Daun Mengkudu Jadi Pengganti Antibiotik Ayam Broiler

MUSTOFA Hilmi berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Peternakan di Fakultas Peternakan UGM melalui disertasinya berjudul  “Biosintesis Nanopartikel Perak (AgNPs) Menggunakan Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia Linn) sebagai Feed Additive Ayam Broiler”.

Hasil serangkaian penelitian yang dilakukannya membuktikan nanopartikel perak hasil ekstraksi daun mengkudu berpotensi menjadi alternatif pengganti antibiotik pada ayam broiler.

Penelitian ini menjawab tantangan global terhadap pelarangan penggunaan antibiotik sintetik dalam pakan ternak akibat isu resistensi antimikroba.

Hasil tiga tahap penelitian, yakni mulai dari biosintesis, uji antimikroba secara in vitro, hingga aplikasi in vivo, Mustofa berhasil menyodorkan nanopartikel perak berukuran rata-rata 84,78 nm yang stabil selama tujuh minggu penyimpanan.

BACA JUGA  Fakultas Peternakan UGM Beri Penghargaan Insan Berprestasi 2024

Hasil uji menunjukkan bahwa AgNPs mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Salmonella typhimurium tanpa mengganggu keberadaan bakteri baik (Lactobacillus spp.) dalam saluran pencernaan ayam.

Pemberian AgNPs dosis 6 ppm dalam air minum ayam broiler meningkatkan populasi bakteri menguntungkan, memperbaiki kesehatan usus, serta meningkatkan pertambahan bobot badan dan efisiensi pakan.

“Konsentrasi 6 ppm merupakan dosis optimal yang dapat meningkatkan performa pertumbuhan ayam tanpa menimbulkan residu berbahaya,” jelas Mustofa dalam ujian disertasi, Rabu (5/11).

Meski demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa residu perak dalam daging dan hati ayam melebihi batas maksimum jika belum melalui masa henti konsumsi (withdrawal time) minimal lima hari.

BACA JUGA  25 Mahasiswa Fapet UGM Awasi Pemotongan Hewan Kurban

Dengan temuan ini, Mustofa menyimpulkan bahwa nanopartikel perak berbasis ekstrak daun mengkudu dapat menjadi alternatif alami pengganti antibiotik dalam industri perunggasan, asalkan diterapkan dengan dosis tepat dan memperhatikan waktu henti aman sebelum panen. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

UNIVERSITAS Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta mengumumkan lima nama yang masuk dalam daftar bakal calon rektor mereka untuk periode 2026–2030. Penetapan tersebut merupakan hasil dari tahap penjaringan bakal calon rektor, termasuk…

Korban Gempa Jepang Terus Bertambah

KORBAN jiwa dalam bencana gempa di Jepang terus bertambah. Hal itu karena belum semua gedung atau rumah-rumah yang roboh dibersihkan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Rabu, menyampaikan korban meninggal dunia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

  • July 29, 2026
Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

  • July 29, 2026
Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

  • July 29, 2026
Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

  • July 29, 2026
Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

Resmi Jadi Arsitek Prancis, Zidane Diharap Kembalikan Kejayaan Les Bleus

  • July 29, 2026
Resmi Jadi Arsitek Prancis, Zidane Diharap Kembalikan Kejayaan Les Bleus

OTT Bupati Pemalang Disebut Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

  • July 29, 2026
OTT Bupati Pemalang Disebut  Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan