UPN Veteran Yogyakarta Lepas 4.250 Mahasiswa untuk KKN

SEBANYAK 4.250 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta diterjunkan untuk mengabdi kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bela Negara Angkatan 84 Periode 2.

Ribuan mahasiswa tersebut disebar di 135 desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan mengusung program ketahanan energi, pangan, dan lingkungan.

Pelepasan peserta KKN dilaksanakan melalui upacara di Lapangan Rektorat UPN Veteran Yogyakarta pada Rabu (1/7/2026) oleh RektorProf. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si.

“Dalam satu bulan ke depan, para mahasiswa akan belajar bukan hanya dari buku tetapi juga dari kehidupan di masyarakat. Karena esensi KKN adalah kita harus selalu mampu untuk belajar bersama masyarakat, permasalahan yang dihadapi, juga potensi lokal yang ada di masyarakat serta harus mampu bekerja sama untuk menciptakan solusi bersama masyarakat,” ujar Rektor.

Beri kontribusi nyata

Rektor mengungkapkan jumlah peserta KKN Bela Negara Angkatan 84 Periode 2 merupakan yang terbesar sejak pelaksanaan KKN Tematik pascagempa bumi Yogyakarta pada 2006.

BACA JUGA  Hari Tani Nasional Harus Jadi Momentum Perkuat Peran Petani

Ia berharap seluruh mahasiswa dapat menjalankan program pengabdian kepada masyarakat dengan baik, memberikan kontribusi nyata, serta senantiasa menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi KKN.

“Kepada seluruh mahasiswa, saya berpesan agar selalu menjaga kesehatan selama menjalankan program KKN, menjaga nama baik almamater, serta memahami karakteristik masyarakat setempat.”

“Sesuaikan diri dengan kondisi di wilayah penugasan masing-masing agar program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sesuaikan permasalahan

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat KKN dan Teknologi Tepat Guna (TTG) LPPM UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Ir. Eni Muryani, S.Si., M.Sc. mengatakan, KKN Bela Negara Angkatan 84 Periode 2 mengusung tema “Perwujudan Nilai-Nilai 1 Bela Negara Melalui Ketahanan Pangan, Energi, dan Lingkungan”.

Tema tersebut, ujarnya selanjutnya dikembangkan menjadi tema-tema lebih spesifik untuk tiap-tiap kelompok, menyesuaikan permasalahan dan potensi di setiap lokasi pengabdian.

Menurut Eni, pelaksanaan KKN Bela Negara juga menjadi wujud kontribusi UPN  dalam mendukung pencapaian lima Sustainable Development Goals (SDG’s) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG’s nomor 1 (tanpa kemiskinan), SDG’s nomor 2  (tanpa kelaparan), SDG’s nomor 4 (pendidikan berkualitas), SDG’s nomor 7 (energi bersih), dan SDG’s nomor 14 (kemitraan).

BACA JUGA  Produksi Padi di Jawa Tengah Ditargetkan 11,8 Juta Ton

“Kami berharap kegiatan KKN Bela Negara ini dapat menjadi wujud program Kampus Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” jelasnya.

Program Bakti Kampus

Sebelum diterjunkan ke Lokasi KKN, seluruh peserta telah mengikuti program Bakti Kampus, bekerjasama dengan Tim Green Metric dan Tim Peneliti Zero Waste UPN Veteran Yogyakarta.

Lewat program Bakti Kampus, mahasiswa dibekali sembilan tema antara lain; edukasi pemilihan dan pengolahan sampah, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3), perilaku hemat energi, Zero Waste Lifestyle, dan sebagainya.

“Kegiatan KKN BN UPN Veteran Yogyakarta di berbagai lokasi DIY dan Jateng diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam mengembangkan sikap kepedulian sosial, meningkatkan keterampilan dalam memecahkan masalah, pemberdayaan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi tiap-tiap lokasi” ujarnya.

BACA JUGA  UPN Veteran Yogyakarta Gelar Seleksi Mandiri Bela Negara 1

426 kelompok

Sebanyak 4.250 mahasiswa peserta KKN Bela Negara terbagi ke dalam 426 kelompok yang masing-masing beranggotakan 9–10 mahasiswa. Seluruh kelompok akan didampingi oleh 146 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama pelaksanaan program.

Para peserta akan melaksanakan pengabdian di 135 desa dan kelurahan yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, Sleman, Magelang, Klaten, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen.

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan kepada mahasiswa, UPN  mengikutsertakan seluruh peserta KKN dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan perlindungan melalui program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan ini, diharapkan memberikan rasa aman bagi mahasiswa selama menjalani program KKN. (AGT/M-01)

Related Posts

Keterbatasan Fisik tidak Halangi Kuswantoro untuk Berprestasi

KETERBATASAN tak menghalangi Kuswantoro untuk menjadi prestasi. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), ini meraih predikat Mahasiswa Berprestasi UNY Kategori Disabilitas. Mahasiswa…

UII Lantik 88 Lulusan Perdana Program Profesi Insinyur

UNIVERSITAS Islam  Indonesia (UII), menggelar pelantikan sekaligus pengambilan sumpah perdana lulusan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) di kampus setempat Jalan Kaliurang, Yogyakarta, Minggu. Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah tersebut diikuti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Buat Camilan anti-Gangguan Kecemasan

  • July 2, 2026
Mahasiswa UGM Buat Camilan anti-Gangguan Kecemasan

UPN Veteran Yogyakarta Lepas 4.250 Mahasiswa untuk KKN

  • July 2, 2026
UPN Veteran Yogyakarta Lepas 4.250 Mahasiswa untuk KKN

Penalti Tielemans pada Perpanjangan Waktu Loloskan Belgia ke 16 Besar

  • July 2, 2026
Penalti Tielemans pada Perpanjangan Waktu Loloskan Belgia ke 16 Besar

Lolos dari Hadangan Kongo, Inggris Ditunggu Meksiko di Babak 16 Besar

  • July 2, 2026
Lolos dari Hadangan Kongo, Inggris Ditunggu Meksiko di Babak 16 Besar

Waktu Pelatihan SPPI KDKMP Dipangkas dan Fokus ke Manajerial

  • July 2, 2026
Waktu Pelatihan SPPI KDKMP Dipangkas dan Fokus ke Manajerial

PON 2028 Bakal Digelar di Tiga Provinsi

  • July 2, 2026
PON 2028 Bakal Digelar di Tiga Provinsi