
UNIVERSITAS Gadjah Mada bekerjasama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara meluluskan 39 ahli smart forest city yang telah menyelesaikan Program Pelatihan Khusus Otorita IKN x UGM Online.
Program Pelatihan yang diperuntukan untuk pegawai OIKN itu bertujuan mencetak SDM berkualitas yang mampu mendukung pembangunan IKN.
Sebanyak 39 pegawai yang mengikuti pelatihan ini berasal dari sembilan unit kerja strategis di lingkungan OIKN, termasuk Deputi Transformasi Hijau dan Digital, serta Unit Hukum dan Kepatuhan.
Mereka telah menuntaskan kurikulum multidisiplin yang dirancang khusus (tailor-made) untuk menjawab berbagai tantangan unik IKN.
Kota masa depan
“Data laporan pelaksanaan menunjukkan tingkat penyelesaian rata-rata melampaui 80 persen, sebuah angka yang merefleksikan dedikasi tinggi para birokrat IKN untuk menyerap ilmu baru,” ujar Daniel Oscar Baskoro, selaku penasihat senior dan ahli di bidang Enterprise Architecture, Desain Inovasi, serta Teknologi OIKN, Rabu (21/1).
Daniel menjelaskan pelatihan secara khusus membahas kurikulum masa depan untuk kota masa depan.
Pelatihan tidak menyajikan materi birokrasi standar, namun para peserta digembleng dengan tujuh modul krusial yang menjadi DNA dari Nusantara, yaitu Arsitektur Hijau, Perubahan Iklim, Antropologi Ekologi, Dinamika Penduduk, Big Data, Digital Government, dan Technopreneurship.
Dikatakan kursus Arsitektur Hijau menjadi favorit utama dengan tingkat penyelesaian tertinggi mencapai 89,74 persen.
Perspektif humanis
Hal ini menandakan bahwa jajaran OIKN menempatkan standar bangunan berkelanjutan sebagai prioritas operasional tertinggi, selaras dengan visi Net Zero Emission kota tersebut. Minat tinggi juga terlihat dari para peserta saat mengikuti modul Antropologi Ekologi.
“Mengikuti modul ini membekali para pembuat kebijakan dengan perspektif humanis untuk memastikan pembangunan fisik IKN tetap menghormati harmoni sosial dan lingkungan setempat,” terangnya.
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D menyambut baik dan memberikan apresiasi pelaksanaan Program Pelatihan Khusus Otorita IKN x UGM Online.
Program ini, disebutnya merupakan manifestasi dari ekosistem kolaborasi Triple Helix antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. UGM tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai mitra strategis pembangunan.
“Hal ini diperkuat dengan keberadaan Hutan Pendidikan Wanagama Nusantara seluas 621 hektare di kawasan IKN, yang berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi riset keberlanjutan,” tuturnya.
Berkontribusi
Prof. Ova menegaskan soal peran vital universitas dalam mengawal pembangunan IKN. Menurutnya, UGM selalu berkomitmen penuh untuk berkontribusi mewujudkan IKN sebagai ‘Smart Forest City’ melalui pengembangan kapasitas SDM yang berbasis riset dan ilmu pengetahuan.
Keberhasilan program pelatihan ini yang beriringan dengan pengembangan Wanagama Nusantara menjadi bukti UGM sedang membangun IKN tidak hanya dengan beton dan baja, tetapi dengan gagasan dan nilai keberlanjutan.
“Kita semua bangga melihat para staf OIKN begitu gigih mempelajari disiplin ilmu baru, dari big data hingga antropologi ekologi. Ini adalah modal utama untuk menjadikan Nusantara sebagai jendela Indonesia bagi dunia tropis,” ucapnya.
Landasan akademis
Direktur Direktorat Kajian Inovasi Akademik (DKIA) UGM, Dr. Hatma Suryoatmojo, mengatakan pelatihan khusus ini memberikan materi soal bidang pengembangan transformasi digital dan birokrasi, penerapan teknologi Big Data dan Digital Government dalam rangka menegaskan arah IKN menuju tata kelola pemerintahan yang cerdas dan transparan.
“Peserta dalam kesempatan ini dilatih untuk menggunakan analisis data preskriptif dalam pengambilan keputusan, meninggalkan cara-cara lama yang berbasis intuisi semata,” ujarnya.
Ke depan, kata Hatma, kolaborasi OIKN dan UGM ini akan terus diperluas, tidak hanya dalam format daring tetapi juga melalui riset lapangan terpadu di Wanagama Nusantara, memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir di IKN memiliki landasan akademis yang kokoh dan teruji. (AGT/N-01)







