COP30 Berakhir, Aksi Iklim Global Meningkat

SEKRETARIS Eksekutif UN Climate Change, Simon Stiell, menyatakan bahwa Konferensi Perubahan Iklim COP30 telah menghasilkan capaian nyata yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi global. Dalam sesi siang hari di Belem, Brasil, Stiell menegaskan bahwa agenda aksi iklim kini menunjukkan bagaimana kolaborasi internasional bekerja secara efektif.

“COP30 mencatat sederet aksi iklim nyata yang akan menghadirkan ekonomi lebih kuat, lebih banyak lapangan kerja, dan kehidupan yang lebih baik bagi jutaan orang,” ujar Stiell, Kamis (20/11).

Ia menekankan bahwa Climate Action Agenda bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dan krusial dari implementasi Perjanjian Paris. Menurut Stiell, era baru aksi iklim menuntut proses formal COP bergerak lebih dekat dengan dinamika ekonomi nyata untuk mempercepat implementasi dan memperluas manfaat bagi miliaran orang.

BACA JUGA  COP30: Indonesia Soroti Hilangnya Angka Pendanaan Adaptasi

Sementara itu, upaya Brasil sebagai tuan rumah untuk mencapai kesepakatan awal pada Rabu (19/11) belum membuahkan hasil. Presiden Luiz Inácio Lula da Silva tetap optimistis meski perbedaan antarnegara masih terjadi dalam isu-isu utama seperti penghapusan bahan bakar fosil dan pendanaan iklim.

Lula menghabiskan hari itu untuk bertemu berbagai delegasi dan kelompok negosiasi guna mencari titik temu. “Saya yakin para negosiator kami akan menghasilkan capaian terbaik yang pernah ditawarkan COP untuk Planet Bumi,” ujarnya.

Harapan Brasil untuk memecahkan tradisi keterlambatan negosiasi tampaknya tertunda. Draf kesepakatan baru yang seharusnya dirilis Rabu tidak kunjung terbit dan diperkirakan baru muncul Kamis.

Pertemuan ini mempertemukan hampir 200 negara untuk memperkuat aksi multilateral menahan laju pemanasan global meski tanpa kehadiran Amerika Serikat sebagai penghasil emisi historis terbesar.

BACA JUGA  WHO: Krisis Iklim Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Manusia

Namun, perbedaan pandangan masih tajam, khususnya terkait usulan pembuatan “peta jalan” transisi global menjauhi bahan bakar fosil sumber utama emisi pemanas bumi.

COP30 UNFCCC digelar 6-21 November 2025, namun kegiatan sudah selesai pada 17-19 November dengan pulangnya para delegasi. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa

RAKSASA Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Piala Super Eropa setelah mengalahkan Aston Villa 2-1 di Red Bull Arena, Salzburg, Austria pada Kamis dini hari WIB. Kedua gol PSG…

Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Penista Agama

SEBANYAK empat orang ditetapkan jadi tersangka dalam kasus penistaan agama saat konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara (Jakut). Menurut Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, keempatnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

  • August 14, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

  • August 14, 2026
IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

  • August 14, 2026
Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

  • August 14, 2026
Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman