Kekerasan terhadap Perempuan Belum Usai

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui Pusat Layanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PLT-PPKS) serta Pusat Pengarusutamaan Gender dan Hak Anak bekerja sama dengan Nasaruddin Umar Office menggelar Women Talk dalam rangka peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Selasa (2/12).

Hadir secara virtual, Founder Nasaruddin Umar Office Prof. Nasaruddin Umar menyoroti bahwa meski Indonesia telah memiliki tujuh undang-undang yang berpihak pada perempuan, angka kekerasan belum menunjukkan penurunan signifikan.

Ia menyebut pekerja migran perempuan di Timur Tengah masih menghadapi kontrol sosial dan ekonomi yang tidak adil. Beban domestik perempuan juga sering tidak terlihat. “Penelitian menunjukkan perjalanan perempuan di ranah domestik bisa setara 21 kilometer per hari, namun sering dianggap ‘hanya di rumah’,” ujarnya.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Raih Penghargaan

Menteri Agama RI tersebut juga menyoroti kekerasan seksual dalam rumah tangga, kekerasan politik, hingga kontrol ekonomi suami terhadap istri. “Semua relasi yang tidak setara harus dipahami sebagai kekerasan. Jangan sampai kekerasan justru lahir di rumah sendiri,” katanya.

Fenomena sosial seperti meningkatnya perempuan yang menunda menikah dan naiknya angka perceraian pada keluarga muda disebut sebagai cerminan kompleksitas relasi gender saat ini.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan dalam sambutannya menegaskan bahwa kampusnya memiliki sejarah panjang dalam pengembangan studi gender kritis. Sejak 1990-an, UIN menjadi ruang kajian pemikiran progresif seperti Asghar Ali Engineer, Fatimah Mernissi, Nasr Hamid Abu Zaid, dan Abdullah Ahmad An-Na’im.

BACA JUGA  Tekan Angka Kecelakaan, UIN Sunan Kalijaga Gelar Safety Riding

Kekerasan terhadap perempuan masih terjadi

Ia menegaskan bahwa kekerasan berbasis gender tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Noorhaidi mengutip pemikir feminis Mesir, Nawal El Saadawi, yang menyebut perempuan dalam tradisi agama kerap dipandang sebagai “setengah makhluk” akibat konstruksi teologis masa lampau. Cara pandang itu, menurutnya, masih dapat ditemui dalam berbagai bentuk subordinasi terhadap perempuan hingga kini.

Sementara itu, Director of Women’s Program Nasaruddin Umar Office A. Tenri Wuleng menyebut Women Talk sebagai pembuka roadshow anti-kekerasan terhadap perempuan, dengan UIN Suka sebagai lokasi perdana. Ia menilai kampus ini memiliki jejak kuat dalam pencegahan kekerasan seksual.

“Kita tidak hanya bicara kampanye tahunan, tetapi tentang kemanusiaan. Tubuh kita adalah subjek yang memiliki otonomi,” tegasnya. Tenri juga mengungkap data bahwa 86 persen kekerasan seksual di kampus dialami perempuan, dan satu dari tiga perempuan mengalami kekerasan seksual setiap hari. (AGT/S-01)

BACA JUGA  Lulusan UIN Sunan Kalijaga Diminta tidak Takut Perubahan

Siswantini Suryandari

Related Posts

Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

PULUHAN kepala desa yang tergabung dalam Ikatan Kerukunan Kepala Desa (IKKD) Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, menggelar kunjungan studi tiru ke Kampung Edukasi Sampah (KES), di RT 23…

Polresta Sidoarjo dan Disnaker Upayakan Loker Penyandang Disabilitas

POLRESTA bersama Disnaker Sidoarjo berupaya memperluas akses ketenagakerjaan inklusif bagi penyandang disabilitas melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poluran). Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Condroputra saat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

  • November 6, 2026
Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

  • November 6, 2026
Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

  • November 6, 2026
Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

  • November 6, 2026
Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

  • November 6, 2026
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

KAI Siapkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali

  • November 6, 2026
KAI Siapkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali