
KEMENTERIAN Agama Sumatra Utara menegaskan kasus penganiayaan yang menewaskan Arjuna Tamaraya di Masjid Agung Sibolga murni tindakan kriminal, bukan SARA.
Kepala Kanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi mengapresiasi langkah cepat Polres Sibolga dalam mengusut kasus ini dan mengimbau masyarakat tidak terprovokasi isu liar demi menjaga kondusivitas wilayah.
Menurut Qosbi, tindakan hukum yang tegas terhadap para pelaku merupakan langkah tepat untuk mencegah munculnya informasi liar di masyarakat. “Kasus ini sudah viral dan dikhawatirkan menimbulkan kesalahpahaman. Karena itu, tindakan cepat kepolisian patut diapresiasi,” ujarnya di Sibolga, Kamis (6/11/2025).
Ia datang langsung ke Polres Sibolga dan meninjau lokasi kejadian untuk mendapatkan gambaran lengkap sebelum melaporkan perkembangan kasus tersebut ke Kementerian Agama di Jakarta.
“Atas nama Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum Arjuna Tamaraya. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya.
Qosbi menegaskan, koordinasi dengan kepolisian dilakukan agar peristiwa tersebut tidak dipelintir dengan narasi yang menyesatkan.
“Koordinasi ini penting agar kita mendapatkan informasi valid, sehingga kabar liar di media sosial bisa ditepis. Pihak kepolisian juga telah mengamankan para pelaku dan sedang memproses kasus ini secara terbuka,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan data kepolisian, korban merupakan warga Kabupaten Tapanuli Tengah dan masih memiliki ibu.
“Jadi tidak benar isu bahwa korban berasal dari luar daerah atau yatim piatu. Ini murni tindak kriminal tanpa unsur SARA,” tegasnya.
Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta menyampaikan terima kasih atas dukungan Kemenag Sumut dan para tokoh agama.
“Kami berharap kerja sama antara Polres Sibolga dan Kemenag terus terjalin untuk menjaga keamanan dan memperkuat kebersamaan antarumat beragama di Sibolga,” ujar Kapolres.
Usai meninjau lokasi, Qosbi bersama jajaran Kemenag dan Polres Sibolga mengunjungi keluarga korban serta memberikan tali asih sebagai bentuk belasungkawa.
Sebagai wujud solidaritas, para tokoh agama juga menggelar Doa Arwah di Masjid Agung Sibolga pada Kamis malam (6/11) untuk mendoakan almarhum. (*/S-01)









