
PERAYAAN Natal di berbagai belahan dunia tidak hanya identik dengan ibadah dan kebersamaan keluarga, tetapi juga dengan aneka kue khas yang sarat makna dan tradisi. Setiap negara memiliki hidangan Natal andalan yang diwariskan secara turun-temurun, khususnya dalam bentuk kue dan roti manis.
Salah satu kue Natal paling terkenal adalah fruitcake dari Inggris dan Amerika Serikat. Kue ini terbuat dari campuran buah kering, kacang-kacangan, serta rempah seperti kayu manis dan pala. Fruitcake dikenal bertekstur padat dan kaya rasa, serta kerap diasosiasikan dengan kemakmuran dan kehangatan keluarga.
Dari Jerman, terdapat stollen, roti manis berisi kismis, buah kering, dan marzipan, yang ditaburi gula bubuk. Bentuk dan warna putihnya dipercaya melambangkan bayi Yesus yang dibalut kain. Stollen menjadi hidangan wajib saat Advent hingga Hari Natal.
Prancis memiliki Bûche de Noël atau Yule Log, kue gulung berbentuk batang kayu yang dihias menyerupai kayu bakar. Kue ini melambangkan tradisi kuno membakar kayu Yule sebagai simbol harapan, keberuntungan, dan kehidupan baru.
Sementara itu, Italia dikenal dengan panettone, roti manis bertekstur ringan dan mengembang, berisi kismis serta kulit jeruk manisan. Panettone biasanya disajikan sebagai hidangan penutup atau sarapan saat Natal bersama keluarga.

Dari Inggris juga populer mince pie, pai kecil berisi campuran buah kering, gula, dan rempah-rempah. Meski namanya “mince”, kini isian pai ini tidak lagi mengandung daging, melainkan cita rasa manis-rempah yang khas.
Di Amerika dan Eropa Utara, gingerbread menjadi ikon Natal. Kue atau biskuit berbahan jahe ini sering dibentuk menyerupai manusia, rumah, atau pohon Natal, serta dihias warna-warni. Selain rasanya yang hangat, gingerbread menjadi simbol keceriaan dan kebersamaan keluarga.
Di Indonesia, perayaan Natal juga diramaikan dengan kue kering khas seperti nastar, kastengel, dan putri salju. Meski bukan berasal dari tradisi Barat, kue-kue ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari momen Natal di Tanah Air.
Aneka kue Natal dari berbagai negara tersebut bukan sekadar hidangan, melainkan simbol budaya, sejarah, dan kebersamaan yang menyatukan keluarga di hari penuh sukacita. (*/S-01)









