Panitia Pusat Apresiasi Pelaksanaan UM-PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga

UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menyediakan 340 unit komputer yang tersebar di 17 ruang ditambah cadangan 29 unit untuk penyelenggaraan  Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau SSE UM-PTKIN 2026 pada 8-9 Juni.

Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Handini, M.I.Kom., menjelaskan terkait jaringan, panitia terus berkoordinasi dengan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Sunan Kalijaga untuk memastikan jaringan berjalan stabil.

“Untuk aspek kelistrikan, koordinasi juga dilakukan melalui surat-menyurat dengan PLN regional DIY,” jelasnya.

Kesiapan tersebut, katanya menjadi penting mengingat minat calon mahasiswa terhadap UIN Sunan Kalijaga melalui jalur UM-PTKIN 2026 cukup tinggi.

Prodi favorit

Tahun ini, jumlah peminat UM-PTKIN UIN Sunan Kalijaga mencapai 10.544 orang, dengan jumlah pendaftar sebanyak 6.936 orang.

Sejumlah program studi menjadi pilihan dengan jumlah pendaftar terbanyak adalah Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dengan 925 pendaftar.

Disusul Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 919 pendaftar, Akuntansi Syariah pada fakultas yang sama sebanyak 820 pendaftar, Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi sebanyak 787 pendaftar, serta Manajemen Keuangan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 747 pendaftar.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Ranking 37 Dunia QS WUR By Subject Bidang Keagamaan

Dipantau langsung

Dikatakan pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga juga mendapat pemantauan langsung dari Panitia Pusat UM-PTKIN. Salah satunya dari Anggota Pokja Pengembangan Soal dan Skoring, Prof. Dr. Saparudin, M.Ag., dari UIN Mataram yang juga hadir dalam pembukaan bersama jajaran pimpinan UIN Sunan Kalijaga, Senin (8/6/2026).

Usai pembukaan, Prof. Saparudin melanjutkan monitoring ke sejumlah ruang ujian di lingkungan kampus untuk memastikan pelaksanaan seleksi berjalan sesuai prosedur.

Pemeriksaan dilakukan terhadap kesiapan ruang, kelengkapan dokumen, perangkat ujian, serta alur layanan bagi peserta.

“Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan dan identifikasi ujian pada hari ini, hari pertama berjalan sangat lancar. Tidak ada kendala teknis. Semua dokumen sesuai ketentuan teknis dan dilakukan pemeriksaan dengan baik,” ujar Prof. Saparudin.

Evaluasi bersama

Menurutnya, meskipun terdapat beberapa peserta yang tidak hadir, hal tersebut menjadi bagian dari evaluasi bersama. Secara umum, ia menilai pelayanan yang diberikan UIN Sunan Kalijaga sangat responsif dan lengkap, mulai dari layanan informasi umum hingga layanan bagi peserta difabel.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Raih Paten Granted Pertama

Apresiasi serupa disampaikan oleh panitia pusat lainnya, yakni  Anggota Pokja Penjaminan Mutu, Dr. Wirawan Fadli, dari UIN Ponorogo. Ia menilai pelayanan UIN Sunan Kalijaga kepada peserta sudah berjalan baik sejak peserta memasuki area kampus, menuju lokasi tes, hingga mengikuti proses ujian.

Dr. Wirawan juga menyoroti adanya layanan bagi peserta difabel sebagai salah satu bentuk inovasi dalam pelaksanaan ujian. Selain itu, keterlibatan duta kampus dalam membantu peserta menemukan lokasi ujian dinilai memperkuat kualitas layanan yang diberikan UIN Sunan Kalijaga.

Bagi UIN Sunan Kalijaga, pelaksanaan SSE UM-PTKIN bukan sekadar agenda seleksi akademik. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang untuk menunjukkan komitmen kampus dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi keagamaan yang tertib, inklusif, responsif, dan berorientasi pada pengalaman calon mahasiswa.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Buka Penerimaan Mahasiswa Baru UM-PTKIN

Jalur Mandiri

Bagi peserta yang belum berhasil melalui jalur UM-PTKIN, UIN Sunan Kalijaga masih membuka kesempatan melalui jalur Mandiri. Beberapa skema pendaftaran masih tersedia, antara lain Mandiri Prestasi, Mandiri Portofolio Keberagaman, dan Mandiri IUP yang dibuka hingga 18 Juni 2026.

Sementara itu, jalur Mandiri Portofolio Skor UTBK atau UM-PTKIN, Mandiri Portofolio Luar Negeri, Mandiri Portofolio Difabel, serta Mandiri CBT dibuka hingga 13 Juli 2026.

Jalur Mandiri juga dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang berminat mendaftar pada Program Studi Kedokteran. Tahun ini, UIN Sunan Kalijaga membuka kuota penerimaan sebanyak 50 mahasiswa untuk program studi tersebut.

Kesempatan ini menjadi bagian dari komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk terus membuka akses pendidikan tinggi yang luas, kompetitif, inklusif, dan berkualitas bagi calon mahasiswa baru. (AGT/M-01)

Related Posts

Fakultas Peternakan UGM Gelar Uji Kompetensi Formulator Pakan

FAKULTAS Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Formulator Pakan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 321 Tahun 2017. Kegiatan yang diikuti 41 peserta itu…

Komisi X DPR RI Cari Masukan RUU Sisdiknas di UPI

PENYUSUNAN Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) diharapkan menjadi momentum untuk menjawab berbagai persoalan mendasar pendidikan Indonesia, mulai dari tata kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), penataan kebutuhan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Komedian Temon Meninggal Dunia

  • July 12, 2026
Komedian Temon Meninggal Dunia

Tekuk Swiss, Argentina Ditunggu Inggris di Semifinal

  • July 12, 2026
Tekuk Swiss, Argentina Ditunggu Inggris di Semifinal

Brace Bellingham Antar Inggris ke Semifinal

  • July 12, 2026
Brace Bellingham Antar Inggris ke Semifinal

Spanyol Ngeri-ngeri Sedap Tantang Prancis di Semifinal

  • July 11, 2026
Spanyol Ngeri-ngeri Sedap Tantang Prancis di Semifinal

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Kasus TPPU

  • July 11, 2026
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Kasus TPPU

Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus

  • July 11, 2026
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus