Menteri PKP Apresiasi Sosialisasi KUR Perumahan di Unpar

MENTERI Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi dukungan dari pihak Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) sebagai kampus pertama yang melaksanakan Sosialisasi Kredit Program Perumahan.

Dukungan dari kalangan akademisi ini tentu sangat dibutuhkan agar bisa mengedukasi berbagai kalangan terkait manfaat KUR Perumahan sehingga penyerapannya bisa segera terlaksana.

“Saya harap ada tindak lanjutnya dari kegiatan sosialisasi KUR Perumahan ini. Jadi kami akan berkoordinasi dengan seluruh ekosistem perumahan untuk terus melaksanakan Sosialisasi KUR Perumahan secara masif,” ungkap Menteri PKP Maruarar Sirait di Kampus Unpar Kota Bandung Sabtu (20/9).

Diskusi interaktif

Pada kunjungan kerjanya di Kota Bandung, Menteri PKP kali ini menghadiri Sosialisasi Program Permodalan UMKM (Membangun Hunian, Menggerakkan Usaha, Memajukan Indonesia) di Ruang Auditorium Gedung PPAG 2 Unpar.

Adapun peserta kegiatan ini yakni dari developer, kontraktor, pemilik toko bangunan dan UMKM. Dalam kegiatan tersebut juga ada diskusi yang interaktif dari peserta dengan kalangan perbankan yang mampu menjawab dengan benar memberi solusi yang baik.

BACA JUGA  Pembangunan Rumah Rakyat Bisa Pakai Lahan Sitaan Korupsi

Pada kegiatan itu, menteri juga mengajak dua orang pengembang muda yakni Wawan dan Angga untuk menceritakan kisah hidupnya dan memberikan tips agar para generasi muda bisa menjadi pengembang rumah yang sukses.

Tak hanya itu, Menteri PKP juga mengajak Rektor Unpar untuk memperkenalkan kepada para mahasiswa tentang pentingnya program perumahan dan belajar dari pengembang tentang properti.

“Terimakasih pada Rektor Unpar, Prof. Tri Basuki Joewono dan Ketua Umum Ikatan Alumni Unpar, Tracy Tardia. Pimpinan Bank BRI, BTN dan Bank bjb wilayah Jawa Barat (Jabar) yang telah membantu Kementerian PKP dalam mensosialisasikan berbagai manfaat Kredit Program Perumahan bagi masyarakat,” terang Maruarar Sirait

Evaluasi terukur

Menteri PKP juga menegaskan agar ada evaluasi terukur dari berbagai kegiatan sosialisasi KUR perumahan, misalnya berapa banyak transaksi setelah acara berlangsung dan tindak lanjutnya di lapangan,.bukan hanya sekedar ramainya peserta. Tapi bagaimana tindak lanjutnya berapa kontraktor, developer, yang bisa memanfaatkan KUR Perumahan ini sehingga UMKM di Jabar ini makin “berkibar dan menyala”. Jadi proses profiling atau mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang individu atau entitas sangat penting.

BACA JUGA  Bupati Samosir Usul 500 Unit Rumah Bersubsidi ke Kementerian PKP

“Adanya KUR Perumahan ini, merupakan terobosan dan wujud keberpihakan pemerintahan Presiden Prabowo kepada rakyat dan baru pertama kali dalam sejarah Indonesia,” tuturnya.

Menurutnya, kebijakan pembebasan biaya BPHTB dan PBG serta PPN DTP hingga Desember 2025, peningkatan kuota FLPP menjadi 350.000 unit, akan membantu masyarakat mengakses pembiayaan perumahan bersubsidi yang angsurannya terjangkau dan suku bunga kredit tetap selama masa tenor KPR. KUR Perumahan bunganya disubsidi oleh pemerintah 5 persen untuk developer, kontraktor dan UMKM yang sesuai persyaratan.

“Saya juga yakin adanya KUR ini bisa menggerakkan sektor ekonomi misalnya pembangunan 350.000 rumah subsidi yang kerja minimal 5 orang jadi ada 1,65 juta orang yang bekerja belum lagi ibu-ibu berdagang di sekitar proyek perumahan serta industri material bangunan dan transportasi,” jelasnya.

BACA JUGA  KPU Riau Gagas Gerakan Sosialisasi Serentak ke Pemilih Pemula

Dukung KUR Perumahan

Rektor Unpar Prof. Tri Basuki Joewono menyatakan, Unpar sangat mendukung adanya KUR Perumahan ini. Dirinya juga merasa bangga bahwa Menteri PKP sebagai alumni Unpar mampu memiliki kreatifitas, berkreasi dan berinovasi di sektor perumahan dan membuat program dan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat.

“Menteri PKP sebagai alumni Unpar mampu berinovasi dan berkreatifitas dalam sektor perumahan. Kami harap adanya KUR Perumahan ini bisa membawa langkah besar untuk memajukan dan membawa Indonesia lebih baik,” tandasnya. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

GEMPA bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi. Akibatnya banyak bangunan dan rumah warga rusak parah. Selain itu dua orang warga meninggal…

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

KANTOR Staf Kepresidenan (KSP) mengunjungi Heru Baskoro (84), putra tokoh perjuangan Sayuti Melik dan S.K. Trimurti, di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi Jawa Barat pada Jumat (14/8). Kunjungan tersebut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

  • August 15, 2026
Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

  • August 14, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

  • August 14, 2026
IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

  • August 14, 2026
Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean