PSEL Benowo Surabaya Jadi Model Pengolahan Sampah Modern

PENGELOLAAN  sampah di kota metropolitan kini tidak lagi sekadar persoalan pembuangan, melainkan menjadi langkah strategis menuju ekonomi sirkuler dan pencapaian target net zero emission. Salah satu model transformasi yang dinilai efektif adalah penerapan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), seperti yang dijalankan di TPA Benowo, Surabaya.

Model ini dinilai sebagai bukti integrasi teknologi dan kebijakan lingkungan mampu mengubah limbah menjadi sumber energi berkelanjutan.

Kepala Bidang Wilayah III Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa KLH/BPLH, Gatut Panggah Prasetyo, menegaskan PSEL merupakan pilihan strategis, terutama bagi daerah dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari.

Tanpa intervensi teknologi, penumpukan sampah berisiko membentuk “gunung sampah” yang mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.

BACA JUGA  Surabaya Jadi Sentra Layanan KAI Logistik di Wilayah Timur Jawa

“Jika sampah tidak dikelola, ia akan menjadi masalah serius. PSEL di TPA Benowo adalah contoh bagaimana timbulan sampah besar bisa dikendalikan. Kalau tidak, gunung sampah akan terus bertambah dan menimbulkan risiko lingkungan,” ujar Gatut, Senin (2/2).

Sejalan dengan konsep ekonomi sirkuler, TPA Benowo kini dikembangkan melalui skema re-mining, yakni optimalisasi kembali timbunan sampah lama. Melalui teknologi pirolisis, sampah hasil re-mining diolah menjadi bahan bakar alternatif. Inovasi ini dinilai mampu mengurangi beban kapasitas TPA sekaligus mempercepat transisi energi hijau di tingkat lokal.

PSEL Benowo pengelolaan sampah modern

Keberhasilan Surabaya juga terlihat dari upaya pemulihan ekosistem. Kawasan bekas TPA disulap menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), salah satunya Taman Harmoni. Proses pembersihan dan pembangunan pada periode 2011–2014 berhasil mengubah lahan eks pembuangan menjadi ruang publik yang asri.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Berbasis Kewilayahan 

Menurut Gatut, transformasi tersebut penting untuk mengembalikan fungsi lingkungan agar lebih bersih dan sehat. Penanaman vegetasi secara masif di area eks TPA terbukti membantu memperbaiki kualitas udara dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk di tengah kepadatan kota.

Namun, ia mengingatkan setiap alih fungsi lahan TPA harus melalui kajian teknis mendalam. Aspek keamanan struktur tanah, potensi sisa gas, serta faktor teknis lainnya harus dipastikan aman guna mencegah dampak di kemudian hari.

Sebagai kota metropolitan dengan dinamika populasi tinggi, Surabaya menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Meski sistem di hilir seperti PSEL dan pemulihan lahan telah berjalan, penguatan pengawasan serta kesadaran pengurangan dan pemilahan sampah dari sumber tetap menjadi kunci.

BACA JUGA  Antara Peristiwa Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato dan Korupsi

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan TPA. Upaya pengurangan dan pemilahan dari sumbernya harus terus ditingkatkan agar sistem berjalan optimal,” pungkas Gatut. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) berduka atas wafatnya Prof. Widagdo, Dipl.Inn.Arch., Guru Besar Emeritus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dan salah seorang tokoh penting dalam perkembangan pendidikan desain interior…

1000 Peserta Diharapkan Ikuti Lomba Borobudur 100 untuk Bantu Penyandang Cerebral Palsy

AJANG olahraga lari Borobudur 100 tidak hanya menjadi ajang unjuk kebugaran, tetapi juga sarana untuk menggalang kepedulian sosial, guna mendukung kebutuhan medis dan harian anak-anak penyandang cerebral palsy. Project Director…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit