Indonesia Terancam Kekurangan 18 Juta Talenta Berkualitas 2030

Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, Prof. Sri Suning Kusumawardani, mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi ancaman kekurangan 18 juta talenta berkualitas pada 2030 jika tidak segera dilakukan intervensi strategis.

“Perkembangan kecerdasan buatan (AI), krisis lingkungan, dan rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi menjadi tantangan utama yang perlu direspons,” ujarnya dalam Forum Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), yang digelar pada 10–11 Juli 2025 di Yogyakarta.

Menurut Sri Suning, pemerintah terus mendorong penguatan sumber daya manusia di kampus, terutama dalam pengembangan karier dosen. Ia juga menyoroti perlunya terobosan dalam kebijakan perpajakan di lingkungan PTNBH.

“Diperlukan dukungan kebijakan di tingkat presiden dan sosialisasi lintas kementerian agar aturan perpajakan dapat diimplementasikan secara seragam,” jelasnya.

BACA JUGA  PT Hino Motors Sales Indonesia Hibahkan Truk ke UNY

Sri Suning berharap forum ini menjadi ruang strategis dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang berdampak nyata. “Dengan semangat sinergi, forum ini diharapkan menjadi motor penggerak tata kelola pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global,” tambahnya.

Wakil Rektor UGM Bidang SDM dan Keuangan, Prof. Supriyadi, menambahkan bahwa forum ini menjadi wadah diskusi berkelanjutan antar-PTNBH. Sejak berdiri hanya dengan tujuh kampus, kini forum ini telah mencakup 24 PTNBH.

“Alih-alih bersaing, forum ini mendorong kolaborasi dalam riset, pelatihan, hingga pertukaran akademik demi mendorong peringkat global perguruan tinggi Indonesia,” katanya, Kamis (10/7).

Sementara itu, Ketua Forum WR 2 PTNBH, Prof. Muhammad Madyan, menyoroti sejumlah isu krusial seperti ketiadaan pagu rekrutmen SDM, kendala akuntabilitas keuangan, dan perlakuan berbeda terhadap SDM antar-PTN.

BACA JUGA  PUtech Sambut 426 Mahasiswa Baru, Tegaskan Komitmen Inklusi

“Otonomi PTNBH belum sepenuhnya ditopang regulasi yang memadai. Karena itu, forum ini diharapkan dapat melahirkan solusi konkret untuk disampaikan kepada pemangku kebijakan,” pungkasnya. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

WAKIL Bupati Sleman Danang Maharsa membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Lapangan Sumberadi, Mlati, Sleman, Selasa (10/2). Program TMMD dinilai mampu mempercepat akselerasi…

DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane menyusul ditemukannya ikan-ikan mati mendadak sejak Senin (9/2) malam. Imbauan tersebut disampaikan Selasa (10/2) setelah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kernet PO Bus Pariwisata Gasak Brankas saat Pesta Miras

  • February 11, 2026
Kernet PO Bus Pariwisata Gasak Brankas saat Pesta Miras

Commuter Line Dukung Mobilitas Aglomerasi Jawa Tengah

  • February 11, 2026
Commuter Line Dukung Mobilitas Aglomerasi Jawa Tengah

Polisi Bekuk Komplotan Penipu yang Sasar Anak di Bawah Umur

  • February 11, 2026
Polisi Bekuk Komplotan Penipu yang Sasar Anak di Bawah Umur

UGM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Afirmasi untuk Daerah 3T

  • February 11, 2026
UGM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Afirmasi untuk Daerah 3T

65 Persen dari 1.566 Wisudawan UNY Tahun ini adalah Perempuan

  • February 11, 2026
65 Persen dari 1.566 Wisudawan UNY Tahun ini adalah Perempuan

Kadin Sidoarjo Tegaskan Posisi sebagai Mitra Strategis

  • February 11, 2026
Kadin Sidoarjo Tegaskan Posisi sebagai Mitra Strategis