Ironi Donggala; Sawit Melimpah, Tapi Jalan Rusak dan Lahan Bermasalah

KEBUN sawit di Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, membentang luas sejauh mata memandang. Tapi di balik hijaunya perkebunan, tersimpan persoalan klasik yang terus menghantui warga: jalan rusak, sengketa lahan, dan harga pupuk yang melambung.

Itulah temuan Tim 2 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Kecamatan Rio Pakava, Sabtu (9/11). Dalam forum tersebut, pemerintah kecamatan, perangkat desa, kelompok tani, dan masyarakat transmigran duduk bersama membahas masa depan ekonomi wilayah yang sebenarnya kaya potensi itu.

Kepala Desa Bukit Indah, Sukarjoni, menuturkan bahwa ketidakpastian lahan dan rusaknya infrastruktur menjadi hambatan utama perkembangan ekonomi masyarakat transmigran.

“Permasalahan infrastruktur jalan harus diperhatikan dan diprioritaskan. Kalau jalan dan sertifikat lahan belum beres, investor tidak akan berani masuk. Padahal potensi sawit di sini luar biasa, tapi kondisi jalannya bikin rugi,” ujarnya.

BACA JUGA  Gubernur Jateng Pastikan tidak Akan Ada Lagi Jalan Rusak di Akhir 2025

Jalan berlubang dan jembatan rusak membuat biaya angkut tandan buah segar (TBS) melonjak. Akibatnya, harga sawit di Rio Pakava jauh di bawah harga di Sumatera atau Kalimantan.

Bibit Cabutan dan Pupuk Selangit

Infrastruktur di Donggala butuh perhatian. (Dok.Ist)

Masalah lain yang mencuat dalam FGD adalah penggunaan bibit sawit non-sertifikasi. Sekitar 40 persen tanaman sawit di wilayah ini berasal dari bibit cabutan yang disemai secara sederhana, sehingga produktivitasnya rendah.

Tak hanya itu, para petani juga mengeluhkan harga pupuk yang selangit. Menurut Widayat, A.Md. dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rio Pakava, para petani sawit belum bisa menikmati pupuk bersubsidi.

“Harga sawit di sini paling rendah, tapi harga pupuk paling mahal. Kami berharap ada perubahan regulasi soal pupuk subsidi supaya lebih adil,” katanya.

BACA JUGA  Gubernur Jateng Minta Perbaikan Jalan Dikebut dalam Dua Pekan

Solusi jangka panjang

Meski menghadapi banyak tantangan, semangat masyarakat Rio Pakava tak surut. Mereka tetap berupaya mengelola lahan sambil mencari solusi jangka panjang.

Sebagai bagian dari riset lapangan, Tim Ekspedisi Patriot UNDIP juga mengambil sampel tanah untuk diuji di laboratorium. Tujuannya, mencari tahu jenis tanaman lain yang cocok dikembangkan di kawasan ini.

Tim yang dipimpin oleh Muhammad Iqbal Fauzan, S.P., M.Si. dan beranggotakan mahasiswa serta alumni UNDIP dari berbagai disiplin ilmu itu berkomitmen menyusun data ilmiah yang bisa dijadikan dasar kebijakan oleh pemerintah.

Menuju Ekonomi Lokal Berkelanjutan

Menurut Iqbal, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mempertemukan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah.

“Kami ingin kawasan transmigrasi Rio Pakava tumbuh menjadi pusat ekonomi baru berbasis potensi lokal, khususnya komoditas pertanian unggulan,” jelasnya.

BACA JUGA  MTI Nilai Mangkraknya Perumahan Subsidi karena Jauh dari Akses Transportasi

Program Ekspedisi Patriot Unsipsendiri merupakan bentuk pengabdian masyarakat berbasis riset. Kegiatan ini mendukung tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). (Htm/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sejumlah Pohon di Sleman Bertumbangan akibat Hujan Deras

KEPALA Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Haris Martapa membenarkan hujan deras yang disertai angin kencang pada Rabu sore menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Dikatakan Haris, di Niten, Nogotirto, Gamping, Sleman akibat hujan…

Gubernur Jabar Bakal Tindak Ormas Penguasa Perlintasan Kereta

SAAT menyikapi permasalahan banyaknya palang pintu lintasan rel kereta api yang dikuasai oleh organisasi kemasyarakatan (Ormas), Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mengaku akan menindak secara tegas. “Pemerintah akan menindak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

  • April 30, 2026
Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

  • April 30, 2026
Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

Marc Klok Bertekad Bawa Persib Menangi Laga Kontra Bhayangkara FC

  • April 30, 2026
Marc Klok Bertekad Bawa Persib Menangi Laga Kontra Bhayangkara FC

Mengenal Lalat Capung, Serangga Bersayap Tertua di Bumi

  • April 30, 2026
Mengenal Lalat Capung, Serangga Bersayap Tertua di Bumi

Imbangi Atletico di Madrid, Arsenal di Atas Angin

  • April 30, 2026
Imbangi Atletico di Madrid, Arsenal di Atas Angin

Bekuk Persik Kediri, Borneo Rebut Posisi Puncak

  • April 29, 2026
Bekuk Persik Kediri, Borneo Rebut Posisi Puncak