PNI Jabar Tolak  Pemimpin Remehkan Janda dan Perceraian

  • Pilkada
  • November 26, 2024
  • 0 Comments

KETUA DPD Partai Nasional Marhaenisme (PNI) Jawa Barat, Ida  Rachmawaty menegaskan bahwa partainya menolak pemimpin yang mendukung atau terlibat perceraian.

Serta pemimpin yang meremehkan status sosial perempuan, seperti janda, yang seharusnya dihormati sebagai bagian dari masyarakat.

“Seorang pemimpin harus memiliki nilai-nilai kebijaksanaan, pendidikan yang baik, dan fondasi agama yang kuat,” tegas Ida, Selasa (26/11).

Menurut Ida, jika seorang pemimpin tidak dapat menjaga keutuhan rumah tangganya, bagaimana mungkin ia mampu menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.

Ida juga menyoroti tingginya angka perceraian di Jabar berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023 tercatat 317.715 pernikahan di Jabar.

Sementara angka perceraian di provinsi ini pada 2024 91.146 kasus.

BACA JUGA  Atalia Siap Hadiri Sidang Perdana Gugatan Perceraiannya

“Pemimpin seharusnya mencerminkan keharmonisan dan kestabilan, bukan justru memperlihatkan contoh yang bertolak belakang dengan nilai-nilai tersebut,” kata Ida.

“Kami  tidak akan mendukung, apalagi memberikan ruang bagi calon pemimpin yang secara langsung atau tidak langsung mengendorse perilaku perceraian,” lanjutnya.

PNI Jabar kritik keras status janda

Isu ini tidak hanya terbatas di Jabar, dalam Pilkada DKI Jakarta salah satu calon pemimpin mendapat kritik keras, setelah dianggap meremehkan status janda dalam pernyataannya.

“Blunder semacam ini mencerminkan kurangnya kepekaan terhadap realitas sosial dan memperlihatkan minimnya rasa hormat terhadap perempuan,” lanjutnya.

“Hal seperti ini sangat meresahkan masyarakat kita dan harus disikapi serius oleh pemilih di TPS pada 27 November 2024 nanti,” ungkap Ida.

BACA JUGA  Channing Tatum dan Jenna Dewan Akhiri Sengketa Harta

Ida menambahkan bahwa stabilitas dan keharmonisan keluarga merupakan pondasi penting untuk membangun masyarakat yang kuat.

Ia percaya, keluarga yang harmonis adalah awal dari masyarakat yang sejahtera dan bangsa yang kokoh.

“Pemimpin yang kami dukung, haruslah sosok yang mampu merepresentasikan hal tersebut,” tutur Ida.

Pernyataan ini muncul di tengah hangatnya diskusi publik mengenai pentingnya etika dan moralitas seorang pemimpin.

PNI Jabar berharap sikap tegas ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih pemimpin.

Sekaligus mampu membawa nilai-nilai positif bagi Jabar dan Indonesia ke depan. (Rava/S-01)

BACA JUGA  Hamish, Raisa Akhirnya Keluarkan Pernyataan Bersama Soal Perceraian Mereka

Siswantini Suryandari

Related Posts

KPU Tetapkan Cecep-Asep Jadi Bupati-Wakil Bupati Tasikmalaya

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menggelar rapat pleno terbuka menetapkan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Tasikmalaya di Hotel Al-Hambra, Kecamatan Singaparna, Rabu (28/5). Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Ami…

Pasangan Cecep-Asep Resmi Jadi Bupati Tasikmalaya

PASANGAN calon Bupati-Wakil Bupati Tasikmalaya nomor urut 02, Cecep Nurul Yakin-Asep Sopari Al-Ayubi dipastikan menjadi pemenang dalam sidang keputusan yang dibacakan Mahkamah Kontitusi (MK), Senin (26/5). Seusai pembacaan keputusan keduanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

  • June 28, 2026
Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

  • June 28, 2026
Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

  • June 28, 2026
Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

Inggris Juara Grup, Kroasia Jadi Runner-up

  • June 28, 2026
Inggris Juara Grup, Kroasia Jadi Runner-up

Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

  • June 28, 2026
Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

  • June 27, 2026
AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai