Erupsi Semeru: Tiga Warga Luka Berat, Tiga Desa Terdampak

ERUPSI Gunung Semeru menyebabkan tiga warga mengalami luka berat dan tiga desa di dua kecamatan terdampak material vulkanik. Warga yang terluka telah dirawat di RSUD Dr. Haryoto Lumajang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut kerusakan material meliputi 21 rumah rusak berat, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, serta satu gardu PLN yang turut rusak berat. Selain itu, sekitar 204,63 hektare lahan pertanian ikut terdampak.

“Hingga Minggu (23/11), lokasi terdampak berada di tiga desa di dua kecamatan: Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro,” kata Muhari dalam keterangan tertulis, Senin (24/11).

BACA JUGA  BNPB Perkuat Sistem Peringatan Dini Lahar Dingin Semeru

Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat erupsi Semeru selama tujuh hari, 19–25 November 2025. Status aktivitas vulkanik Semeru juga berada di level IV atau Awas.

BNPB bersama BPBD terus melakukan penanganan darurat. Pada Minggu (23/11) pukul 18.00 WIB, BNPB menyalurkan bantuan pangan dan non-pangan kepada Pemkab Lumajang, bekerja sama dengan perwakilan Komisi VIII DPR. Bantuan ditujukan bagi warga yang terdampak langsung maupun yang terpapar abu vulkanik.

Bantuan non-pangan yang disalurkan meliputi 300 matras, 300 terpal, 300 selimut, 200 boks masker medis, 200 paket plastik sampah, dan 150 paket alat kebersihan. Adapun bantuan pangan terdiri dari 1.000 makanan siap saji dan 200 paket sembako.

BACA JUGA  86 Kepala Keluarga di Magetan Terdampak Cuaca Buruk

Personel BNPB juga membantu penataan logistik di pos-pos lapangan di Pronojiwo dan Candipuro. Bantuan diprioritaskan bagi warga yang mengungsi di tempat penampungan sementara.

Saat ini, titik pengungsian berada di SMP 02 Pronojiwo dengan 307 jiwa dan SDN 04 Supiturang dengan 221 jiwa. Meski berada di pengungsian, sebagian warga tetap beraktivitas seperti membersihkan rumah atau bekerja. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

LURAH Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berinisial RCS, ditetapkan menjadi tersangka kasus penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) Kalurahan Condongcatur di dua tempat kejadian perkara. Dalam kasus penyalahgunaan tanah kas…

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

DIREKTORAT Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah mengungkap sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dugaan kekerasan fisik dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

  • June 30, 2026
Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak