Tim Robot Humanoid UGM Borong Tiga Penghargaan di HVAC Jepang

TIM mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam  Humanoid Elins Research Club (ERC), Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mencatatkan prestasi gemilang di tingkat internasional.

Mereka memborong penghargaan di tiga kategori sekaligus, yakni Juara 1 Kategori Athletics, Juara 3 Kategori Sprint (Short-track), serta Juara 3 Kategori Dance pada ajang Humanoid Virtual Athletics Challenge (HVAC) 2026 yang diselenggarakan di Jepang pada Selasa (1/9) lalu.

Kapten tim, Hizkia Imanuel Prasetya menjelaskan kompetisi ini menggunakan platform simulasi Choreonoid dengan dua robot hasil riset tim, yaitu Robot UGM ESR dan Robot ESR V2 UGM.

Choreonoid merupakan platform simulasi asal Jepang yang memiliki informasi dan tutorial  terbatas bahkan mayoritas menggunakan bahasa Jepang sehingga tim cukup susah memahaminya.

“Meski dengan keterbatasan tersebut, tim robot humanoid UGM berhasil memenangkan beberapa kategori perlombaan,” katanya, Kamis di Yogyakarta.

Tari Kecak Bali

Robot karya tim humanid UGM. (Dok.Ist)

Pada perlombaan ini, Hizkia berhasil menjalankan robot simulasi untuk kategori dance yang terinspirasi dari tari tradisional Kecak Bali.

BACA JUGA  Populasi Warga Asing di Jepang Melonjak Capai 3,95 Juta Orang

Pada akhir penampilan, Ia juga menambahkan gerakan tutting dan parodi. Penilaian kategori dance difokuskan pada gerakan kaki, poin keterampilan, ekspresi, koreografi, dan sinkronisasi.

Menurutnya, robot ESR V2 UGM yang dijalankannya saat perlombaan tidak banyak menonjolkan gerakan kaki dan sempat terjatuh sehingga membawanya pada Juara 3.

“Saat simulasi, robot sempat terjatuh sehingga mengurangi point. Gerakan tambahan juga simpel banget dan nggak pakai gerakan kaki,” ucapnya.

Model matematika

Selanjutnya, Adi Sucipto, anggota tim robot humanoid UGM lainnya, menyampaikan bahwa keunggulan robot ESR V2 UGM terletak pada model matematika yang dibangun oleh tim atas masukan dosen pembimbing.

Berbagai model telah melalui tahap uji coba hingga mendapatkan model yang paling efektif digunakan untuk menggerakan robot yang lebih unggul dari yang lain.

Oleh karena itu, robot ini berhasil meraih Juara 3 dengan membukukan catatan waktu 10,60 detik pada kategori Sprint (Short-track).

BACA JUGA  Umat Muslim lakukan aktivitas Ramadhan di musala bekas restoran sushi

“Model matematika yang tepat dapat menghasilkan simulasi robot yang semakin mirip manusia. Robot ini tampak kakinya melayang seperti orang berlari,” katanya.

Lewati dua rintangan

Selain itu, Adi mengungkapkan untuk Kategori Athletics yang berhasil meraih Juara 1 pada perlombaan ini menjadi satu-satunya robot yang berhasil melintasi dua sektor rintangan (1st Left dan 2nd Left), mengungguli tim-tim lawan.

“Pada kategori ini, kami mendapatkan point yang lebih unggul setelah berhasil menyelesaikan dua rintangan dibanding tim lain hanya menyelesaikan satu rintangan,” ungkapnya.

Bernardinus Farel Radhitya P., selaku perancang robot memaparkan bahwa perlombaan ini menjadi ajang simulasi robot yang diintegrasikan dengan program bagi mereka.

Ia berhasil merancang desain 3D hingga siap disimulasikan dalam kurun waktu dua bulan. Dengan demikian, banyak uji coba yang mereka lalui setelah desain robot dibuat sehingga menjadi robot final selama kurang lebih tiga bulan untuk menentukan formula yang tepat.

BACA JUGA  Prabowo Ajak Jepang Berpartisipasi Empat Prioritas Pembangunan

Dukungan mental dan finansial

Hizkia berharap tim akan terus menorehkan prestasi pada perlombaan selanjutnya. Ia juga berharap UGM terus memberikan dukungan bagi mahasiswa yang terlibat dalam riset robotika, baik segi mental maupun finansial sehingga mereka bisa terus berkarya.

“Inovasi yang kita lakukan melalui ajang perlombaan ini dapat berkontribusi dalam memajukan teknologi robotika di Indonesia,” ujarnya.

Sementara Nur Hidayat juga mengharapkan tim akan berpartisipasi kembali jika perlombaan akan diadakan lagi tahun depan. Lomba simulasi pertama yang mereka ikuti ini dapat dievaluasi dan dikembangkan lagi teknisnya sehingga bisa lebih baik hasilnya.

“Karena ini pertama kali kami mengikuti lomba simulasi, harapannya tahun depan bisa ikut lagi,” pungkasnya. (AGT/A-01)

Admin

Related Posts

Respon Masalah Sampah Nasional, Yayasan Eksis akan Gelar Kongres

YAYASAN Ekosistem Sampah Indonesia (Eksis) akan menggelar Kongres Sampah Indonesia di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman 20-22 November mendatang. Kongres yang mengusung tema ‘Praktik Baik Pengolahan Sampah Menuju Sistem Pengelolaan Sampah…

Dorong Pelestarian Genetik, Fapet UGM Gelar Kontes Kuda Lokal

FAKULTAS Peternakan Universitas Gadjah Mada, menggelar Kontes Kuda Lokal 2026 di Gadjah Mada Equastrian Center, Minggu. Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis ke-57 Fakultas Peternakan ini mengusung tema “Kuda…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Respon Masalah Sampah Nasional, Yayasan Eksis akan Gelar Kongres

  • November 2, 2026
Respon Masalah Sampah Nasional, Yayasan Eksis akan Gelar Kongres

Dorong Pelestarian Genetik, Fapet UGM Gelar Kontes Kuda Lokal

  • November 2, 2026
Dorong Pelestarian Genetik, Fapet UGM Gelar Kontes Kuda Lokal

Rokok Kalahkan Belanja Gizi Keluarga, Pakar UGM Ingatkan Potensi Stunting

  • November 2, 2026
Rokok Kalahkan Belanja Gizi Keluarga, Pakar UGM Ingatkan Potensi Stunting

DIY Alami Inflasi 3,01 Persen sepanjang Oktober

  • November 2, 2026
DIY Alami Inflasi 3,01 Persen sepanjang Oktober

Atlet Savate Cianjur Raih Emas Perdana Cabor Ekshibisi Porprov XV Jabar

  • November 2, 2026
Atlet Savate Cianjur Raih Emas Perdana Cabor Ekshibisi Porprov XV Jabar

Kapolda DIY Ajak Siswa SMPN 1 Depok Sleman Tanamkan Disiplin dan Karakter

  • November 2, 2026
Kapolda DIY Ajak Siswa SMPN 1 Depok Sleman Tanamkan Disiplin dan Karakter