Presiden Apresiasi Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla

PRESIDEN Prabowo Subianto mengapresiasi tinggi terhadap keberhasilan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dinilai mampu menekan titik panas (hotspot) dan mencegah penyebaran asap lintas batas negara.

Dalam forum koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Senin (4/8), Presiden menegaskan pentingnya pendekatan berbasis sains dan teknologi dalam menghadapi bencana ekologis.

“OMC terbukti menjadi instrumen efektif untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah bencana asap lintas batas yang bisa merugikan posisi Indonesia di kawasan,” ujar Presiden.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Budi Gunawan menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas institusi dalam Desk Penanganan Karhutla, melibatkan BNPB, KLHK, BMKG, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

BACA JUGA  BMKG Gelar Modifikasi Cuaca di Jakarta Hingga 22 Januari

“Tidak bisa sektoral. Koordinasi cepat dan lintas wilayah adalah kunci,” katanya dalam Rapat Terbatas Penanganan Karhutla di Kantor Gubernur Kalbar.

Operasi Modifikasi Cuaca turunkan potensi karhutla

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa OMC yang dilakukan bersama mitra kementerian/lembaga secara aktif menyemai awan berdasarkan data cuaca terkini dan pemantauan satelit.

“Sejak 1 Agustus, OMC di Kalbar dilakukan dari pagi hingga malam. Hasilnya, hingga 3 Agustus, telah dilakukan 27 sorti dengan 26,4 ton bahan semai NaCl. Tidak ditemukan hotspot dengan kategori high confidence maupun sebaran asap,” ungkapnya.

Musim kemarau tahun ini juga ditandai dengan anomali positif: curah hujan tercatat berada di atas rata-rata 30 tahun terakhir, sehingga meningkatkan efektivitas OMC dalam menghasilkan hujan buatan.

BACA JUGA  IPB: Modifikasi Cuaca Bukan Solusi Permanen

Daerah Siaga, Teknologi Diperkuat

Gubernur Kalimantan Barat sebelumnya telah menetapkan status Siaga Darurat sejak 5 Juni 2025 dan memimpin langsung apel siaga karhutla. Langkah ini dinilai menunjukkan kesiapan daerah dalam menghadapi puncak musim kemarau hingga September.

Sementara itu, Menteri LHK Hanif Faisol Nurrofiq menegaskan bahwa pelaksanaan Inpres No. 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla terus diperkuat, termasuk evaluasi terhadap efektivitas teknologi OMC.

“Tindakan hukum terhadap pelaku pembakaran harus terus dikawal. Peran aktif pemerintah daerah dan aparat menjadi elemen penting dalam deteksi dan penindakan,” ujarnya. (*/S-01)

BACA JUGA  KPU RI Tunggu Bawaslu Soal Prabowo Dukung Luthfi-Yasin

Siswantini Suryandari

Related Posts

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

MULAI hari ini, pengunjung Candi Borobudur bisa memilih untuk menetralkan emisi karbon dari perjalanannya, cukup dengan satu pilihan tambahan saat membeli tiket masuk. Pilihan itu dihadirkan melalui Inisiatif Strategis Dekarbonisasi…

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

FILM dokumenter pendek berjudul “The Candles From The Edge” yang disutradarai oleh Aru Dewangga, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

  • October 6, 2026
Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis