Produk Ready to Eat Indonesia Hadir untuk Haji 2026

PEMERINTAH Indonesia terus berupaya menghadirkan cita rasa Nusantara di Tanah Suci melalui pemanfaatan produk Ready to Eat (RTE) dan bumbu pasta asal Indonesia untuk konsumsi jemaah haji pada musim haji 2026.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang digelar Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah bersama para importir Arab Saudi, Minggu (28/12/2025). Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk memastikan kesiapan implementasi penggunaan produk RTE dan bumbu pasta Indonesia sebagai bagian dari layanan konsumsi jemaah haji Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak sekadar menyangkut pasokan makanan, melainkan upaya menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan jemaah.

“Ini tentang kenyamanan jemaah, termasuk menghadirkan rasa yang familiar. Layanan yang prima dimulai dari pemahaman atas kebutuhan jemaah, dan konsumsi yang sesuai selera serta standar mutu menjadi faktor penting agar jemaah dapat beribadah dengan tenang,” ujar Jaenal.

BACA JUGA  Petugas Haji Berpengalaman Langsung Disiagakan di Mina

Di balik penyajian RTE dan bumbu pasta di Tanah Suci, terdapat peran besar UMKM dan produsen pangan nasional. Karena itu, pemerintah memastikan seluruh rantai pasok berjalan optimal, mulai dari proses produksi di Tanah Air hingga penyajian di dapur haji Arab Saudi.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Harun Al Rasyid menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen memastikan setiap kebijakan dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.

“Yang kami dorong bukan hanya komitmen, tetapi kepastian pelaksanaan. Kemenhaj memastikan dapur benar-benar menggunakan produk Indonesia, dengan dukungan skema harga dan mekanisme pembayaran yang jelas agar layanan kepada jemaah berjalan optimal,” kata Harun.

BACA JUGA  DPR RI Sebut Banyak Catatan dan Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2024

Produk ready to eat masuk di dapur Makkah dan Madinah

Sebagai bentuk kesiapan operasional, pemerintah telah menetapkan 52 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah untuk melayani jemaah haji Indonesia. Seluruh dapur tersebut diwajibkan menggunakan produk Indonesia, mulai dari RTE, makanan segar, hingga bumbu pasta, sesuai kontrak penyelenggaraan haji.

Dalam pertemuan tersebut, para importir menyambut positif langkah pemerintah yang mendorong kejelasan peran serta dukungan kelembagaan. Kepastian pembayaran dinilai krusial agar produsen dan UMKM di Indonesia dapat berproduksi secara berkelanjutan dengan rasa aman.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan membagikan data dapur, daftar supplier Indonesia yang telah tersertifikasi, serta importir yang memenuhi persyaratan. Langkah ini bertujuan mempercepat koordinasi, pemesanan, dan distribusi, sehingga produk Indonesia dapat tersedia tepat waktu menjelang musim haji.

BACA JUGA  Bus Shalawat Kembali Beroperasi Layani Jemaah

Melalui dapur-dapur di Makkah dan Madinah, kehadiran cita rasa Nusantara diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi jemaah Indonesia, tetapi juga memperkuat peran produk nasional dalam ekosistem ekonomi haji. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mendapati Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kepuh Kemiri Kecamatan Tulangan, Sidoarjo belum memenuhi standar. Hal tersebut diketahui…

Minimnya Transparansi Algoritma Platform Digital Harus Jadi Perhatian

PEMERINTAH resmi membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun mulai 28 Maret  lalu. Hal itu tertuang melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

  • March 31, 2026
Kemampuan Literasi Matematika Alami Penurunan

Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

  • March 31, 2026
Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Temukan IPAL belum Standar

Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

  • March 31, 2026
Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

  • March 31, 2026
Wabup Mimik Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Jadi Agrowisata

UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

  • March 31, 2026
UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak

  • March 31, 2026
Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak