
BAKAL Calon Wali Kota Bandung dari Partai NasDem, Muhammad Farhan, berencana memilih perempuan sebagai pendampingnya pada pemilihan Wali Kota (pilwakot) Bandung pada November 2024 mendatang.
Pasalnya, peraih suara tertinggi di DPR maupun DPRD Jabar sebagian besar adalah perempuan, seperti Atalia Praratya, Ledia Hanifa Amaliah, Nurul Arifin, dan Melly Goeslaw untuk DPR RI. Selain itu ada juga Siti Muntamah untuk DPRD Jabar.
“Namun kendati demikian hingga saat ini semua partai belum terbuka dan belum ada yang menyatakan siap menjadi nomor dua, semua ingin menjadi nomor satu. Jadi kalau hanya melibatkan dua partai, selesai pembicaraannya,” kata Farhan seusai deklarasi Kojona Kang Farhan (Johan) C11 di Jalan Ciliwung No 11, Kota Bandung Sabtu (27/7).
“Tapi jika melibatkan tiga partai, masing-masing punyasatu calon, maka harus ada satu calon yang gugur. Ini yang sedang kitabahas dalam empat minggu ke depan,” imbuhnya.
Terus berkomunikasi
Menurut Farhan hingga saat ini dirinya terus berkomunikasi dengan semua partai hingga level tertinggi.
“Setiap hari saya bertemu dengan mereka,saya bolak-balik Jakarta-Bandung seperti orang kesenangan,” selorohnya.
Farhan mengungkapkan jika terpilih sebagai Wali Kota Bandung, dirinya ingin menjadi pemimpin di bawah sepatu warga dan selalu akan mengayomi rakyat.
Farhan mengakui menjadi pejabat akan selalu mendapatkan privilege berupa fasilitas dari pemerintah dan selama menjadi anggota DPR RI, dirinya sudah merasakan mendapatkan privilege tersebut.
“Seorang pemimpin harus berada di sepatu warganya, saya sudah merasakan privilege sebagai anggota DPR selama lima tahun. Oleh karena itu, Saya ingin menjadi pemimpin yang lebih merakyat, dengan menggunakan privilege sebagai pemimpin,” tutur Farhan.
Farhan menambahkan, ia tidak mau merasakan privilege lagi, karena ituia harus menempatkan di sepatu warga. Seorang pejabat harus menempatkan privilege untuk kepentingan publik bukan pribadi.
Dalam filosofi tiga AR (akar, sadar, lingkar), mengajarkan bahwa sebagai pejabat tidak akan pernah lepas dari satu sama lain. Khususnya, dalam proses pelaksanaan pilkada 2024.
Dukung Farhan
Sementara itu Ketua Umum Johan C11, Arrovy Andasasmita, menyatakan dukungan pada Farhan karena kapasitas, kapabilitas, dan rekam jejaknya. Anggota Johan C11 terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pengusaha muda dan tokoh di Kota Bandung.
“Semua kontemplasi kita mengerucut kepada Kang Farhan dengan kapasitas dan kapabilitas serta rekam jejak Kang Farhan. Sehingga kita percaya,bahwa Kang Farhan ini bisa memimpin Kota Bandung yang lebih baik, yangtidak keueung,” terangnya.
Arrovy dan Johan C11 percaya Farhan bisa mengimplementasikan danmerealisasikan semua itu. Selain itu, Farhan juga memiliki fisik yang kasep. Ini penting karena wali kota di Kota Bandung butuh sosok figuryang ‘kasep’ sehingga mudah dikenal.
“Kang Farhan juga punya rekam jejak di DPR, sehingga terkait masalah birokrasi dan aspek-aspek pemerintahan,” ujarnya. (Rav/N-01)









