Operasional Haji 2025 Ditutup, Menag Jelaskan Formula 5BPH

PENYELENGGARAAN ibadah haji 1446 H/2025 M resmi berakhir. Kelompok terbang (kloter) terakhir jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Air pada 11 Juli 2025.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rasa syukurnya atas suksesnya pelaksanaan haji tahun ini. Ia menyebut keberhasilan ini dirumuskan dalam formula 5BPH atau 5B-5P-5H, yang mencerminkan terobosan, progres, dan harapan ke depan.

Formula 5BPH atau 5B-5P-5H sebagai berikut:

Lima Terobosan Baru (5B) dalam operasional haji 2025 meliputi:

  1. Penurunan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dari Rp93,4 juta (2024) menjadi Rp89,4 juta.
  2. Pencegahan monopoli layanan dengan melibatkan delapan syarikah (penyedia layanan).
  3. Publikasi awal daftar jemaah haji khusus yang berhak melunasi biaya haji.
  4. Pembayaran Dam melalui program Adahi dan Baznas.
  5. Pelibatan tiga maskapai penerbangan (Garuda Indonesia, Saudia, dan Lion Air) dalam layanan haji.
BACA JUGA  Dana Umat Rp500 Triliun, Menag Ingin Ada Otoritas Khusus

Lima Progres Capaian (5P) yang turut dicapai adalah:

  1. Peningkatan ekosistem ekonomi haji, termasuk ekspor 450 ton bumbu Nusantara.
  2. Pengembangan skema murur (melewati tanpa berhenti) saat melontar jumrah.
  3. Optimalisasi sistem pelaporan cepat Kawal Haji.
  4. Penerapan Fast Track di tiga embarkasi Indonesia.
  5. Penguatan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Dalam kesempatan yang sama, Menag juga menyampaikan bahwa tahun ini kemungkinan menjadi tahun terakhir Kementerian Agama menyelenggarakan haji, seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 154 Tahun 2024 tentang pembentukan Badan Penyelenggara Haji (BPH). Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 juga sedang dalam proses.

Lima Harapan (5H) yang disampaikan Menag untuk masa transisi dan ke depan adalah:

  1. Percepatan penyiapan regulasi haji.
  2. Percepatan proses transisi ke BPH.
  3. Transformasi layanan haji yang responsif dan adaptif.
  4. Penguatan komitmen terhadap istitha’ah kesehatan jemaah.
  5. Penyelenggaraan haji yang berdampak spiritual, sosial, dan ekonomi.
BACA JUGA  Jemaah Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arafah

“Mari kita doakan bersama, semoga kualitas jemaah dan penyelenggaraan haji Indonesia terus meningkat. BPH hadir untuk fokus mengurus haji, semoga bisa memberikan layanan yang lebih baik,” tutup Menag. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

KABAR duka menghampiri bangsa Indonesia dan PDI Perjuangan. Putra dari Presiden pertama RI, Soekarno yang juga adik dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta pendiri dari Sanggar Seni Mahardhika, Guruh…

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

WAKIL Presiden Gibran Rakabuming mengatakan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menangani kondisi para pengungsi korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Hal itu diungkapkan Wapres…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

  • September 25, 2026
Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

  • September 25, 2026
Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok  Dipenuhi

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks