Pencopotan Mendadak sejumlah Kepsek di Taput Picu Polemik

DUNIA pendidikan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) diguncang polemik. Sejumlah kepala sekolah tingkat SD dan SMP dicopot dari jabatannya secara tiba-tiba.

Padahal saat ini tengah berlangsung masa persiapan ujian semester. Langkah itu pun menimbulkan pertanyaan besar terkait motif dan proses pengambilan keputusan oleh pemerintah daerah.

“Kami tengah fokus mendampingi siswa menghadapi ujian. Tiba-tiba surat pembebasan tugas datang begitu saja, tanpa penjelasan,” ujar salah satu kepala sekolah, Rabu (7/5), yang meminta identitasnya tidak disebut.

Kebijakan ini dinilai tidak hanya mengganggu stabilitas sekolah, tetapi juga mencederai semangat profesionalisme ASN. Para kepala sekolah menilai keputusan itu tidak berdasarkan evaluasi kinerja maupun proses penilaian yang transparan.

BACA JUGA  ASN Pemkab Sleman Deklarasi ASN Netral di Pilkada 2024

Tidak sesuai prinsip

Langkah pencopotan tersebut disebut melanggar prinsip sistem merit sebagaimana diatur dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN dan PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Mutasi atau pemberhentian jabatan seharusnya mengacu pada indikator objektif seperti integritas dan kinerja, bukan karena kedekatan politik.

Di tengah hangatnya suhu politik menjelang Pilkada Serentak 2024, banyak pihak menduga pencopotan ini bermuatan politis. Beberapa pejabat pendidikan yang diberhentikan dikabarkan tidak sejalan dengan kepemimpinan Bupati Jonius Taripar Parsaoran (JTP).

“Isu politik sangat terasa. Ini bukan soal prestasi, tapi soal siapa mendukung siapa,” kata seorang guru senior.

Minim penjelasan

Upaya konfirmasi kepada pihak Badan Kepegawaian dan Dinas Pendidikan Taput tidak membuahkan hasil. Plt Kepala BKPSDM Taput, Nokman Simanungkalit, enggan memberikan tanggapan. Sementara Kadis Pendidikan Taput, Bontor Hutasoit, juga memilih bungkam saat dimintai keterangan mengenai dasar kebijakan tersebut.

BACA JUGA  Bupati Humbahas Peringatkan ASN untuk Fokus Bekerja

Ketertutupan ini justru memperkuat kecurigaan publik bahwa rotasi jabatan kali ini tak lepas dari agenda politik kekuasaan.

“Kalau tidak segera dijelaskan secara terbuka, ini bisa jadi preseden buruk. Dunia pendidikan akan kehilangan arah dan semangat profesionalismenya,” ujar Ketua Forum Guru Taput dalam pernyataan terpisah.

Para ASN di Taput kini berharap adanya evaluasi dari pemerintah pusat maupun lembaga pengawas, agar kebijakan di bidang pendidikan tetap berpijak pada prinsip meritokrasi dan bukan dijadikan alat kepentingan sesaat. (Satu/N-01)

BACA JUGA  Hari Pertama Masuk ASN, Pemprov Jateng Gelar Apel

Dimitry Ramadan

Related Posts

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

FAKULTAS Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta sukses menggelar Upacara Sumpah Profesi untuk 667 lulusan tenaga kesehatan professional di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Unisa Yogyakarta pada Jumat, (2/10).…

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

UNTUK membantu mahasiswa yang akan menjalani Ujian Tengah Semester (UTS), Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada membagikan 2.577 butir telur rebus. Telur rebus itu dibagikan pada periode UTS 5-14 Oktober.Telur dibagikan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia

  • October 5, 2026
Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia