Presiden Apresiasi Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla

PRESIDEN Prabowo Subianto mengapresiasi tinggi terhadap keberhasilan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dinilai mampu menekan titik panas (hotspot) dan mencegah penyebaran asap lintas batas negara.

Dalam forum koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Senin (4/8), Presiden menegaskan pentingnya pendekatan berbasis sains dan teknologi dalam menghadapi bencana ekologis.

“OMC terbukti menjadi instrumen efektif untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah bencana asap lintas batas yang bisa merugikan posisi Indonesia di kawasan,” ujar Presiden.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Budi Gunawan menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas institusi dalam Desk Penanganan Karhutla, melibatkan BNPB, KLHK, BMKG, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

BACA JUGA  BMKG Semai 13 ton NaCI Powder di Langit Kalbar Cegah Karhutla

“Tidak bisa sektoral. Koordinasi cepat dan lintas wilayah adalah kunci,” katanya dalam Rapat Terbatas Penanganan Karhutla di Kantor Gubernur Kalbar.

Operasi Modifikasi Cuaca turunkan potensi karhutla

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa OMC yang dilakukan bersama mitra kementerian/lembaga secara aktif menyemai awan berdasarkan data cuaca terkini dan pemantauan satelit.

“Sejak 1 Agustus, OMC di Kalbar dilakukan dari pagi hingga malam. Hasilnya, hingga 3 Agustus, telah dilakukan 27 sorti dengan 26,4 ton bahan semai NaCl. Tidak ditemukan hotspot dengan kategori high confidence maupun sebaran asap,” ungkapnya.

Musim kemarau tahun ini juga ditandai dengan anomali positif: curah hujan tercatat berada di atas rata-rata 30 tahun terakhir, sehingga meningkatkan efektivitas OMC dalam menghasilkan hujan buatan.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Canangkan Swasembada Pangan dan Energi

Daerah Siaga, Teknologi Diperkuat

Gubernur Kalimantan Barat sebelumnya telah menetapkan status Siaga Darurat sejak 5 Juni 2025 dan memimpin langsung apel siaga karhutla. Langkah ini dinilai menunjukkan kesiapan daerah dalam menghadapi puncak musim kemarau hingga September.

Sementara itu, Menteri LHK Hanif Faisol Nurrofiq menegaskan bahwa pelaksanaan Inpres No. 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla terus diperkuat, termasuk evaluasi terhadap efektivitas teknologi OMC.

“Tindakan hukum terhadap pelaku pembakaran harus terus dikawal. Peran aktif pemerintah daerah dan aparat menjadi elemen penting dalam deteksi dan penindakan,” ujarnya. (*/S-01)

BACA JUGA  Praktik Beras Oplosan Rugikan Negara Rp100 Triliun Setiap Tahun

Siswantini Suryandari

Related Posts

Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

YAYASAN Inspirasi Raden Ajeng Kartini menyalurkan 158 tangki atau keseluruhannya sebanyak 790.000 liter air bersih senilai Rp28 juta untuk warga terdampak kemarau di Gunungkidul, DIY pada Minggu. Air bersih tersebut…

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Kompetisi Elite Pro Academy/EPA ONE 2026/2027 resmi bergulir. Laga pembuka EPA ONE 2026/2027 yang mempertemukan Dewa United Banten FC U20 dan Persija Jakarta U20 berlangsung di Training Ground Dewa United…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

  • October 4, 2026
Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

  • October 4, 2026
Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

  • October 4, 2026
Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

  • October 4, 2026
Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

Ludes Terjual, 67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

  • October 4, 2026
Ludes Terjual,  67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

  • October 3, 2026
Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data