Polda Jateng Bubarkan Aksi Anarkis para Pendemo

AKSI unjuk rasa dan solidaritas yang digelar kelompok Anarko di depan Mapolda Jawa Tengah pada Jumat (29/8) sore berakhir ricuh. Untuk mengendalikan situasi dan melindungi keselamatan masyarakat sekitar, petugas pun terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur.

Awalnya, aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu berlangsung aman dan tertib. Massa menyampaikan orasi di depan Mapolda sebagai bentuk keprihatinan dan tuntutan keadilan atas tewasnya pengemudi ojol, Affan Kurniawan (20), dalam aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/8) malam.

Polda Jateng bersama Polrestabes Semarang pun menurunkan personel pengamanan tanpa tameng dari Sabhara serta jajaran Propam untuk mengawal jalannya aksi.

Pelemparan batu

Dok.ist

Namun, sekitar pukul 15.30 WIB situasi berubah ketika sekelompok pendemo anarkis dari kelompok anarko mulai melakukan pelemparan batu, petasan, bahkan bom molotov ke arah petugas.

Aksi tersebut memicu reaksi massa lain yang kemudian ikut melakukan tindakan anarkis, merusak fasilitas umum seperti pagar, lampu taman, dan pot bunga, lalu melemparkannya ke arah petugas di dalam Mapolda. Petugas berulang kali mengimbau melalui pengeras suara agar massa menghentikan aksi anarkis, namun tidak diindahkan.

BACA JUGA  1.117 Mahasiswa Praja IPDN Diterjunkan di Jateng

“Bahwa sore hari pihaknya telah menyiapkan pengamanan aksi unjuk rasa namun setelah kita lakukan pengamanan terhadap aksi unra ternyata bukan demo untuk menyampaikan aspirasi atau pendapat namun demo untuk melakukan anarkis terbukti saat kelompok tersebut datang berkumpul benyanyi langsung melakukan perilaku anarkis dengan melemparkan mercon dan melempar bom molotof yang mengenai Sebagian dari petugas pengamanan,” ujarnya Kabid Humas Kombes Pol Artanto dilokasi.

Gas air mata

Karena kondisi semakin membahayakan masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi, petugas akhirnya mengambil langkah tegas dengan menggunakan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan massa. Kericuhan membuat massa terpecah menjadi dua kelompok, sebagian bergerak ke arah selatan menuju Jalan Sriwijaya, sementara lainnya ke arah utara menuju depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

BACA JUGA  Tangkal Hoaks, Diskominfo dan Bawaslu Siap Awasi Konten Negatif

Untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, petugas lalu lintas melakukan pengalihan arus kendaraan dari Jalan Pahlawan ke jalur alternatif lain. Sementara itu di tengah lemparan batu dan benda-benda berbahaya, pasukan Dalmas tetap bertahan di sisi selatan dan utara Mapolda sembari terus menghimbau massa agar segera membubarkan diri.

Rusak fasilitas umum

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyayangkan aksi yang awalnya berjalan tertib berubah menjadi ricuh akibat adanya provokasi. Sekitar pukul 16.30 WIB, pasukan lintas ganti PHH Brimob Polda Jateng diterjunkan untuk mendorong massa hingga ke pertigaan Jalan Kusuma Wardani. Situasi akhirnya dapat dikendalikan pada pukul 18.00 WIB, setelah massa dibubarkan di sekitar Bundaran Air Mancur Jalan Pahlawan.

BACA JUGA  Nana Sudjana Minta ASN Jateng Pertahankan Kinerja Terbaik

Ia menambahkan, massa yang anarkis juga melakukan tindakan merusak fasilitas umum memecahkan pot dan melempar dengan batu kepada petugas sehingga petugas melaksanakan kegiatan tegas dan humanis dengan melakukan pendorongan dengan menggunakan water canon dan gas air mata dengan harapan massa anarkis dapat segera bubar.

Hindari lokasi demo

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang ada disekitaran Polda Jateng menghindari lokasi sekitar aksi unjuk rasa.

“Kita sedang melakukan pendataan terkait Korban ada beberapa anggota dan masyarakat yang sudah mendapat pertolongan kesehatan,” pungkasnya. (Htm/N-01)

Dok.Ist

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sultan Minta Kepala DPMPTSP DIY Ubah Gaya Kepemimpinan

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY yang baru Ghofar Ismail untuk mengubah gaya kerja dari…

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Tasikmalaya Naik

HARGA sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional di Tasikmalaya terpantau naik menjalang ramadan. Bahan-bahan itu di antaranya cabai merah, telur, beras, bawang putih, daging ayam dan daging sapi. Kenaikan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemerintah Dorong Konsorsium Riset Genomik Nasional

  • February 13, 2026
Pemerintah Dorong Konsorsium Riset Genomik Nasional

Donasi untuk Keluarga James Van Der Beek Capai 2 Juta Dolar

  • February 13, 2026
Donasi untuk Keluarga James Van Der Beek Capai 2 Juta Dolar

Kemensos Gandeng BPS Cek 11 Juta PBI-JKN Nonaktif

  • February 13, 2026
Kemensos Gandeng BPS Cek 11 Juta PBI-JKN Nonaktif

Mensos Kerahkan Pendamping PKH Cek 11 Juta PBI-JK Nonaktif

  • February 13, 2026
Mensos Kerahkan Pendamping PKH Cek 11 Juta PBI-JK Nonaktif

Kemenag Perkuat Kolaborasi Nasional Zakat dan Wakaf 2026

  • February 13, 2026
Kemenag Perkuat Kolaborasi Nasional Zakat dan Wakaf 2026

Pemilik 24 Satwa Dilindungi Ditahan di Manado

  • February 13, 2026
Pemilik 24 Satwa Dilindungi Ditahan di Manado