Pembela HAM Johnson Panjaitan Tutup Usia

KABAR duka datang dari dunia advokasi dan hak asasi manusia (HAM) Indonesia. Advokat senior sekaligus Wakil Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Rumah Bersama Advokat (RBA), Johnson Sotarduga Panjaitan, meninggal dunia pada Minggu (26/10) pukul 07.33 WIB dalam usia 59 tahun.

Almarhum sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa hari terakhir sebelum tutup usia. Jenazah disemayamkan di Rumah Duka RSU UKI, Ruangan C, dan dimakamkan pada hari yang sama pukul 16.00 WIB.

Kabar meninggalnya Johnson cepat menyebar di kalangan advokat, aktivis, dan pembela HAM. Ia dikenal luas sebagai sosok konsisten, berani, dan teguh memperjuangkan keadilan serta kebenaran, bahkan dalam situasi penuh tekanan.

BACA JUGA  Robert Redford, Aktor dan Pendiri Sundance Festival Wafat

Ucapan Duka dan Penghormatan

Dalam pernyataan resminya, Dewan Pimpinan Nasional Peradi RBA menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Johnson Panjaitan yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam dunia advokasi dan penegakan hukum di Indonesia.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Advokat Senior dan Wakil Ketua Umum Peradi, Bapak Johnson Panjaitan. Semoga amal, jasa, dan pengabdian beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tulis DPN Peradi RBA, Senin (27/10).

Johnson Panjaitan Sosok Pembela HAM dan Lingkungan

Organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) juga mengenang Johnson sebagai tokoh yang tidak hanya peduli pada isu keadilan sosial, tetapi juga pada lingkungan hidup dan hak masyarakat adat.

BACA JUGA  Penyanyi Puput Novel Meninggal Dunia

“Bang Johnson sepanjang hidupnya mendedikasikan diri pada kerja-kerja pembelaan hak asasi manusia dan lingkungan. Beliau pernah menjadi Dewan Nasional WALHI periode 2002–2005,” tulis WALHI dalam pernyataannya.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengenang Johnson sebagai figur tangguh, berani, dan berintegritas tinggi. Ia bercerita pertemuannya dengan Johnson terjadi sejak masa awal reformasi.

“Saya mengenal Johnson ketika masih menjadi aktivis mahasiswa Universitas Trisakti. Saat itu kami meminta PBHI membantu pengusutan penembakan mahasiswa Trisakti, 12 Mei 1998. Saya masih ingat, Johnson sedang menggelar konferensi pers membela Xanana Gusmao agar tahanan politik itu dibebaskan,” kenang Usman, dikutip dari media sosialnya.

Kepergian Johnson Panjaitan meninggalkan duka mendalam bagi dunia advokasi Indonesia. Ia dikenang sebagai pembela HAM dan keadilan yang berprinsip, gigih, dan berdedikasi hingga akhir hayatnya. (*/S-01)

BACA JUGA  Ingin Kuasai Mobil Korban Jadi Motif Pembunuhan Advokat di Cilacap

Siswantini Suryandari

Related Posts

Desi Safitri Raih IPK 3,95, Jadi Lulusan Terbaik S1 UNY

MAHASISWI  Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA, Desi Safitri, meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, 3,95. Capaian tersebut mengantarkannya sebagai wisudawan dengan IPK tertinggi jenjang Sarjana di Universitas Negeri…

KAI Logistik Perkuat Keamanan Angkutan B3 Lewat Kereta Api

KAI Logistik terus mengoptimalkan aspek keamanan dan keselamatan dalam pengangkutan komoditas khusus, termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Layanan ini menjadi alternatif distribusi B3 yang terstandar dan dikelola ketat sesuai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Desi Safitri Raih IPK 3,95, Jadi Lulusan Terbaik S1 UNY

  • February 13, 2026
Desi Safitri Raih IPK 3,95, Jadi Lulusan Terbaik S1 UNY

Prof Noorhaidi Siap Bawa UIN Sunan Kalijaga Bereputasi Global

  • February 12, 2026
Prof Noorhaidi Siap Bawa UIN Sunan Kalijaga Bereputasi Global

Sultan Minta Kepala DPMPTSP DIY Ubah Gaya Kepemimpinan

  • February 12, 2026
Sultan Minta Kepala DPMPTSP DIY Ubah Gaya Kepemimpinan

Tolak Keterangan Kusnadi, Khofifah Bantah Terima Fee Ijon Hibah

  • February 12, 2026
Tolak Keterangan Kusnadi, Khofifah Bantah Terima Fee Ijon Hibah

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Tasikmalaya Naik

  • February 12, 2026
Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Tasikmalaya Naik

UGM Gandeng NVIDIA dan Indosat untuk Kembangkan Riset

  • February 12, 2026
UGM Gandeng NVIDIA dan Indosat untuk Kembangkan Riset