Job Hugging Jadi Jalan Aman di Tengah Krisis Kerja

FENOMENA  job hugging atau kecenderungan bertahan di satu pekerjaan meski sudah kehilangan minat kini banyak dialami pekerja di Indonesia. Tekanan ekonomi, ancaman PHK massal, dan ketidakpastian lapangan kerja membuat banyak orang memilih tetap bertahan demi keamanan finansial.

Guru Besar Fisipol UGM sekaligus pengamat ketenagakerjaan, Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi, M.A., menilai fenomena ini bukan hal baru. “Mencari pekerjaan baru memiliki risiko tinggi, maka mereka cenderung memilih bertahan,” ujarnya dikutip dari lamam UGM.

Menurutnya, stabilitas finansial menjadi alasan utama pekerja enggan keluar dari pekerjaan meski situasi kerja tidak ideal. Ia mengibaratkan kondisi ini dengan pepatah: “Berharap burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan.”

BACA JUGA  UGM Siapkan Kuota 1.221 Mahasiswa Baru Lewat Jalur IUP Gelombang II

Tadjuddin menjelaskan, lima tahun terakhir kondisi pasar kerja semakin tidak menentu. Angka pengangguran di Indonesia tercatat 7,4 persen—tertinggi di Asia Tenggara—dan mayoritas berasal dari kelompok usia 15–24 tahun. Tingginya pengangguran membuat serapan tenaga kerja baru, termasuk fresh graduate, kian terhambat.

Sebagai jalan keluar, banyak pekerja memilih menambah pemasukan lewat pekerjaan sampingan seperti freelance atau bisnis kecil, ketimbang melepaskan pekerjaan utama yang sudah pasti.

“Lebih baik bertahan dengan pekerjaan yang ada sekarang, sambil mencari tambahan penghasilan daripada mengambil keputusan berisiko tinggi,” pungkasnya.

BACA JUGA  UGM Pastikan tidak Ada Penambahan Kuota Mahasiswa Baru

Siswantini Suryandari

Related Posts

Raih Peringkat AA/Stable dan Predikat Sehat, Kalog Perkuat Kepercayaan Pelanggan

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) kembali menegaskan fundamental bisnis yang kuat dengan meraih peringkat AA dengan prospek Stabil (Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) serta mempertahankan tingkat…

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

BANK Indonesia Tasikmalaya bersama pemerintah daerah di Priangan Timur meluncurkan aplikasi terbaru Sindang (Sinergi Data Ngahiji) Priangan Timur. Platform ini mengintegrasikan data harga dan pasokan pangan lintas daerah serta dilengkapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Villa Redam Perlawanan Perlawanan Indonesia All Stars

  • August 1, 2026
Villa Redam Perlawanan Perlawanan Indonesia All Stars

Juarai Grup B, Persebaya Ditunggu Arema di Semifinal

  • August 1, 2026
Juarai Grup B, Persebaya Ditunggu Arema di Semifinal

Shin Tae-yong Senang Persija Bisa Atasi PSMS Medan

  • August 1, 2026
Shin Tae-yong Senang Persija Bisa Atasi PSMS Medan

PSSI Gelar Piala Soeratin KU-13 dan KU-15, KONI Cianjur Beri Apresiasi

  • August 1, 2026
PSSI Gelar Piala Soeratin KU-13 dan KU-15, KONI Cianjur Beri Apresiasi

Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

  • July 31, 2026
Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

  • July 31, 2026
Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A