Impian Raja Pulang Kampung Membangun Ekonomi Desa

DENGAN berbekal pengalaman sebagai konsultan di perusahaan ternama di Pulau Jawa, Raja Sondang Simarmata memilih kembali ke kampung halamannya di Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Sejak terpilih sebagai kepala desa pada 2020, ia berkomitmen membangun ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Salah satu inisiatif utama yang dijalankan adalah pengembangan Kampung Ulos di Dusun II, kawasan yang dihuni sedikitnya 50 kepala keluarga (KK). Dengan konsep wisata berbasis budaya, desa ini menarik kunjungan wisatawan melalui tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang. Sebagai nilai tambah, setiap pengunjung mendapatkan kopi atau teh dari kedai yang dikelola oleh BUM Desa.

BACA JUGA  DLH Samosir Diminta Terbuka Soal Dana Perawatan Fasilitas

“Kami belum menargetkan Pendapatan Asli Desa (PADesa) dari lokasi ini. Saat ini, fokus utama kami adalah meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Raja Sondang Simarmata, Selasa (4/3).

Pelestarian budaya

Kampung Ulos sendiri diresmikan pada 2022 dan menjadi pusat pelestarian budaya Batak. Di dalamnya terdapat empat rumah adat Batak yang dijaga keberlangsungannya dengan dukungan pemerintah pusat.

Selain itu, pengelolaan kawasan ini melibatkan tenaga kerja lokal yang telah mendapatkan pelatihan, dengan gaji tetap yang diberikan oleh desa.

Sebagai desa dengan tradisi tenun ulos yang kuat, keberadaan BUM Desa juga membantu perajin dalam memasarkan hasil tenun mereka. Lasri Sinaga (30), salah seorang penenun, mengungkapkan bahwa ulos hasil karyanya dijual melalui galeri desa di Dusun II.

BACA JUGA  KLH/BPLH Panggil 8 Korporasi di Sumut Terkait Banjir dan Longsor

Inspirasi daerah lain

“Saat ini saya sedang menenun ulos jenis Sitelen Sibolang Simiur Iur. Proses pengerjaannya membutuhkan waktu 50 hingga 60 hari, dan dijual dengan harga Rp1,6 hingga Rp1,8 juta per pasang (selendang dan sarung). Modal materialnya sekitar Rp700.000,” jelasnya.

Raja Sondang Simarmata menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa melalui BUM Desa dapat membantu mengendalikan inflasi daerah. Dengan memaksimalkan sumber daya lokal seperti ulos dan hasil pertanian, desa dapat menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang berkelanjutan.

Keputusan Raja Sondang untuk kembali ke kampung halamannya menjadi bukti bahwa dengan inovasi dan kepemimpinan yang visioner, desa memiliki potensi besar untuk berkembang tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kota besar. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk menggali dan memanfaatkan potensi lokal mereka secara optimal. (Satu/N-01)

BACA JUGA  Warga Desak Jalan Lintas Simanindo-Pangururan segera Diperbaiki

Dimitry Ramadan

Related Posts

Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

SEBANYAK 429 siswa MTs Progresif Bumi Sholawat membatik bersama di Lippo Plaza Sidoarjo. Kegiatan outdoor learning ini digelar untuk menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober mendatang. Para…

Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

POLSEK Depok Timur, Sleman menangkap seorang laki-laki berinisial ZK, 18 tahun yang membawa senjata tajam berupa clurit. Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menjelaskan penangkapan itu bermula dari petugas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

  • September 29, 2026
Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

Rektor UIN Sunan Kalijaga Dorong Integrasi-Interkoneksi Keilmuan

  • September 29, 2026
Rektor UIN Sunan Kalijaga Dorong Integrasi-Interkoneksi Keilmuan

Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

  • September 29, 2026
Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

John Herdman hingga Maarten Paes Acungi Jempol, Skuad Garuda Unjuk Jiwa Petarung di FIFA ASEAN Cup 2026

  • September 29, 2026
John Herdman hingga  Maarten Paes Acungi Jempol,  Skuad Garuda Unjuk Jiwa Petarung di FIFA ASEAN Cup 2026

Imbang 0-0 Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapten Kevin Diks Minta Perjuangan Skuad Garuda Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

  • September 29, 2026
Imbang 0-0 Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapten Kevin Diks Minta Perjuangan Skuad Garuda Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

  • September 28, 2026
Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia