Doa dari Bandung untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda 

SEBANYAK lima jurnalis yang meliput erupsi Gunung Anak  Krakatau di perairan Selat Sunda masih hilang. Doa-doa pun terus dipanjatkan buat keselamatan mereka.

Kali ini doa bersama dipanjatkan di Masjid Agung Kota  Bandung. Dengan dipimpin oleh Ulama K.H. Shodiq Nawawi, mereka mendoakan agar para jurnalis yang hingga kini belum ditemukan mendapatkan jalan terbaik dari Allah SWT.

Ia juga meminta keluarga mereka diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi situasi yang belum pasti.

“Yakin, para jurnalis itu termasuk syuhada karena mereka sedang melaksanakan tugas liputan untuk menyempurnakan pengetahuan dan pengalaman,” tuturnya.

Kuatkan moral

Shodiq juga mendoakan agar amal para jurnalis tersebut diterima Allah SWT. Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan moral bagi keluarga yang masih menunggu kabar.

BACA JUGA  Perlu Penanganan Komprehensif untuk Atasi Kanker Paru

Dukungan serupa disampaikan Ketua Nazir Masjid Agung Bandung, Roedy Wiranatakusumah yang menyerukan agar doa bagi para jurnalis yang belum ditemukan terus diperkuat.

Menurut Roedy doa bersama dilakukan setelah salat Zuhur dan diikuti lebih dari 200 jemaah. Dari masjid tersebut, doa dipanjatkan agar keluarga yang menunggu diberikan kekuatan sekaligus agar tim pencarian memperoleh kemudahan dalam menjalankan tugas.

“Dengan kekuatan doa ini, salah satu bentuk kepedulian dari keberadaan kami selaku Nazir Masjid Agung Bandung,” ucapnya.

Jurnalis asal Belanda

Suasana doa tersebut juga mendapat perhatian dari Rob Hammink, jurnalis asal Belanda yang kini menulis novel “Jodoh”. Ia turut menyampaikan doa bagi para jurnalis yang mengalami musibah di laut.

Bagi Hammink, penghormatan terhadap jurnalis dalam doa tersebut memiliki makna yang kuat. Meski tidak memahami teks doa yang dibacakan, ia mengaku dapat merasakan pesan yang disampaikan melalui suasana di masjid.

BACA JUGA  Resmi, Rumah Dinas Wali Kota Bandung Jadi Obyek Wisata Sejarah

Rob menyebut, jurnalis kerap harus mendatangi tempat-tempat berbahaya untuk menjalankan tugas dan memberikan informasi kepada masyarakat. Pengalamannya selama sekitar 30 tahun menjadi wartawan membuatnya memahami risiko profesi tersebut.

Hammink pernah menjalankan tugas jurnalistik di sejumlah wilayah yang menghadapi situasi sulit, termasuk Afrika, Kongo, Irak, dan Kashmir. Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa pekerjaan jurnalistik tidak selalu berlangsung dalam kondisi aman.

“Saya sangat mengerti apa artinya itu, karena saya sendiri 30 tahun menjadi wartawan untuk Telegraph,” terangnya.

Perjalanan profesional

Kedatangannya ke Bandung sendiri berkaitan dengan perjalanan personal dan profesional. Ia membawa warisan buku harian ayahnya yang pernah tinggal di Padang pada dekade 1940-an. Catatan tersebut kemudian menjadi inspirasi novel “Jodoh”, yang kini direncanakan diangkat menjadi film.

BACA JUGA  Karnaval Budaya di Bandung Sisakan Belasan Ton Sampah

Di Bandung, Hammink juga mengajar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengenai pembuatan film, penulisan skenario, dan sejarah kolonial.

Namun, di tengah agenda tersebut, perjumpaannya dengan suasana doa untuk para jurnalis yang mengalami musibah menjadi pengalaman tersendiri. Ia melihat bagaimana profesi jurnalistik mendapat penghormatan

Di tengah ketidakpastian, doa menjadi bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada mereka yang masih menanti kepastian. (zahra/M-01)

Related Posts

Mahasiswa UNY Dorong Kemandirian Higiene Menstruasi Murid SLB Lewat Mencare

TIM Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui program Menstrual Care Education (Mencare) mendorong kemandirian higiene menstruasi murid putri dengan Hambatan Intelektual. Melalui program Mencare,…

Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

PEMERINTAH Daerah (Pemda) DIY menyerahkan 2.000-an sertipikat Tanah Kasultanan atau Sultan Ground (SG) dan Tanah Kadipaten atau Pakualaman Ground (PAG) kepada Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman. Sekretaris Daerah DIY, Ni…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UNY Dorong Kemandirian Higiene Menstruasi Murid SLB Lewat Mencare

  • September 17, 2026
Mahasiswa UNY Dorong Kemandirian Higiene Menstruasi Murid  SLB Lewat  Mencare

Doa dari Bandung untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda 

  • September 17, 2026
Doa dari Bandung untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda 

Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu DIY Bersinergi dengan Kejati

  • September 16, 2026
Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu DIY Bersinergi dengan Kejati

Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

  • September 16, 2026
Pemda DIY Serahkan Sertipikat Tanah Kasultanan dan Kadipaten

Persib Bawa Pulang Tiga Poin dari Korsel Usai Tundukan FC Seoul

  • September 16, 2026
Persib Bawa Pulang Tiga Poin dari Korsel Usai Tundukan FC Seoul

Dewa United Permalukan Borneo FC di Samarinda

  • September 16, 2026
Dewa United Permalukan Borneo FC di Samarinda