Haruni Krisnawati: Pasar Karbon Harus Inklusif dan Berbasis Sains

DELEGASI Republik Indonesia melalui Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan mekanisme pasar karbon global yang adil, inklusif, dan berbasis sains dalam pembahasan Pasal 6.4 Perjanjian Paris pada Sidang CMA7 COP30 di Belém, Brasil.

Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, Haruni Krisnawati, dalam intervensinya menekankan pentingnya agar mekanisme Artikel 6.4 menjamin integritas lingkungan berjalan adil tanpa mengorbankan partisipasi negara berkembang, khususnya di sektor berbasis alam seperti kehutanan, lahan gambut, dan mangrove.

“Kami mendukung integritas lingkungan, tetapi aturan yang terlalu kaku seperti penyesuaian otomatis baseline atau standar kebocoran global berpotensi menegasikan inisiatif berbasis alam yang justru menjadi tulang punggung mitigasi perubahan iklim,” ujar Haruni, Rabu (12/11).

Haruni menambahkan, Indonesia mendorong agar penerapan aturan berbasis sains tetap mempertimbangkan keadilan dan keterjangkauan, sehingga semua negara dapat berkontribusi secara efektif terhadap mitigasi iklim global.

BACA JUGA  100 Negara Sepakat Percepat Aksi Iklim Global

Pokok Intervensi Indonesia di Sidang Artikel 6.4

Dalam agenda pembahasan Laporan Badan Pengawas (Supervisory Body) untuk Mekanisme Pasal 6.4, Indonesia mengajukan sejumlah masukan penting yang juga mendapat dukungan dari Kosta Rika, Brasil, Norwegia, dan Inggris, di antaranya:

  1. Revisi Standar Baseline dan Penyesuaian Otomatis (Downward Adjustment)- Indonesia menilai penurunan baseline tahunan otomatis sebesar 1% dapat membuat proyek REDD+, restorasi ekosistem, dan karbon biru menjadi tidak layak secara ekonomi.
  2. Pendekatan Berbasis Sains untuk Penilaian Kebocoran-Indonesia meminta metodologi global yang realistis, terutama bagi kegiatan berbasis alam.
  3. Perlindungan Kegiatan Berbasis Lahan – Indonesia menegaskan agar aturan pasca-krediting dan Risk Tools tidak menegasikan proyek kehutanan, lahan, dan mangrove.
  4. Keterlibatan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (IPLCs)-Indonesia mendorong proses konsultasi diperpanjang dan dilakukan secara inklusif serta transparan.
  5. Penguatan Pendanaan dan Alih Teknologi-Indonesia menyerukan dukungan capacity building agar negara berkembang dapat berpartisipasi aktif dalam mekanisme karbon global.
BACA JUGA  Trump Dikecam Pemimpin Dunia Jelang KTT Iklim COP30

Inklusif  dan berbasis sains

Sebagai negara kepulauan megadiversitas, Indonesia juga menekankan pentingnya solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions) dan karbon biru dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove dan gambut sebagai bagian penting dari target mitigasi global.

Sidang yang digelar Selasa (11/11) tersebut merupakan bagian dari pembahasan laporan tahunan keempat Supervisory Body untuk Mekanisme Pasal 6.4 pada Konferensi Para Pihak (COP30). Diskusi masih akan berlanjut untuk menyepakati rekomendasi final yang diajukan.

Intervensi Indonesia ini sejalan dengan agenda strategis FOLU Net Sink 2030, yang menargetkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya menjadi penyerap karbon bersih pada tahun 2030.

“Perjuangan ini harus terus disuarakan. Indonesia akan terus memperjuangkan aturan yang seimbang, dapat diterapkan, dan menjamin keadilan bagi semua pihak, terutama negara berkembang yang berkontribusi besar bagi iklim dunia,” tegas Haruni. (*/S-01)

BACA JUGA  Indonesia Siap Pimpin Aksi Iklim Global di COP30

Siswantini Suryandari

Related Posts

111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia

BENCANA gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4  mengguncang Kolombia bagian barat pada Senin waktu setempat. Akibatnya sebanyak 111 orang tewas  dalam bencana tersebut. Menurut Kolombia, Presiden Abelardo De la Espriella, pihaknya…

Jumlah Korban Meninggal saat Gempa di Jepang Jadi 38 Orang

GEMPA bumi bermagnitudo 7,1 yang melanda Jepang, pekan lalu, masih menyisakan duka. Ribuan warga disebut masih bertahan di tempat-tempat pengungsian. Sementara itu, jumlah korban tewas meningkat menjadi 38 orang. Menurut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara