Anggaran Program MBG untuk Jabar Capai Rp50 Triliun, Melebihi APBD

ANGGARAN yang disiapkan pemerintah pusat untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Provinsi Jawa Barat mencapai Rp50 triliun. Angka itu bahkan lebih besar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jabar yang hanya sekitar Rp33 triliun. Anggaran tersebut digunakan salah satunya untuk memenuhi kebutuhan lima ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Provinsi Jabar memang memiliki populasi penduduk paling besar di Indonesia, termasuk juga jumlah penduduk. Jadi ada sekitar 12 juta siswa, belum ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita. Sehingga di Jabar itu harus ada kurang lebih 5.000 dapur SPPG,” ungkap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

5 ribu SPPG

Menurut Dadan, diperkirakan satu SPPG membutuhkan dana sekitar Rp10 miliar. Jika mendirikan lima ribu SPPG, maka dibutuhkan sekitar Rp50 triliun. Ini jauh lebih besar dibandingkan APBD Provinsi Jabar yang hanya Rp33 triliun. Saat ini sejak program MBG digulirkan pada awal 2025, Jabar sudah memiliki 600 SPPG untuk memenuhi kebutuhan MBG.

BACA JUGA  BPS Sebut Jawa Barat Inflasi 0,35 Persen Desember 2024

“Ini satu potensi yang cukup besar. Alhamdulillah, sekarang SPPG Jabar juga paling cepat, sudah lebih dari sekitar 600 SPPG yang ada dan kami melihat ada registrasi-registrasi, dalam waktu singkat mungkin SPPG di Jabar ini akan berjumlah sekitar dua ribu,” jelasnya.

Dadan menargetkan pada akhir November 2025 jumlah SPPG di Jabar sudah mencapai lima ribu. Ini tentu membutuhkan kerjasama yang intens berbagai pihak. Salah satunya bekerjasama dengan Pemprov Jabar agar percepatan bisa terjadi.

Gandeng Kemenpar

Selain itu, kerjasama yang tengah dijajaki salah satunya dengan Kementrian Pariwisata, melalui jaringan Politeknik Pariwisatanya. Nantinya, Kemenpar akan membantu menyediakan infrastruktur dan sumber daya pelatihan.

“Kami akan segera menandatangani MoU dengan Kementerian Pariwisata agar kerjasama ini bisa berkelanjutan. Kita tahu bahwa jaringan politeknik pariwisata tersebar di berbagai daerah dan memiliki kemampuan pelatihan kuliner dan manajemen dapur yang baik,” ujarnya.

BACA JUGA  Ini loh Lokasi Sholat Idul Fitri di Kota Bandung

Kerjasama ini lanjut Dadan, dinilai strategis karena dapur-dapur SPPG tak hanya memerlukan bangunan fisik, tetapi juga sumber daya manusia yang terlatih dalam pengolahan makanan bergizi, aman, dan efisien.

“Target kami adalah nol kejadian gangguan pencernaan. Kami memperketat SOP sejak awal, dan mereka yang dilatih menjadi Kepala SPPG, sudah melalui proses seleksi dan pelatihan berjenjang,” sambungnya. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Padi dan Jagung Paling Terdampak Godzilla El Nino

FENOMENA El Nino kembali menjadi perhatian global seiring meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia. Dalam beberapa waktu terakhir, istilah ‘Godzilla El…

Bupati Taput Ajak Jemaat Gaungkan Tempat Wisata Rohani

BUPATI  Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, mengikuti ibadah Jumat Agung di Gereja HKBP Simorangkir, Kecamatan Siatas Barita, Jumat (3/4/2026). ‎‎Ibadah yang berlangsung khidmat juga dirangkai dengan pelaksanaan perjamuan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Padi dan Jagung Paling Terdampak Godzilla El Nino

  • April 3, 2026
Padi dan Jagung Paling Terdampak Godzilla El Nino

Bupati Taput Ajak Jemaat Gaungkan Tempat Wisata Rohani

  • April 3, 2026
Bupati Taput Ajak Jemaat Gaungkan Tempat Wisata Rohani

Electrik PLN Sukses Redam JPE di Laga Perdana Final Four Proliga

  • April 3, 2026
Electrik PLN Sukses Redam JPE di Laga Perdana Final Four Proliga

Tjiwi Kimia Berkomitmen Terapkan Ekonomi Sirkular

  • April 2, 2026
Tjiwi Kimia Berkomitmen Terapkan Ekonomi Sirkular

Bhayangkara Presisi Tancap Gas di Perdana Pembuka Final Four Proliga

  • April 2, 2026
Bhayangkara Presisi Tancap Gas di Perdana Pembuka Final Four Proliga

Lima Prodi Teknik UPN Veteran Yogyakarta Catat Persaingan Ketat

  • April 2, 2026
Lima Prodi Teknik UPN Veteran Yogyakarta Catat Persaingan Ketat