
UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dinobatkan sebagai perguruan tinggi dengan Peningkatan Kinerja Keberlanjutan Substantif Terbaik se-Indonesia.
Selain itu pada pengumuman Pemeringkatan UI GreenMetric 2026 yang diselenggarakan pada Selasa di Grha Sabha Pramana UGM, perguruan tinggi PTKIN — Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri — itu naik peringkat dari posisi 57 nasional pada 2025 menjadi peringkat 31 nasional pada 2026, serta meraih penghargaan Trees Rating pada kategori 3,5–4 serta kepatuhan.
Penghargaan diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga, Prof. Mochamad Sodik, Bersama Koordinator Pusat Pemeringkatan dan SDGs LPPM UIN Sunan Kalijaga, Dr. Ir. Trio Yonathan beserta tim.
Tiga capaian tersebut merekam dimensi penilaian yang berbeda. Peringkat ke-31 nasional menunjukkan posisi UIN Sunan Kalijaga dibandingkan perguruan tinggi lain berdasarkan kinerja keberlanjutan secara keseluruhan.
Prinsip keberlanjutan
Trees Rating menggambarkan tingkat kematangan penerapan prinsip keberlanjutan, sedangkan penghargaan kepatuhan mencerminkan konsistensi universitas dalam memenuhi proses penilaian dan menyajikan bukti dukung yang dapat diverifikasi.
Adapun penghargaan peningkatan kinerja substantif menegaskan bahwa kenaikan posisi UIN Sunan Kalijaga tidak semata dihasilkan oleh pembenahan pelaporan.
Kemajuan tersebut ditopang oleh perubahan nyata pada tata kelola, fasilitas, program, serta keterlibatan sivitas akademika dalam agenda keberlanjutan.
UI GreenMetric menilai keberlanjutan perguruan tinggi melalui sejumlah aspek yang saling terhubung, mulai dari penataan dan infrastruktur kampus, energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah, konservasi air, transportasi, hingga pendidikan dan penelitian.
Layanan difabel
Di UIN Sunan Kalijaga, agenda tersebut dikembangkan melalui penguatan pengelolaan sampah organik dan anorganik, penyediaan tempat sampah terpilah, efisiensi penggunaan sumber daya, serta pengembangan inovasi berbasis riset.
Sejumlah unit juga mengembangkan gerakan partisipatif, seperti Sedekah Sampah dan program edukasi lingkungan yang melibatkan mahasiswa. Keberlanjutan juga diterjemahkan dalam dimensi sosial.
Kehadiran Pusat Layanan Difabel dan Difabel Corner di Perpustakaan, misalnya, memperluas akses terhadap sumber belajar bagi mahasiswa difabel.
Dengan demikian, kampus berkelanjutan tidak berhenti pada lingkungan yang hijau, tetapi mencakup ruang akademik yang dapat digunakan secara setara, aman, dan bermartabat.
Fasilitas kampus
Dampak dari proses tersebut bersentuhan langsung dengan kehidupan mahasiswa. Pengelolaan lingkungan yang lebih tertata menghadirkan ruang belajar yang lebih sehat dan nyaman.
Fasilitas inklusif memperluas akses terhadap layanan kampus, sedangkan integrasi isu keberlanjutan dalam penelitian, pembelajaran, dan pengabdian membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam penyelesaian persoalan lingkungan dan sosial secara nyata.
Komitmen itu juga dibawa dalam pengembangan Kampus II UIN Sunan Kalijaga di Pajangan, Bantul, yang mengusung konsep Forest Campus.
Konsep tersebut menempatkan konservasi, harmoni dengan alam, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari arah pengembangan kampus.
Beri apresiasi
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh unsur universitas yang telah berkontribusi terhadap capaian tersebut.
“Alhamdulillah, ini merupakan pencapaian yang membanggakan bagi UIN Sunan Kalijaga dan menjadi capaian kita bersama. Terima kasih kepada para Wakil Rektor, kepala biro, dekan, Direktur Pascasarjana, ketua lembaga, UPT dan unit, seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa yang telah berkontribusi mewujudkan prestasi ini,” ungkapnya.
Rektor secara khusus mengapresiasi Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebagai leading sector dalam proses pemeringkatan.
Kerja LPPM menghubungkan data, program, serta praktik keberlanjutan yang dijalankan berbagai unit agar bergerak dalam arah kelembagaan yang sama.
Pijakan baru
Capaian UI GreenMetric 2026 memberikan ukuran atas kemajuan yang telah dicapai sekaligus menetapkan pijakan baru bagi UIN Sunan Kalijaga.
Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kenaikan peringkat benar-benar hadir dalam keseharian kampus, penggunaan energi dan air yang semakin bertanggung jawab, pengelolaan sampah yang semakin tertib, akses yang semakin inklusif, serta pembelajaran yang menumbuhkan kepedulian terhadap masa depan bumi. (AGT/M-01)






