UIN Sunan Kalijaga Kukuhkan Tujuh Guru Besar Baru

SIDANG Senat Terbuka Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengukuhkan sebanyak tujuh Guru Besar baru pada Rabu (17/12). Dalam sambutannya Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi mengatakan dengan bertambah tujuh guru besar baru itu, kini UIN Sunan Kalijaga memiliki 94 Guru Besar dari 756 dosen aktif, atau sekitar 12,5 persen.

“Persentase tersebut dinilai sangat signifikan jika dibandingkan dengan rata-rata nasional yang masih berada di kisaran 3 persen, serta mendekati capaian negara-negara maju yang berkisar antara 10 hingga 20 persen,” katanya.

Capaian tersebut sejalan dengan berbagai prestasi institusional yang diraih UIN Sunan Kalijaga dalam satu tahun terakhir. Antara lain pada pemeringkatan SINTA, UI GreenMetric, dan QS Asian University Rankings. Kampus juga terus memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan keterbukaan informasi, serta
meneguhkan orientasi pada keberlanjutan.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Raih Tiga Penghargaan UI GreenMetric

Konsekuensi dan tanggung jawab

Namun, Rektor mengingatkan jabatan Guru Besar mengandung konsekuensi dan tanggung jawab besar. “Para profesor dituntut untuk terus menjadi aktor utama dalam produksi pengetahuan sekaligus teladan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Tujuh Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Menteri Agama Republik Indonesia.

Salah satu guru besar yang dikukuhkan yakni Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Prof. Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Si. dalam pidatonya berjudul ‘Strategi Menghadapi Kompetisi dan Perubahan di Perguruan Tinggi: Iklim Organisasi, Kepribadian, dan Spiritualitas”, menyebut bahwa tekanan dan tuntutan akademik dapat dimaknai secara positif apabila ditopang oleh iklim organisasi yang sehat, kepribadian yang adaptif, serta spiritualitas yang kuat.

BACA JUGA  Universitas Negeri Yogyakarta Kukuhkan Enam Guru Besar Baru

Tanpa fondasi tersebut, tekanan akademik justru berpotensi berkembang menjadi ancaman kelelahan kerja (burnout).

Pentingnya kolaborasi

Sementara itu, Prof. Dr. Sabaruddin, M.Si. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Pendidikan dalam pidato berjudul “Transformasi Pendidikan dan Dunia Kerja”, menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan masyarakat untuk menjembatani kesenjangan kompetensi serta membangun sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Adapun Prof. Dr. Siti Fatonah, M.Pd. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam menegaskan bahwa sikap ilmiah dan metode ilmiah berpengaruh langsung terhadap produktivitas mahasiswa serta perkembangan teknologi yang menopang berbagai sektor kehidupan.

Pengukuhan tujuh Guru Besar ini menegaskan posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai ruang tumbuh pemikiran akademik yang reflektif, kritis, dan bertanggung jawab, bukan hanya bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagi kehidupan kebangsaan dan kemanusiaan. (AGT/N-01)

BACA JUGA  KKN Awards 2026: Apresiasi Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga

Dimitry Ramadan

Related Posts

Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank

PRESTASI mengesankan dicatat Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Mereka menempati ranking 1 di Indonesia. Tidak hanya itu, kata Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., fakultas yang kini memasuki usia…

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

REKTOR UPN Veteran Yogyakarta Prof. Dr. Muhammad Irhas Effendi, M.Si berpesan kepada para wisudawan agar tidak hanya mengukur keberhasilan dari seberapa tinggi posisi yang berhasil dicapai, tetapi juga dari seberapa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

  • September 29, 2026
Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

John Herdman hingga Maarten Paes Acungi Jempol, Skuad Garuda Unjuk Jiwa Petarung di FIFA ASEAN Cup 2026

  • September 29, 2026
John Herdman hingga  Maarten Paes Acungi Jempol,  Skuad Garuda Unjuk Jiwa Petarung di FIFA ASEAN Cup 2026

Imbang 0-0 Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapten Kevin Diks Minta Perjuangan Skuad Garuda Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

  • September 29, 2026
Imbang 0-0 Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapten Kevin Diks Minta Perjuangan Skuad Garuda Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

  • September 28, 2026
Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

  • September 28, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

Pengembangan Neuropsikologi di Indonesia Dinilai masih Tertinggal

  • September 28, 2026
Pengembangan Neuropsikologi di Indonesia Dinilai masih Tertinggal