Kemenhut Repatriasi Empat Orangutan dari Thailand

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok berhasil merepatriasi empat individu orangutan korban perdagangan ilegal satwa liar dari Thailand ke Indonesia.

Keempat orangutan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (23/12), sekitar pukul 17.30 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-867.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan keprihatinan mendalam atas masih maraknya kejahatan perdagangan satwa liar lintas negara. Ia menegaskan perlunya kerja keras dan sinergi lintas kementerian serta lembaga untuk mencegah kejahatan serupa terulang.

“Saya terpukul dan merasa sedih karena kejahatan jual beli satwa liar masih terus terjadi. Karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antarinstansi, termasuk dalam menjaga perbatasan negara,” ujar Menteri Kehutanan.

Ia juga menyoroti kondisi hutan Sumatra sebagai habitat alami orangutan yang masih menghadapi berbagai tekanan lingkungan.

BACA JUGA  Wamenhut Siapkan Strategi Antisipasi Siklus Karhutla 2027

Menurutnya, repatriasi ini menjadi momentum bagi Kementerian Kehutanan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap upaya perlindungan hutan.

“Kesedihan lainnya adalah kondisi hutan Sumatra yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana dan tekanan lingkungan lainnya. Repatriasi ini menjadi pengingat agar hutan dapat dijaga dengan lebih baik sehingga orangutan dapat hidup aman di habitat alaminya,” tambahnya.

Pemulangan empat orangutan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia dalam melindungi dan melestarikan satwa liar dilindungi.

Dukungan Garuda Indonesia dalam proses repatriasi ini juga mencerminkan peran aktif dunia usaha dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati.

Repatriasi empat orangutan berhasil

Penyerahan orangutan dilakukan secara resmi oleh Pemerintah Thailand kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui KBRI Bangkok pada 23 Desember 2025 di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok.

Selama penerbangan ke Indonesia, keempat orangutan ditempatkan dalam kandang khusus sesuai standar International Air Transport Association (IATA) dan didampingi dokter hewan untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap terpantau.

BACA JUGA  Kalahkan Vietnam, Indonesia Gagal Juarai SEA V League

Keempat individu tersebut merupakan hasil sitaan otoritas Thailand dari pengungkapan kasus perdagangan ilegal satwa liar yang terjadi pada Januari dan Mei 2025.

Saat disita, usia orangutan diperkirakan masih di bawah satu bulan dan selanjutnya dirawat di Khao Pratubchang Wildlife Rescue Centre, Provinsi Ratchaburi, Thailand, sebagai barang bukti oleh Department of National Park, Wildlife and Plant Conservation (DNP) Thailand.

Berdasarkan hasil identifikasi fisik dan uji DNA, empat orangutan tersebut terdiri atas tiga individu orangutan Sumatra (Pongo abelii), yakni dua jantan dan satu betina, serta satu individu betina orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).

Hasil pemeriksaan menunjukkan keempatnya masih memiliki peluang besar untuk menjalani proses rehabilitasi.

BACA JUGA  Paus Fransiskus Tegaskan Perbedaan Sebagai Anugerah

Selanjutnya, orangutan akan dititiprawatkan di Pusat Rehabilitasi Sumatran Rescue Alliance (SRA) di Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Menteri Kehutanan berharap keempat orangutan tersebut dapat segera diterbangkan ke Medan dan menjalani proses rehabilitasi dalam kondisi sehat hingga akhirnya kembali ke hutan Sumatra sebagai habitat alaminya.

Repatriasi ini merupakan hasil sinergi Kementerian Kehutanan, Kementerian Luar Negeri, Bea Cukai Kementerian Keuangan, Badan Karantina Hewan Kementerian Pertanian, Garuda Indonesia, serta mitra kerja Centre for Orangutan Protection, sebagai wujud kolaborasi dalam pelestarian satwa liar dilindungi di Indonesia. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

DUTA Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier resmi meluncurkan #AussieBanget corner di Telkom University (Tel-U), sebuah ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi hubungan Australia dengan Indonesia. Dengan ruang itu pula ada…

Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

KOMUNITAS Mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Yacaranda kembali meraih prestasi memukau pada ajang kompetisi mobil listrik. Prestasi tersebut diraih pada kompetisi Formula Student Malaysia (FSM) 2026 yang salah satu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gasak Bhayangkara, Persib Kembali Gusur Borneo dari Posisi Puncak

  • April 30, 2026
Gasak Bhayangkara, Persib Kembali Gusur Borneo dari Posisi Puncak

Mantan Istri Dituduh Menganiaya ART, Andre Taulany Enggan Berkomentar

  • April 30, 2026
Mantan Istri Dituduh Menganiaya ART, Andre Taulany Enggan Berkomentar

Alasan Kesehatan, Megawati Mundur dari Timnas Voli Indonesia

  • April 30, 2026
Alasan Kesehatan, Megawati Mundur dari Timnas Voli Indonesia

Pemkot Bandung Rayakan May Day dengan Kegiatan Positif

  • April 30, 2026
Pemkot Bandung Rayakan May Day dengan Kegiatan Positif

Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

  • April 30, 2026
Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

  • April 30, 2026
Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia