Indonesia Pimpin Pasar Karbon Berintegritas Tinggi

MENTERI Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan komitmen Indonesia untuk memimpin kerja sama global dalam membangun pasar karbon berintegritas tinggi sebagai solusi menuju ekonomi hijau berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam High-Level Roundtable at Sustainable Business COP30 (SBCOP) bertajuk “Advancing Indonesia’s High-Integrity Carbon Market: Toward a Green, Resilient, and Inclusive Future” di São Paulo, Brasil.

Forum ini diinisiasi oleh Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dan dihadiri oleh pejabat tinggi Indonesia serta perwakilan organisasi internasional seperti Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM). Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat diplomasi iklim Indonesia menjelang COP30 di Belém, Brasil.

Pasar karbon berintegritas tinggi

Dalam sambutannya, Hanif menyampaikan bahwa Indonesia kini memasuki babak baru pengelolaan karbon melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

BACA JUGA  Olimpiade 2024 Paris Masuki Hari Keempat, Ada Lima Wakil Indonesia Berlaga Hari Ini

Regulasi tersebut memperluas mekanisme perdagangan karbon nasional, termasuk pasar karbon sukarela, dan membuka peluang kolaborasi internasional berbasis integritas dan transparansi.

“KLH/BPLH berkomitmen memastikan setiap unit kredit karbon Indonesia memiliki nilai lingkungan yang nyata, terverifikasi, dan berintegritas tinggi. Ini bukan sekadar mekanisme pasar, melainkan jembatan hijau yang menghubungkan Indonesia dengan dunia,” ujar Hanif.

Sebagai tindak lanjut kebijakan NEK, Indonesia telah membuka perdagangan karbon sukarela internasional melalui Mutual Recognition Agreements (MRA) dengan lima lembaga kredit independen dunia, yakni Gold Standard for Global Goals, Global Carbon Council (GCC), Plan Vivo, Verra, dan Puro Earth.

Langkah ini memperluas ruang aksi mitigasi berbasis alam (nature-based) dan teknologi (technology-based), sekaligus memperkuat daya saing pasar karbon nasional di tingkat global.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menekankan pentingnya kemitraan global dan kepastian kebijakan untuk mendorong investasi karbon berintegritas.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Siap Menyambut Paus Fransiskus

“Indonesia membuka diri bagi investasi karbon internasional yang berlandaskan transparansi dan kredibilitas. Nilai ekonomi karbon harus memberi manfaat finansial sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

“Kegiatan ini adalah langkah nyata Indonesia membangun jembatan hijau antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas global,” tambahnya.

Undang investor dan pelaku pasar global

KLH/BPLH juga mengundang investor dan pelaku usaha global bergabung dalam Paviliun Indonesia di COP30 Belém, yang akan menampilkan forum seller meets buyer untuk mempertemukan penyedia dan pembeli kredit karbon berintegritas tinggi.

Sekitar 90 juta ton CO ekuivalen (COe) potensi kredit karbon dari sektor kehutanan, energi, industri, dan pengelolaan limbah akan dipresentasikan dalam paviliun tersebut mulai Senin (10/11/2025). Paviliun Indonesia akan menjadi etalase diplomasi hijau nasional, menampilkan proyek, mitra, dan inovasi berkelanjutan.

Selain itu, selama rangkaian COP30, KLH/BPLH memperkuat kerja sama bilateral melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan The Royal Foundation dan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Department for Energy Security and Net Zero (DESNZ) Inggris, untuk memperluas akses pendanaan serta transfer teknologi hijau.

BACA JUGA  Pokja UII Desak Indonesia Keluar dari BoP Bentukan Trump

“Pasar karbon bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi wujud kepemimpinan Indonesia dalam menghadirkan solusi nyata terhadap perubahan iklim global. Melalui kerja sama lintas negara, kita memperkuat kepercayaan dunia terhadap sistem karbon Indonesia,” tegas Hanif.

Dengan kehadiran aktif di COP30, KLH/BPLH menegaskan posisi Indonesia sebagai pembangun jembatan hijau dunia, memperkuat diplomasi iklim, membuka peluang investasi hijau, dan menempatkan Indonesia di garis depan transisi menuju ekonomi rendah emisi dan berkelanjutan. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah mengusulkan satu nama untuk calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Usulan itu sudah disampaikan melalui Surat Presiden ke pimpinan DPR…

Sambut HUT RI, KAI Logistik  Hadirkan Promo ‘Merdeka Ongkir’

UNTUK menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, BUMN logistik ini kembali menghadirkan promo spesial bertajuk ‘Merdeka Ongkir’. Melalui program itu, KAI Logistik (Kalog)  mengajak masyarakat merayakan momen kemerdekaan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

  • August 11, 2026
Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

  • August 11, 2026
Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

Dieng Culture Festival 2026 Siap Beri Pengalaman Berbeda

  • August 11, 2026
Dieng Culture Festival 2026 Siap Beri Pengalaman Berbeda

Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

  • August 11, 2026
Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

Ketua Majelis Hakim Ikuti Pelatihan, Sidang Putusan Bupati Ponorogo Nonaktif Ditunda

  • August 11, 2026
Ketua Majelis Hakim Ikuti Pelatihan, Sidang Putusan Bupati Ponorogo Nonaktif Ditunda

111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia

  • August 11, 2026
111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia