Pemkab Humbahas Gandeng Loka POM Toba Kampanyekan 4T

PEMERINTAH Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara bersama Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM), menggencarkan kampanye edukatif untuk melawan ancaman resistensi antimikroba (AMR) di tengah masyarakat. Kampanye itu menekankan pentingnya kesadaran publik dalam penggunaan obat secara bijak dan bertanggung jawab.

Bupati Humbang Hasundutan, Oloan P. Nababan dalam pernyataannya menegaskan bahwa resistensi antimikroba merupakan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini berpotensi memperburuk penyakit, menurunkan efektivitas pengobatan, hingga meningkatkan angka kematian.

“Resistensi antimikroba adalah ancaman nyata yang berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat. Kita perlu bertindak sekarang demi masa depan,” ujar Bupati Oloan.

Upaya pencegahan

Sebagai bentuk konkret upaya pencegahan, Pemkab Humbahas dan Loka POM mengajak masyarakat menerapkan prinsip “4T”, yaitu:

BACA JUGA  Bupati Humbahas Ajak Pelaku Usaha Bersinergi Bangun Daerah

1. Tidak membeli antimikroba tanpa resep dokter. Penggunaan obat antibiotik atau antimikroba harus berdasarkan indikasi medis yang jelas dan petunjuk tenaga kesehatan.

2. Teruskan pengobatan sesuai resep, meskipun gejala penyakit sudah membaik. Menghentikan pengobatan di tengah jalan dapat memicu resistensi.

3. Tidak membuang antimikroba yang rusak atau kedaluwarsa secara sembarangan. Obat yang tidak lagi layak konsumsi harus dimusnahkan dengan benar agar tidak mencemari lingkungan atau disalahgunakan.

4. Tegur dan laporkan jika ada penjualan antimikroba tanpa resep dokter. Masyarakat didorong untuk aktif mengawasi praktik penjualan obat ilegal yang marak di lapangan.

Peran masyarakat

Bupati Oloan juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengendalian resistensi antimikroba sangat bergantung pada peran serta seluruh elemen masyarakat. Edukasi ini menjadi penting agar warga tidak sembarangan dalam menggunakan antibiotik, serta lebih sadar akan dampak jangka panjangnya.

BACA JUGA  BUMDes Didorong Jadi Pelaksana Program MBG

Kepala Loka POM Kabupaten Toba turut menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk menekan penyalahgunaan antimikroba, terutama di tingkat rumah tangga dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Kampanye “4T” ini diharapkan dapat menjadi gerakan bersama menuju penggunaan obat yang rasional dan bertanggung jawab, serta memperkuat sistem kesehatan masyarakat Humbang Hasundutan secara berkelanjutan. (Satu/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

CANDI Prambanan menjadi semakin menarik dengan hadirnya instalasi seni Sunflower Angel. Berlangsung pada 21 Mei hingga 14 Juni 2026, pameran ini menghadirkan karya seni bunga matahari yang berdiri megah berlatar…

Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi dalam Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting. Penghargaan itu diberikan berdasarkan penilaian kinerja dan komitmen…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

  • June 10, 2026
Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

  • June 9, 2026
Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

  • June 9, 2026
Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

  • June 9, 2026
KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

  • June 9, 2026
Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika

  • June 9, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika