
API abadi Mrapen untuk gelaran Pekan Paralimpiade Nasional ( Peparnas ) XVII itu, Minggu (29/9) pagi sukses menyala di kaldron Balai Kota Solo, setelah melalui proses kirab yang panjang dari lokasi abadi Mrapen di Desa Manggar Mas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Api yang menjadi simbol semangat juang ribuan atlet disabilitas dari 34 provinsi dalam ajang Peparnas XVII di Solo itu, sehari sebelumnya diambil oleh PJ Gubernur Jateng Nana Sudjana di lokasi abadi Mrapen.
Dengan proses budaya yang mengiringi pengambilan api Mrapen, kemudian obor itu diarak dari Grobogan menuju empat kota yang ditetapkan menjadi penyelenggara Peparnas XVII, dengan urutan Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar dan terakhir di Kota Solo, sebagai pawai obor tahap pertama.
Disambut meriah
Berlanjut pada Minggu pagi (29/9) , pawai obor api Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVII 2024 tahap dua dilaksanakan dari Stadion Sriwedari. Pelaksanaan pawai obor di Solo ini, mendapatkan perhatian meriah dari puluhan ribu masyarakat Kota Solo yang tumpah ruah dalam kegiatan Solo Car Free Day, di kawasan Slamet Riyadi.
Rute perjalanan rombongan pawai obor PEPARNAS XVII di Kota Solo dimulai dari Stadion Sriwedari pada pukul 07.00 WIB. Obor api dibawa oleh atlet peraih perak Paralimpiade Paris 2024, Suryo Nugroho, didampingi para artis, seperti Maria Selena, Augie Fantinus, Said Bajuri, Vania Valencia, Bams eks Samsons, dan Rico Ceper.
Sebagai pengawal rombongan api obor ini, ada empat Reog Ponorogo yang melenggak – lenggok di barisan terdepan. Pawai obor ini melintasi Jalan Slamet Riyadi menuju Balai Kota Solo.
Setibanya di gerbang Balai Kota, Suryo Nugroho menyerahkan obor kepada Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun. Kemudian, obor tersebut diberikan kepada Ketua Pelaksana Peparnas XVII Solo 2024, D.B. Susanto, yang sudah menunggu di panggung.
Obor api ini digunakan untuk menyulut kaldron yang berada tepat di depan panggung.
“Pawai obor Peparnas XVII hari ini berakhir di Kota Solo. Ini sekaligus menandai pelaksanaan kegiatan yang akan berlangsung pada 6 hingga 13 Oktober 2024. Kami menyatakan siap,” tegas Kajari Solo itu.
Kesenian daerah
Dalam pawai obor Peparnas di Solo, sejumlah kesenian daerah juga melibatkan para penyandang disabilitas, seperti dari Sekolah Luar Biasa (SLB) YPCM Boyolali, SLB Negeri Karanganyar dan SLB Negeri Sukoharjo.
“Masing-masing kabupaten menyambut pawai obor ini dengan antusias. Artinya, PEPARNAS XVII yang juga akan berlangsung di kabupaten-kabupaten tersebut didukung penuh oleh pemerintah setempat,” imbuh. Susanto.
Beri apresiasi
Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Solo, Dhoni Widianto, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah membantu kelancaran agenda pawai obor PEPARNAS XVII ini.
“Dukungan dan partisipasi dari semua pihak, baik pemerintah, komunitas, serta masyarakat, merupakan bukti nyata bahwa kita semua memiliki komitmen yang kuat terhadap penyelenggaraan Peparnas XVII yang sukses dan berkesan,” ungkap Dhoni.
3.049 atlet
Panitia Besar (PB) Peparnas XVII seusai tuntasnya pawai obor, kini bersiap menyambut kehadiran 34 kontingen mulai Selasa (1/10/2024) pagi. Total ada 3.049 atlet dan 1.576 pelatih dan ofisial yang akan berebut prestasi di 20 cabang olahraga.
Opening ceremony akan digelar di Stadion Manahan Solo, Minggu (6/10) dan mulai bertanding pada Senin (7/10/). Tetapi pada 3 Oktober, para atlet harus terlebih dulu menjalani tahap klasifikasi. (WID/N-01)







