KNKT belum Bisa Simpulkan Penyebab Kebakaran KM Barcelona V

KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) hingga saat ini belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran KM Barcelona V di perairan Pulau Talise, Halmahera Utara, Provinsi Sulawesi Utara.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono yang ditemui di Yogyakarta, Kamis (24/7), menjelaskan, Tim KNKT sampai saat ini masih berada di lapangan untuk mengumpulkan bukti, keterangan, saksi-saksi dan dokumen terkait kebakaran yang melanda KM Barcelona V.

“Tim KNKT masih di sana (Minahasa Utara) untuk mengumpulkan berbagai keterangan, saksi, bukti, dokumen dan sebagainya,” katanya.

Pihaknya juga sedang dicari kecocokan antara manifest daftar pasasir serta dokumen lainnya. KM Barcelona diduga memuat lebih dari 500 orang, sedangkan di manifest tercatat sekitar 280 penumpang.

Tiga kelaikan

Lebih lanjut dikatakan, dalam penyelidikan yang dilakukan KNKT juga menelisik kapan pertama kali api diketahui dan kemudian tindakannya, jumlah penumpang dengan life jacket maupun rakit penyelamat dan sebagainya.

BACA JUGA  MTI Desak Pemerintah Beri Sanksi Pengusaha bukan Sopir

“Termasuk juga kelaikan, baik kelaikan kapal, kelaikan kru maupun kelaikan cuaca,” katanya.

Ia mengingatkan setidaknya tiga kelaikan itu sangat penting bagi keselamatan pelayaran dan kondisinya harus baik semua.

Soerjanto lebih lanjut mengingatkan, setiap kapal memiliki yang disebut garis batas muat atau Plimsoll Mark. Menurut dia, juga harus dipatuhi sebelum kapal berlayar, bahwa garis tersebut tidak tenggelam atau tidak di bawah muka air.

Hal lainnya adalah terkait dengan ikat muatan terutama mobil atau lashing. Menurut dia, dengan lashing yang baik, muatan tidak akan bergeser ketika kapal berguncang karena kondisi perairan.

Antrean kapal

Gesernya muatan kapal, imbuhnya bisa mengganggu stabilitas kapal. Jika kapal miring karena stabilitasnya yang terganggu, akan berbahaya.

BACA JUGA  KNKT Beri 5 Rekomendasi Cegah Kecelakaan Saat Arus Mudik

Namun diakui, untuk mengukur (menimbang) muatan, stabilitas dan pengikatan muatan atau lashing akan memerlukan waktu yang cukup lama. Hal ini, imbuhnya akan meningkatkan antrean kapal di pelabuhan.

Selama ini, ujarnya di berbagai pelabuhan penyeberangan waktu dari kedatangan kapal hingga keberangkatan kembali hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit.

Namun, tegasnya jika kemudian mengikuti aturan bahwa harus dilakukan pengikatan muatan atau lashing berarti akan menunda waktu keberangkatan sekitar 30 sampai 40 menit dan kemudian pemeriksaan stabilitas akan memerlukan waktu sekitar 20 menit. “Ini tentu akan membuat antrean panjang di pelabuhan,” katanya.

Tidak punya alat

Ketua KNKT itu kemudian menyarankan agar dermaganya yang ditambah agar tidak terjadi antrean yang panjang. Hal lainnya, kata Soerjanto adalah masalah berat muatan kapal. Sampai saat ini, masih banyak pelabutan yang tidak memiliki alat penimbangan untuk mengetahui beban muatan yang akan masuk ke dalam kapal. Sehingga, katanya tidak dapat diketahui dengan tepat berat muatan.

BACA JUGA  Waspadai Banjir Longsor di Sulut dan Sulsel

“Banyak kemudian yang kapal-kapal saat berlayar ini dalam kondisi kelebihan muatan atau over load,” jelasnya.

Terkait dengan cuaca, Soerjanto Tjahjono mengungkapkan, di daerah tropis, cuaca dengan cepat bisa berubah atau dinamis. Karena itu diperlukan kehadiran BMKG Maritim di pelabuhan. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Empat Penumpang Meninggal dalam Insiden Terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2

KAPAL Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar di wilayah perairan Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu pagi, saat berlayar dari Surabaya menuju ke Makassar. Akibat insiden itu,…

Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

PEMERINTAH Malaysia menghormati proses hukum di Indonesia terkait pilot asal negara tersebut yang ditangkap atas dugaan penyelundupan 25 kilogram narkoba. Dalam pernyataannya, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menyatakan telah mendapat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Jumlah Korban Meninggal saat Gempa di Jepang Jadi 38 Orang

  • August 3, 2026
Jumlah Korban Meninggal saat Gempa di Jepang Jadi 38 Orang

Empat Penumpang Meninggal dalam Insiden Terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2

  • August 2, 2026
Empat Penumpang Meninggal dalam Insiden Terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2

Semifinal dan Final Piala Presiden di Bali, SC Upayakan Penonton Hadir

  • August 2, 2026
Semifinal dan Final Piala Presiden di Bali, SC Upayakan Penonton Hadir

Padaringan Leuweung Awi Cisurupan Wisata Berbasis Alam di Kota Bandung 

  • August 2, 2026
Padaringan Leuweung Awi Cisurupan Wisata Berbasis Alam di Kota Bandung 

KAI Logistik Layani Lebih dari 90 Ribu Anabul pada Semester I 2026

  • August 2, 2026
KAI Logistik Layani Lebih dari 90 Ribu Anabul pada Semester I 2026

Villa Redam Perlawanan Perlawanan Indonesia All Stars

  • August 1, 2026
Villa Redam Perlawanan Perlawanan Indonesia All Stars