PBB Desak Semua Perlintasan ke Gaza Dibuka Segera

RIBUAN warga Gaza yang mengungsi memadati jalan utama menuju utara pada Jumat (10/10), setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas dilaporkan mulai berlaku.

Di tengah situasi itu, tim bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menyerukan agar seluruh perlintasan menuju Gaza segera dibuka untuk mencegah krisis kelaparan semakin meluas.

“Masih sangat sedikit informasi mengenai detail dan implementasi perjanjian ini. Namun, kami mendesak agar seluruh perbatasan ke Gaza dibuka segera agar bantuan kemanusiaan bisa masuk,” ujar Juliette Touma, Direktur Komunikasi UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan seiring laporan bahwa pasukan Israel mulai mundur dari sejumlah wilayah Gaza, sesuai perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat, Qatar, dan Turki di Mesir pekan ini.

BACA JUGA  Konflik Thailand-Kamboja Dikhawatirkan Ganggu Stabilitas Kawasan

Touma menegaskan bahwa pasokan pangan dari UNRWA sangat penting untuk mencegah kelaparan massal. Sementara itu, UNICEF melaporkan sedikitnya 50.000 anak berisiko tinggi mengalami malnutrisi akut dan membutuhkan penanganan segera.

“Dengan adanya gencatan senjata, kami berharap bisa segera memberikan perawatan yang mereka butuhkan,” kata Ricardo Pires, juru bicara UNICEF.

Kepala bantuan kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, menambahkan bahwa seluruh lembaga kemanusiaan PBB telah dimobilisasi untuk mempercepat distribusi bantuan ke Gaza. ”

Perlintasan di Gaza dibuka untuk distribusi logistik

Ia menekankan peran penting UNRWA dalam penyaluran logistik, sejalan dengan mandat PBB dalam rencana perdamaian 20 poin Presiden AS Donald Trump yang mulai dijalankan.

BACA JUGA  Hari Perdamaian Internasional, PBB Ingatkan Krisis Global

Meski demikian, laporan dari lapangan menyebutkan baku tembak dan serangan udara masih terjadi pada Jumat pagi, menandakan gencatan senjata belum sepenuhnya efektif.

UNICEF menyampaikan bahwa tim mereka masih bisa melakukan misi penyelamatan di Gaza City pada Kamis (9/10) untuk mengevakuasi dua bayi dalam inkubator.

“Tim kami harus menunggu 15 jam untuk mendapat akses karena situasi di lapangan masih sangat tidak stabil,” ungkap Pires.

UNRWA juga melaporkan bahwa lebih dari 370 staf mereka tewas sejak konflik meletus pada 7 Oktober 2023 — jumlah korban tertinggi yang pernah dialami PBB sepanjang sejarahnya.

Sementara itu, juru bicara WHO, Christian Lindmeier, menegaskan perlunya akses kemanusiaan tanpa hambatan di semua jalur serta evakuasi medis mendesak dari Gaza ke Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

BACA JUGA  Lagi, Serangan Israel Menewaskan Puluhan Warga Gaza

PBB menyebut telah menyiapkan 170.000 ton makanan, obat-obatan, dan bantuan logistik lainnya untuk disalurkan ke Gaza, dengan target menjangkau 2,1 juta penduduk serta 500.000 orang yang memerlukan bantuan gizi darurat. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

PERSEBAYA Surabaya benar-benar tidak kenal belas kasihan. Betapa tidak? Saat bertandang ke Semen Padang dalam lanjutan Super League di Stadion Haji Agus Salim, Padang pada Jumat (15/5) sore WIB, Bajul…

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

KANTOR Imigrasi Yogyakarta di Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA (Yogyakarta International Airport) menggagalkan keberangkatan tiga orang yang diduga akan akan berangkat haji tanpa melalui prosedur resmi atau nonprosedural. Ketiga orang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sebagian Wilayah RI Diprediksi Diguyur Hujan Hari ini

  • May 16, 2026
Sebagian Wilayah RI Diprediksi Diguyur Hujan Hari ini

Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

  • May 15, 2026
Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

  • May 15, 2026
Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

  • May 15, 2026
Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

  • May 15, 2026
Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

  • May 15, 2026
Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam