA  8 Balon Siap Bersaing dalam Pemilihan Rektor Unsil Tasikmalaya

Tahapan penilaian

Sidang Terbuka Senat Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi ajang adu gagasan 7 bakal calon rektor. (MN/YY)

“Kami mencontohkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dari 10 menjadi 11 prodi terakreditasi unggul dan Unsil juga mencatatkan opini WTP, penguatan transparansi informasi publik, peningkatan publikasi ilmiah hingga capaian itu harus menjadi pondasi kepemimpinan baru,” katanya, Selasa (24/2/2026).

Sementara itu, Ketua Senat Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Prof Deden Mulyana mengatakan, penetapan calon rektor dari 7 orang bakal calon semuanya akan melalui tahapan penilaian visi-misi, sidang tertutup dan penyaringan. Namun, pada musyawarah mufakat dilakukan dan baru dilakukan pemungutan dari 35 suara senat.

“Dalam pemungutan suara dari 35 suara sidang tertutup senat dan terjaring 3 orang calon rektor yakni 1. Prof Dr Eng, Ir Aripin, IPU, Asean Eng, 2. Dr Ade Rustiana, Drs, M.Si dan 3. Dr Asep Suryana Abdurrahmat, S.Pd, M.Kes.”

Tidak ada intervensi

Sidang Terbuka Senat Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi ajang adu gagasan 7 bakal calon rektor. (MN/YY)

“Dalam pemungutan suara ini, tidak ada intervensi dari kementerian dan tim Kementerian hanya hadir sebagai saksi tanpa hak suara,” pungkasnya.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Kukuhkan Tujuh Guru Besar Baru

Kandidat balon rektor menyampaikan visi-misi dari kampus budaya sampai Holding Company seperti Ade Rustiana, mengusung visi Unsil unggul, berkarakter kuat, dan berdaya saing global dengan sembilan misi, mulai tata kelola unggul, pendidikan berkualitas, riset berdampak, kampus sebagai laboratorium budaya dan menekankan kesejahteraan mahasiswa melalui berbagai skema beasiswa.

Kandidat Iman Hilman, menawarkan jargon “BERIMAN” dengan lima pilar, pendidikan, riset, tata kelola, SDM diplomasi akademik dan menargetkan transformasi digital kampus, green and smart campus, pusat riset tematik, percepatan guru besar dan doktor, balon Rektor Nana, membawa konsep sains, inklusif, luhur, inovatif, humanis (Silsilah) targetnya, lebih dari 50 persen prodi Unsil unggul, publikasi dan HAKI meningkat, serta lulusan bekerja kurang dari enam bulan.

Visi misi

Acep Zoni Saeful Mubarok, menekankan tiga kata kunci unggul, berakar, berdampak dan ingin kampus fokus pada mutu lulusan, riset terhilirisasi, kewirausahaan kampus, tata kelola melayani, internasionalisasi mutu bukan internasionalisasi slogan, Ai Sri Kosnayani, mengangkat visi Unsil sebagai PTN sehat, relevan, berkelanjutan, dan berdampak serta tantangan disorotnya antara lain ketergantungan pada UKT, riset yang belum luas dampaknya, serta belum adanya sekolah vokasi terintegrasi industri.

BACA JUGA  8 Balon Siap Bersaing dalam Pemilihan Rektor Unsil Tasikmalaya

Asep Suryana Abdurrahmat, mengusung nilai kepemimpinan Siliwangi agar semua aktivitas kampus harus berakar pada nilai sili asah, sili asih, sili asuh, dan gotong royong. “Pemimpin Unsil harus jadi cahaya, bukan sekadar pejabat,” dan Aripin, memaparkan data guru besar Unsil baru 2,2 persen, prodi unggul masih 10 dari 38, dan dana riset hanya 2,1 persen dari DIPA menargetkan peningkatan prodi unggul menjadi 20, penguatan riset terintegrasi, penerapan green campus bernilai ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. (YY/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Gandeng BSI, Hokben Berbagi untuk Dhuafa di Bulan Ramadan

DALAM rangka menyemarakan bulan suci Ramadan 2026, perusahaan restoran cepat saji HokBen menggandeng PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengajak 4.500 anak yatim dan dhuafa dari 42 panti asuhan berbuka…

200 Dosen Dididik Ideologi Pancasila

SEBANYAK 200 dosen dari 108 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembinaan Ideologi Pancasila di Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu digelar oleh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Satgas PASTI Minta Kegiatan AMG Pantheon dan MBA Dihentikan

  • February 25, 2026
Satgas PASTI Minta Kegiatan AMG Pantheon dan MBA Dihentikan

Redam Malut United, Persija Terus Pepet Persib

  • February 25, 2026
Redam Malut United, Persija Terus Pepet Persib

Gandeng BSI, Hokben Berbagi untuk Dhuafa di Bulan Ramadan

  • February 25, 2026
Gandeng BSI, Hokben Berbagi untuk Dhuafa di Bulan Ramadan

Senat Unsil Tasikmalaya Tetapkan Tiga Calon Rektor

  • February 25, 2026
Senat Unsil Tasikmalaya Tetapkan Tiga Calon Rektor

200 Dosen Dididik Ideologi Pancasila

  • February 24, 2026
200 Dosen Dididik Ideologi Pancasila

Ahmad Abdul Wasiudin Resmi Jabat Direktur Al Syukro Universal

  • February 24, 2026
Ahmad Abdul Wasiudin Resmi Jabat Direktur Al Syukro Universal