Operasi Merah Putih Ungkap Perambahan di Seblat

Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum) terus memperkuat Operasi Merah Putih di Lanskap Seblat, Bengkulu.

Operasi ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden dan Menteri Kehutanan, termasuk setelah Wakil Menteri Kehutanan meninjau koridor gajah Seblat dari udara pada 4 November 2025.

Kawasan tersebut dipastikan harus kembali berfungsi sebagai koridor utama Gajah Sumatera dan penyangga kehidupan masyarakat sekitar.

Sejak digelar pada 2 November 2025, tim gabungan Gakkumhut Sumatera, Balai Besar TNKS, BKSDA Bengkulu, dan Dinas LHK Bengkulu/Upt KPH Bengkulu Utara mengidentifikasi sekitar 6.000 hektare area terindikasi perambahan.

Dari luasan itu, sekitar 2.390 hektare telah berhasil dikuasai kembali melalui tindakan lapangan, termasuk perobohan 59 pondok perambah, pemusnahan sekitar 7.000 batang sawit ilegal, perusakan jembatan liar, pemasangan 27 plang larangan, hingga penangkapan satu alat berat beserta empat orang pada Jumat (14/11).

BACA JUGA  Kemenhut Tangani Kayu Hanyutan Pascabencana di Tiga Provinsi

Salah satu yang ditangkap diketahui berperan sebagai pemborong pembukaan lahan.

Alat berat disita

Alat berat tersebut diduga digunakan untuk membuka dan memperluas area perambahan. Penindakan ini menegaskan bahwa operasi tidak hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi juga jaringan pemodal dan aktor yang mengoperasikan perusakan hutan menggunakan modal besar.

Dalam aspek hukum, penyidik Ditjen Gakkum telah menetapkan SM, pemilik lahan ilegal, sebagai tersangka. Pemeriksaan saksi, penyitaan barang bukti, olah TKP, dan permintaan keterangan ahli terus dilakukan. Tersangka kini ditahan di Rutan Cabang Polda Bengkulu, sementara berkas perkara disiapkan untuk diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

Penyidik juga tengah menelusuri mata rantai kepemilikan lahan, termasuk pihak yang memperjualbelikan lahan hutan, pemilik-pemilik lainnya, serta aktor yang membangun akses jalan menggunakan alat berat.

BACA JUGA  Kemenhut Bidik Jaringan Kejahatan Hutan di Sumut

Pemeriksaan terhadap pekerja, pemilik lahan lain, dan pihak penghubung terus dilakukan untuk memetakan peran pemilik modal dan penyedia alat berat yang mengendalikan perambahan.

Selain penindakan, Ditjen Gakkum menerapkan pendekatan persuasif kepada masyarakat yang kooperatif. Tiga warga telah menandatangani pernyataan menyerahkan kembali lahan kepada pemerintah.

Aparat juga meminta keterangan perangkat desa untuk memperjelas status penguasaan lahan dan alur transaksi yang terjadi. Penindakan dipastikan tidak menyasar masyarakat kecil yang bersedia bekerja sama.

Operasi Merah Putih Seblat terus berlanjut

Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa Operasi Merah Putih Seblat menargetkan pemilik lahan, pemodal, dan pengendali alat berat sebagai pelaku utama perusakan hutan.

BACA JUGA  Kemenhut Kembangkan Sistem Peringatan Dini Deforestasi AI

“Kami tidak akan mentoleransi praktik jual beli kawasan hutan negara dalam bentuk apa pun. Koridor Seblat harus tetap terjaga sebagai habitat penting Gajah Sumatera dan benteng ekologis bagi generasi mendatang,” tegasnya, Sabtu (15/11).

Selain penegakan pidana, Ditjen Gakkum juga menyiapkan sanksi administratif bagi pemegang perizinan yang melanggar aturan kehutanan, serta opsi penegakan hukum perdata untuk memastikan pemulihan kawasan.

Kementerian Kehutanan akan melanjutkan operasi pengamanan dan pemulihan Lanskap Seblat secara terpadu. (*/S-01)

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

KABAR duka menghampiri bangsa Indonesia dan PDI Perjuangan. Putra dari Presiden pertama RI, Soekarno yang juga adik dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta pendiri dari Sanggar Seni Mahardhika, Guruh…

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

WAKIL Presiden Gibran Rakabuming mengatakan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menangani kondisi para pengungsi korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Hal itu diungkapkan Wapres…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

  • September 25, 2026
Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

  • September 25, 2026
Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok  Dipenuhi

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks