
SEKRETARIS Eksekutif Perubahan Iklim PBB, Simon Stiell, menyerukan percepatan aksi iklim di Amazon secara global menjelang Konferensi Iklim PBB (COP30) yang akan digelar di Belém, Brasil, 10-21 November 2025.
Dalam pernyataannya pada Minggu (9/11), Stiell menegaskan bahwa Perjanjian Paris telah menunjukkan kemajuan nyata, namun langkah dunia perlu dipercepat, khususnya di kawasan Amazon yang menjadi paru-paru bumi.
“Kerusakan akibat perubahan iklim sudah terjadi dari Badai Melissa yang melanda Karibia, Topan super yang menghantam Vietnam dan Filipina, hingga tornado yang menerjang Brasil Selatan,” kata Stiell.
Ia menegaskan, COP30 harus menghasilkan tiga hal penting. Pertama, memberikan sinyal kuat bahwa semua negara berkomitmen penuh terhadap kerja sama iklim, dengan menyepakati hasil konkret di seluruh isu utama.
Kedua, mempercepat implementasi kebijakan iklim lintas sektor dan lintas ekonomi.
Ketiga, memastikan aksi iklim terhubung langsung dengan kehidupan masyarakat, agar manfaatnya bisa dirasakan nyata mulai dari pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, udara bersih, kesehatan, hingga energi terjangkau dan berkelanjutan.
“Ini adalah COP keempat saya sejak menjabat. Dalam setiap konferensi, negara-negara selalu mampu mengatasi perbedaan dan mencapai kesepakatan,” ujarnya.
Stiell menutup pesannya dengan dorongan tegas: “Sekarang, mari kita lanjutkan pekerjaan ini.” (*/S-01)









