Kisah Sekdes Donowarih Lolos Seleksi Awal Capim KPK

  • Story
  • July 25, 2024
  • 0 Comments

SEKRETARIS Desa (Sekdes) Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) Ary Widy Hartono, 51, benar-benar tidak menyangka bisa lolos dalam seleksi administrasi Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Betapa tidak? Ary yang juga alumni Anti-Corruption Academy Indonesia Memanggil (ACA-IM57+ Institute) harus bersaing dengan sejumlah nama besar seperti Sudirman Said, Johan Budi, dan sederetan Jenderal Polri, serta Jaksa dari jumlah 236 peserta yang lolos seleksi awal Capim KPK.

“Rasanya ya bahagia. Nama saya tercantum di pengumuman capim KPK,” kata Ary, Kamis (25/7).

Ary mengaku tidak minder dengan sederetan nama besar yang menjadi pesaing dalam seleksi capim KPK. Meski hanya seorang aparatur desa, Ary optimistis mampu bersaing dengan bekal pengetahuan tentang korupsi dan pelatihan khusus anti korupsi dari ACA IM 57+ Institute yang merupakan organisasi para mantan penyidik dan investigator KPK.

BACA JUGA  KPK Tahan Bupati Rejang Lebong Hingga Akhir Bulan

“Dengan bekal 6 hari di kawah candradimuka IM57+ dan pengetahuan saya tentang anti korupsi, saya tidak silau dengan nama besar beliau-beliau (pesaing),” tegasnya.

Ary juga mengungkapkan, pengalaman istimewanya terkait korupsi. Sejak tahun 2005, ia merupakan pengurus Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) di Malang. Sejak itu, ia menghadapi langsung bagaimana bahayanya korupsi bagi bangsa dan negara Indonesia.

“Saya sejak 2005 jadi pengurus YLK Malang. Puluhan kali saya ikut bimtek tingkat nasional. Puluhan tahun mendampingi konsumen dimana sengketa konsumen banyak sementara negara tidak hadir. Jadi benar negara kita tidak dalam keadaan baik-baik saja,” tuturnya.

Ia juga mengharapkan kepada masyarakat untuk memberikan dukungan dalam seleksi Capim KPK. Adapun kepada panitia seleksi (Pansel) agar dapat bekerja alamiah tanpa tunduk terhadap intervensi apapun atau dari siapapun.

BACA JUGA  KPK Ingatkan Pejabat Kemenag se-Jatim untuk tidak Korupsi

“Harapan saya kepada masyarakat ya minta dukungan masyarakat, mohon doa restu. Harapan saya kepada Pansel, agar memilih secara alamiah tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” ujarnya. (Rud/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

PERBEDAAN latar belakang agama tidak menjadi penghalang bagi Romo Adrianus Fani untuk menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Justru keberagaman yang ia temukan selama menjadi mahasiswa menjadi salah satu…

MetLife Jadi Panggung Tarian Awal dan Terakhir Neymar

BINTANG sepak bola Brasil, Neymar resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional. Pengumuman itu dilakukan Neymar tidak lama berselang setelah Selecao disingkirkan Norwegia 1-2 di babak 16 besar Piala Dunia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kapal Induk Garibaldi Dipastikan Tiba di Tanah Air Tepat Waktu

  • August 14, 2026
Kapal Induk Garibaldi Dipastikan Tiba di Tanah Air Tepat Waktu

Bali United Dapat Pelajaran dari Sabah FC

  • August 14, 2026
Bali United Dapat Pelajaran dari Sabah FC

Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa

  • August 13, 2026
Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa

Xavi Hernandez Antusias Ditunjuk Jadi Arsitek Belanda

  • August 13, 2026
Xavi Hernandez Antusias Ditunjuk  Jadi Arsitek  Belanda

BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

  • August 13, 2026
BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

DKD Garda Prabowo Jatim Apresiasi Aksi Ketua DKC Garda Prabowo

  • August 13, 2026
DKD Garda Prabowo Jatim Apresiasi Aksi Ketua DKC Garda Prabowo