Banding 12 Dokter Ditolak Soal Keanggotaan Kolegium Kesehatan

PENGADILAN Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menolak banding yang diajukan 12 dokter spesialis terkait Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1581/2024 tentang Keanggotaan Kolegium Kesehatan Indonesia periode 2024–2028. Putusan ini menguatkan keputusan sebelumnya yang juga menolak gugatan serupa.

Majelis hakim menilai Menteri Kesehatan memiliki kewenangan atributif untuk menetapkan anggota Kolegium Kesehatan Indonesia. Proses penetapan dinyatakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, dan Permenkes Nomor 12 Tahun 2024.

Hakim menegaskan independensi kolegium tetap terjaga meskipun anggotanya ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Kolegium tetap memiliki otonomi dalam menjalankan fungsi akademik, termasuk penyusunan standar kompetensi dan kurikulum pendidikan tenaga medis dan tenaga kesehatan.

BACA JUGA  Kemenkes Percepat Kedokteran Presisi Lewat BGSI

Dengan demikian, Keputusan Menkes mengenai keanggotaan Kolegium Kesehatan Indonesia periode 2024–2028 dinyatakan sah dan mengikat.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyambut baik putusan tersebut.

“Putusan ini menegaskan langkah Kementerian Kesehatan sudah sesuai aturan. Independensi kolegium tetap terjamin, sekaligus memastikan kolaborasi dengan pemerintah berjalan baik demi peningkatan mutu tenaga medis,” ujarnya di Jakarta, Kamis (18/9).

Menurut Aji, Kolegium Kesehatan Indonesia berperan penting menjaga kualitas dokter dan tenaga kesehatan melalui penyusunan standar kompetensi dan kurikulum pendidikan. Karena itu, Kemenkes berkomitmen terus mendukung peran kolegium dalam sistem kesehatan nasional.

Ia juga mengajak organisasi profesi, perguruan tinggi, dan rumah sakit memperkuat sinergi dengan kolegium. “Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci melahirkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berdaya saing global,” tambahnya.

BACA JUGA  SGN dan Kementan Tanam Bersama Tebu Bongkar Ratoon

Putusan PTUN Jakarta ini sekaligus menutup polemik hukum terkait keanggotaan Kolegium Kesehatan Indonesia periode 2024–2028. Pemerintah menegaskan akan terus menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kualitas dalam setiap kebijakan di bidang kesehatan. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemprov DKI Targetkan TPST Bantargebang Pulih dalam Sepekan

TEMPAT Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat ditargetkan bisa kembali pulih dalam sepekan setelah musibah longsor pada Minggu (8/3). Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta,…

JNE Gelar Content Competition untuk Jurnalis dan Umum

SAAT memasuki usia ke-35 tahun, JNE kembali menghadirkan JNE Content Competition 2026. Menurut Marketing Group Head JNE Eri Palgunadi, lomba kali ini merupakan tahun ke-13 penyelenggaraan. Kompetisi ini, kata dia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Serang Kilang Minyak Israel, Iran Tegas Tolak Diplomasi

  • March 10, 2026
Serang Kilang Minyak Israel, Iran Tegas Tolak  Diplomasi

FIFA Sebut tidak akan Tunda Jadwal Piala Dunia

  • March 10, 2026
FIFA  Sebut tidak akan Tunda Jadwal Piala Dunia

Pemprov DKI Targetkan TPST Bantargebang Pulih dalam Sepekan

  • March 10, 2026
Pemprov DKI Targetkan TPST Bantargebang Pulih dalam Sepekan

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Rumah Rihanna

  • March 10, 2026
Polisi  Tangkap Pelaku Penembakan Rumah Rihanna

Wakapolda DIY Cek Kesiapan Gerbang Tol Purwomartani

  • March 10, 2026
Wakapolda DIY Cek Kesiapan Gerbang Tol Purwomartani

JNE Gelar Content Competition untuk Jurnalis dan Umum

  • March 10, 2026
JNE Gelar Content Competition untuk Jurnalis dan Umum