Diskominfo Jabar: Hoaks Bisa Guncang Kepercayaan Publik

DISKOMINFO Jabar menilai maraknya hoaks di media massa dan media sosial dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Adi Komar, mengungkapkan berdasarkan data Komdigi RI 2024, ribuan konten hoaks luput dari klarifikasi dan justru menimbulkan kebingungan publik.

“Hoaks bukan hanya mengaburkan kebenaran, tapi juga melemahkan kepercayaan dan menghambat penyelesaian masalah,” ujar Adi dalam forum IKP Talks bertema Pemetaan Isu & Opini Publik: Peran Media Monitoring Bagi Kehumasan Pemerintah Itu Penting, Kamis (31/7).

Adi menekankan pentingnya peran humas pemerintah dalam menjaga persepsi publik dan membangun strategi respons berbasis data. Media monitoring disebut sebagai kebutuhan strategis, bukan sekadar mengikuti tren.

BACA JUGA  Velocity Jelang Bukber yang Sedang Viral, Apa Maknanya?

“Humas harus sigap dengan strategi yang didukung data dan bukti kuat. Koordinasi antara provinsi, kabupaten, dan kota sangat penting agar informasi sampai secara utuh dan akurat ke masyarakat,” jelasnya.

Diskominfo Jabar monitoring hoaks

Dalam acara tersebut, Dosen Sistem Informasi Universitas Widyatama, Virgana Targa Sapanji, turut memberikan pelatihan praktis media monitoring, termasuk penggunaan alat seperti Google Trends dan Google News.

“Reaksi negatif dari publik harus segera ditanggapi. Jangan biarkan isu berkembang liar. Respons cepat dan konsisten itu kuncinya,” ujar Virgana.

Ia juga mengingatkan pentingnya melacak berita lama yang bisa kembali viral akibat kasus terbaru. Konsistensi narasi menjadi hal krusial dalam membangun kepercayaan.

BACA JUGA  Polres Sleman Tegaskan  DH Melukai Dirinya sendiri

Sementara itu, Kabid IKP Diskominfo Jawa Barat, Viky Edya, berharap materi dari IKP Talks bisa diterapkan oleh tim kehumasan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk memperkuat citra dan reputasi pemerintah. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

SEBANYAK Lima Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan panen raya jagung secara serentak. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan penanaman jagung dalam program Desa Binaan Imigrasi…

  • Blog
  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara semakin kompetitif. Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kualitas tim, termasuk melalui rekrutmen pemain naturalisasi dan pemain dari berbagai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

  • September 30, 2026
Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

  • September 30, 2026
Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

Kejaksaan Tinggi DIY Tahan Dua Petinggi BUKP Tegalrejo Kota Yogyakarta

  • September 30, 2026
Kejaksaan Tinggi DIY Tahan Dua Petinggi BUKP Tegalrejo Kota Yogyakarta

Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas  Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

  • September 30, 2026
Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap Sistem Pertahanan Masih Punya PR

  • September 30, 2026
10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap  Sistem Pertahanan Masih Punya PR