Dua Kali Gempa di Jawa Bagian Selatan Akibat Pergeseran Lempeng

SEJUMLAH kota di Jawa bagian selatan dilanda gempa bumi sekurangnya dua kali pada Selasa (27/1). Gempa pertama bermagnitudo 5,7 pada pukul 08.20 WIB dengan pusat gempa sekitar 24 kilometer arah tenggara Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 122 kilometer.

Beberapa jam setelahnya, tepatnya sekitar pukul 13.15 WIB, gempa bumi kembali terjadi dengan magnitudo 4,4 dengan pusat gempa berada di timur laut Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pusat gempa tersebut tergolong dangkal, sehingga getarannya dapat dirasakan secara jelas oleh masyarakat.

Gempa bumi yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur dapat dikategorikan sebagai gempa intraslab karena sumber gempa berasal dari dalam lempeng samudra yang tersubduksi atau dikenal sebagai slab.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Serius Antisipasi Gempa Sesar Lembang

Deformasi terjadi apabila lempeng terus didorong ke dalam, sehingga lempeng dapat terus berubah bentuk dan bergeser. Perubahan dan pergeseran lempeng tersebut menyebabkan terjadinya gempa bumi.

Perbedaan efek

Soal kekuatan magnitudo dan karakter pada sumber gempa yang berbeda dari kedua kejadian tersebut menimbulkan adanya perbedaan efek yang dapat dengan jelas dirasakan oleh masyarakat. Gempa yang terjadi pada pagi hari, cenderung terasa seperti gerakan mengayun, sedangkan gempa berikutnya terasa seperti sentakan.

Perbedaan efek yang dirasakan masyarakat dipengaruhi oleh lokasi terjadinya gempa. Kekuatan magnitude yang besar dan pergerakannya yang vertikal membuat gelombangnya naik ke atas, sehingga dampaknya meluas.

Sedangkan gempa kedua di DIY menurut Gayatri terjadi di zona sesar aktif, Sesar Opak. Meski sumber pusat gempa berbeda. ada kemungkinan gempa kedua terjadi akibat adanya pasokan tekanan yang diberikan oleh gempa pertama.

BACA JUGA  Frekuensi Gempa Menurun, Merapi Tetap Harus Diwaspadai

Tekanan tersebut yang membuat lempeng tidak stabil dan bergerak sehingga gempa dapat terjadi.

Tidak berpotensi tsunami

Meski demikian, kejadian kedua gempa tidak berpotensi memunculkan tsunami atau gempa susulan. Kekuatan magnitudo gempa tidak terlalu besar, sehingga kecil kemungkinan terjadi gempa susulan. Jadi, jangan terlalu khawatir.

Adanya dua peristiwa gempa bumi yang terjadi secara tiba-tiba dalam hari yang sama, tentunya membuat masyarakat merasa cemas dan khawatir. Mengingat kedua gempa memberikan efek getaran yang cukup jelas dirasakan oleh masyarakat sekitar lokasi terdampak gempa bumi.

Masyarakat memang harus selalu waspada dengan adanya gempa ini. Kejadian gempa pada hari ini dapat dijadikan pengingat bahwa kita berada di area tektonik aktif. Sehingga, masyarakat harus siap siaga dalam merespons gempa bumi ini. (AGT/N-01)

BACA JUGA  BMKG: 8,6 Juta Sambaran Petir di Jabar Sepanjang 2025

Oleh:

Pakar Gempa dari Teknik Geologi UGM, Ir. Gayatri Indah Marliyani,

Dimitry Ramadan

Related Posts

Hardiknas: Kampus Menjadi Dapur Umum, Kesejahteraan Dosen Masuk Liang Lahat

HARI Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 mestinya menjadi perayaan insan akademis dan para pencerdas anak bangsa. Namun tahun ini, Serikat Pekerja Kampus (SPK) mencatat, negara makin jauh dari…

BMKG Prediksi Sebagian Wilayah RI Diguyur Hujan Hari Ini

POTENSI hujan ringan hingga lebat diprediksi terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air. Hal itu karena adanya kombinasi dinamika atmosfer. Demikian diungkapkan prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Hardiknas: Kampus Menjadi Dapur Umum, Kesejahteraan Dosen Masuk Liang Lahat

  • May 2, 2026
Hardiknas: Kampus Menjadi Dapur Umum, Kesejahteraan Dosen Masuk Liang Lahat

Iran Siap Kembali Berunding jika AS Setujui Proposal Baru

  • May 2, 2026
Iran Siap Kembali Berunding jika AS Setujui Proposal Baru

BPJPH Ajak LPPOM dan MUI Selalu Bersinergi

  • May 1, 2026
BPJPH Ajak LPPOM dan MUI Selalu Bersinergi

LPPOM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival Syawal

  • May 1, 2026
LPPOM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival Syawal

Menteri UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca

  • May 1, 2026
Menteri UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca

Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Grobogan

  • May 1, 2026
Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Grobogan