
ANGKA kriminalitas di Kabupaten Sidoarjo pada 2025 turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya, namun di sisi lain penanganan kasus narkoba naik tajam.
Berdasarkan analisis dan evaluasi (Anev) sepanjang Januari–Desember 2025, total tindak pidana menurun dari 1.795 kasus pada 2024 menjadi 1.216 kasus pada 2025. Artinya ada penurunan 579 kasus atau sekitar 32 persen.
Di sisi lain, pada 2024 terdapat 320 kasus narkotika berhasil diungkap. Sementara pada 2025 meningkat menjadi 372 kasus atau naik 16,25 persen. Angka tersangka yang diamankan juga melonjak dari 385 orang menjadi 491 orang (27,53 persen). Seluruh perkara narkoba itu juga dinyatakan tuntas dengan tingkat penyelesaian 100 persen.
Penguatan patroli
Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing mengatakan, penurunan kriminalitas tidak lepas dari penguatan patroli dan pencegahan yang dilakukan sepanjang 2025.
“Kami meningkatkan kegiatan preventif, patroli presisi, patroli dialogis hingga kring serse. Strategi ini cukup efektif menekan angka kejahatan konvensional di wilayah hukum Polresta Sidoarjo,” kata Tobing saat Konferensi Pers Anev Akhir Tahun 2025, Selasa (30/12).
Tobing menambahkan, meskipun tren kriminalitas menurun, sejumlah kasus menonjol tetap terjadi. Diantaranya beberapa kasus pembunuhan dengan berbagai motif, mulai dari persoalan rumah tangga hingga balas dendam.
Kasus pembunuhan terjadi antara lain di Ketegan Taman, Kedungboto Porong, Hotel Global Inn Gedangan, serta kawasan Alteri Porong. Selain itu kasus pencurian dengan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia juga terjadi di kawasan Jalan Pahlawan, Sidoarjo.
“Kasus menonjol tetap kami tangani secara serius, baik dalam proses penyidikan maupun upaya pencegahannya agar tidak berulang,” tegas Tobing.
Keterlibatan perempuan
Sementara itu kasus pengungkapan narkoba skala terbesar sepanjang 2025 melibatkan dua tersangka perempuan berinisial AS alias Farah,22 dan WMA alias Vita,27.
Mereka diduga terlibat dalam peredaran sabu jaringan lintas kota. Dari tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti sabu sekitar 9,11 kilogram, 10 butir pil ekstasi, serta sejumlah perlengkapan pendukung.
Sementara untuk kasus jumlah kecelakaan di Sidoarjo meningkat dari 1.661 menjadi 1.675 kasus (0,84%). Namun jumlah korban meninggal dunia turun drastis dari 140 orang menjadi 33 orang (76,42%). Namun korban luka berat mengalami peningkatan dari 67 menjadi 129 orang. Jumlah tilang juga menurun 47,12 persen, sementara teguran turun hingga 67,24 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2025, Polresta Sidoarjo tercatat menerima lebih dari 12 penghargaan, baik tingkat Polda, nasional maupun kementerian. (OTW/N-01)







