
DIREKTUR Utama PT Perta Life Insurance (Pertalife Insurance) Hanindio W Hadi, Senin (21/4) mengungkapkan laba bersih perusahaan ini menembus angka Rp97,18 miliar, yang berarti tumbuh 1,09% secara tahunan dan 15,16% di atas target RKAP.
Dalam kesempatan Media Gathering dan Halal Bihalal bersama media, Hanindio mengemukakan pertumbuhan ini mencerminkan kenaikan 38,73% dibandingkan realisasi 2023. Menurut dia keberhasilan ini mencerminkan efektivitas strategi jangka panjang yang dijalankan secara disiplin sejak 2020.
“Transformasi bukan sekadar program, tetapi sudah menjadi DNA kami. Melalui tata kelola yang kuat, ketepatan eksekusi strategi, dan kolaborasi di seluruh lapisan organisasi, kami berhasil mengubah profil keuangan perusahaan secara fundamental,” ujarnya.
Dari sisi kesehatan finansial, Risk Based Capital (RBC) PertaLife Insurance mencapai 359,66%—angka tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dan jauh melampaui batas minimal OJK sebesar 120%. Efisiensi biaya juga mencapai titik optimal, dengan rasio biaya operasional terhadap pendapatan premi (BOPO) sebesar 12,34%, turun dari 13,45% di 2023 dan menjadi rasio terendah dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Disiplin anggaran
Sementara Direktur Keuangan dan Investasi, Sigit Panilih, menambahkan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari disiplin anggaran dan penyesuaian strategis alokasi investasi.
“Kendati ROI sedikit turun menjadi 5,79% akibat penyesuaian unrealized gain pasar modal, hasil investasi masih outperform terhadap benchmark pasar seperti IHSG (-2,65%) dan ICBI (4,82%),” kata Sigit.
Dari sisi pengembangan pasar, jelasnya PertaLife sukses menyeimbangkan kontribusi antara captive dan non-captive market. Kanal distribusi non-captive tumbuh pesat sebesar 323,77% dibanding tahun sebelumnya, serta peningkatan pada Executive Severance dan MAPS.
Kepercayaan publik
Corporate Communication PertaLife Insurance, Ratih Triutami Wijayanti menyampaikan bahwa kepercayaan publik dibangun melalui narasi yang jujur dan transparan.
“Kami berterima kasih atas peran jurnalis yang selama ini menyuarakan transformasi PertaLife secara konstruktif. Sinergi ini adalah modal penting untuk masa depan kami,” kata Ratih.
Dengan hasil kinerja 2024 yang impresif, PertaLife Insurance memasuki 2025 dengan optimisme baru: memperkuat struktur modal, mengantisipasi dinamika regulasi seperti PSAK 117 dan POJK 23, serta mengembangkan produk-produk yang menjawab kebutuhan perlindungan masyarakat Indonesia secara lebih inklusif dan berkelanjutan. (AGT/N-01)








