Korban Meninggal Bencana Sumatra Terima Santunan Rp15 Juta

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) menyalurkan santunan kepada para ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra. Setiap ahli waris korban meninggal menerima santunan sebesar Rp15 juta, sementara korban luka berat akan mendapatkan bantuan Rp5 juta.

“Nantinya juga akan diberikan santunan Rp5 juta untuk korban luka berat,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Selasa (16/12).

Penyaluran santunan tahap awal dilakukan kepada dua ahli waris korban di Kabupaten Pidie dan dilanjutkan kepada 29 ahli waris korban di Kabupaten Pidie Jaya. Selanjutnya, santunan akan diberikan kepada seluruh ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Gus Ipul menjelaskan, penyaluran santunan dilakukan setelah proses asesmen untuk memastikan data ahli waris. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

BACA JUGA  DTSEN untuk Efektifkan Bantuan Bansos Tepat Sasaran

“Jangan dilihat dari nilainya, ini adalah bentuk solidaritas dan tali asih negara kepada bapak dan ibu sekalian,” tuturnya.

Santunan dan operasional dapur umum

Selain santunan, Kemensos memastikan operasional dapur umum tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Dapur umum diselenggarakan bekerja sama dengan TNI/Polri, BPBD, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait.

“Kami bersama pemerintah daerah mengoperasikan dapur umum di tiga provinsi, dengan total 39 titik yang memproduksi tidak kurang dari 400 ribu porsi makanan setiap hari. Salah satunya berada di Pidie Jaya,” kata Gus Ipul.

Ia menambahkan, dapur umum tersebut dikelola oleh Tagana Kemensos, sumber daya pemerintah daerah, dan relawan. Di Pidie Jaya, produksi makanan mencapai sekitar 7.000 porsi per hari.

BACA JUGA  162 Mahasiswa Terdampak Bencana Terima Bantuan Biaya Indekos

“Jika dirasa masih kurang, kami akan menambah kekuatan agar bisa menyediakan lebih banyak porsi, tidak hanya bagi pengungsi, tetapi juga petugas di lapangan,” ujarnya.

Gus Ipul juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan seluruh kementerian dan lembaga untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan korban bencana.

Desakan hunian sementara

Pada tahap kedaruratan, prioritas utama adalah evakuasi korban ke lokasi aman serta pemenuhan kebutuhan logistik.

“Setelah itu akan disiapkan hunian sementara maupun hunian tetap. Jika data sudah teridentifikasi dengan baik, pemerintah bersama kementerian terkait akan memberikan dukungan pemulihan ekonomi melalui program yang paling dibutuhkan masyarakat terdampak,” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh pihak saat ini bekerja keras menangani dampak bencana dan mengajak masyarakat menciptakan suasana kondusif agar proses penanganan berjalan optimal.

BACA JUGA  Bazma Pertamina Patra Niaga JBT Santuni Anak Yatim

“Kita semua berusaha sekuat tenaga menanggulangi bencana ini. Mudah-mudahan dari musibah ini kita bisa mengambil pelajaran untuk perbaikan ke depan,” kata Gus Ipul.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemensos terhadap masyarakat terdampak bencana. Ia menyoroti kerusakan rumah warga yang sangat parah dan berharap adanya bantuan hunian sementara hingga hunian tetap.

“Banyak rumah warga yang rata dengan tanah. Ke depan, kami berharap ada bantuan hunian tetap, tentu setelah masyarakat terlebih dahulu mendapatkan hunian sementara,” ujar Sibral. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

UNTUK membantu meringankan beban para korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi, pemerintah mengirimkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket…

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus mengevakuasi dan melakukan pendataan para korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara