
KOTA Bandung berduka atas kepergian seniman legendaris Acil Bimbo. Wali Kota Kota Bandung Muhammad Farhan berduka cita atas wafatnya Raden Darmawan Kusumawardhana Hardjakusumah atau yang akrab disapa Acil Bimbo, Senin (1/9) pukul 22.13 WIB di Bandung.
“Turut berduka cita atas meninggalnya Acil Bimbo. Semoga almarhum husnul khotimal dan keluarga diberikan ketabahan,” kata Farhan, Selasa (2/9).
Kepergian salah satu personel grup musik legendaris Bimbo ini meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi masyarakat luas yang tumbuh bersama lagu-lagu mereka.
Lahir di Bandung, 20 Agustus 1943, Acil dikenal luas sebagai bagian dari grup musik Bimbo bersama dua saudaranya, Sam dan Jaka, serta sang adik perempuan, Iin Parlina.
Bimbo telah menghiasi dunia musik Indonesia dengan karya-karya yang kuat secara lirik dan musikalitas, seringkali sarat pesan moral dan spiritual.
Beberapa lagu populer yang dibawakan oleh Bimbo antara lain “Tuhan”, “Sajadah Panjang” dan “Rindu Rasul”.
Tak hanya di dunia musik, Acil juga menunjukkan kiprah di dunia pendidikan dan sosial.
Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun 1974, dan melanjutkan pendidikan kenotariatan di kampus yang sama pada tahun 1994.
Selain bermusik, Acil juga dikenal aktif di berbagai kegiatan sosial dan budaya. Ia mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat Bandung Spirit pada tahun 2000 dan menjadi pembina di berbagai organisasi kemasyarakatan.
Kepergian Acil menjadi kehilangan besar bagi dunia seni dan budaya Indonesia. Ia adalah teladan seniman yang tidak hanya berkarya, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat dan bangsanya. (Rava/S-01)









